Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 222 "Kasih hati minta jantung"


__ADS_3

Arkan kini memanggil Fitri bagian keuangan, sebenarnya ia ingin memanggil Raka tetapi laki-laki sedang cuti kerja. Arkan langsung menanyakan tentang berkas laporan keuangan yang terasa janggal.


Fitri di perintahkan Arkan untuk mencari tahu kebenaran tentang laporan keuangan tersebut.


"Tolong kamu cari tahu, laporan keuangan ini. Sepertinya ada yang menggelapkan uang perusahaan." Perintah Arkan.


"Baik pak." Jawab Fitri dan kembali ke ruangannya.


Setelah kepergian karyawannya, Arkan memijat keningnya, kemudian memanggil asistennya.


"Bagaimana, Apa pengacara keluargaku sudah melaporkan Sheila ke polisi?" Tanya Arkan kepada Rendy.


"Sudah bos, berkas laporannya sudah masuk ke kantor polisi." Jawab Rendy.


"Ya sudah kamu pergi sana, aku ingin menghubungi istriku." Usir Arkan.


Disaat seperti ini, hanya satu yang bisa menenangkan hatinya, siapa lagi kalau bukan sang bidadari hati yang sedang mengandung buah cintanya. Arkan segera melakukan panggilan video kepada istrinya. Lelaki itu ingin meredam rasa emosi di hatinya dengan mendengar dan melihat wajah sang istri.

__ADS_1


Terbukti setelah setengah jam berbicara dengan istrinya, hati lelaki itu kini sudah mulai tenang. Arkan kembali fokus melanjutkan pekerjaannya tanpa terasa hari sudah mulai sore. Arkan yang bersiap untuk pulang sedang membereskan berkas-berkas yang memenuhi mejanya hingga terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk" Perintah Arkan.


Fitri masuk dengan berkas yang ada di tangannya, tak lupa ada Rendy juga ikut masuk ke dalam ruangan Arkan karena lelaki itu berniat mengajak bosnya pulang.


"Ada Apa, apa kamu sudah menyelesaikan apa yang saya suruh?" Tanya Arkan sembari merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya.


"Iya pak, saya sudah menemukan apa penyebab kejanggalan di laporan keuangan kita pak." Ucap Fitri sembari menyerahkan berkas yang ia bawa tadi.


Arkan segera membuka berkas tersebut, sedangkan Fitri menjelaskan apa yang ia temukan, hingga membuat Arkan terlihat marah dan emosi.


"Berapa lama ia cuti?" Tanya Rendy.


"Satu Minggu pak." Jawab Fitri.


"Tolong kamu rahasiakan dulu berita ini sampai ia masuk kembali, cukup kita bertiga dulu yang tahu." Perintah Rendy.

__ADS_1


Laki-laki itu mewakili bosnya untuk mengatakan hal tersebut, karena saat ini Arkan sangat emosi, sedangkan Fitri langsung pamit setelah di perintahkan oleh Rendy.


...*****...


Arkan kini sudah sampai di rumah, ia disambut oleh kedua anak sambungnya yang sedang asyik bermain di taman depan rumah dengan di temani pengasuh mereka.


"Papa datang" Teriak Dara berlari menghampiri Arkan.


Arkan segera merengkuh putrinya itu, ia bahkan memberikan kecupan di pipi gembul Dara.


"Pa....pa pap...pa" Ucap Ardy mengikuti sang kakak.


Arkan tersenyum bahagia kala melihat tingkah kedua anaknya, rasa lelahnya terasa hilang dengan penyambutan hangat Dara dan Ardy. Apalagi melihat Ardy yang kini sudah lancar berjalan dan mulai bisa mengucapkan beberapa kata. Anak laki-lakinya itu sangat pintar dan mengemaskan.


Arkan menggendong keduanya Hinga masuk kedalam rumah, bahkan Arkan membawa kedua anaknya masuk kedalam kamarnya dan sang istri.


Ketiganya masuk ke dalam kamar dengan hati-hati karena melihat Kasih yang sedang asyik menonton televisi."

__ADS_1


"Mam ....ma" Panggil Ardy.


__ADS_2