
Wajah Kasih sudah merah seperti kepiting rebus karena ketahuan sedang menikmati pemandangan indah di hadapannya. Kasih menjadi salah tingkah karena Arkan tertawa dan mulai mendekatinya. Kini Arkan sudah berada di hadapannya, lelaki itu berdiri tepat di depan Kasih.
"Kenapa?" tanya Arkan.
"Apa?" tanya kasih balik.
"Kenapa kamu jadi salah tingkah, wajahmu merah, hmmmm ?"
"Apaan sih mas, siapa yang salah tingkah, wajahku memerah karena sepertinya AC di kamar ini rusak." Jawab Kasih berbohong.
"Kamu gak usah bohong sayang, kamu lupa semua barang yang ada di kamar kita baru, jadi mana mungkin ACnya rusak. Kamu gak usah diam-diam curi-curi pandang melihat ketampanan mas, karena semua yang ada pada tubuh ini milikmu sayang." Ucap Arkan sembari membawa tangan Kasih ke perut kotak-kotak Arkan.
Tangan Kasih bersentuhan langsung dengan perut kotak-kotak yang membuatnya sampai terpesona tadi, dengan tangan yang gemetar wanita itu mulai menggerakkan tangannya untuk menyusuri keindahan pada perut sixpack suaminya, sedangkan Arkan memejamkan matanya menikmati sentuhan-sentuhan yang di berikan sang pujaan hati, sungguh Arkan harus bertarung melawan hasratnya, tak mungkin ia menerkam Kasih yang belum sembuh total.
__ADS_1
"Ssstthh.... sudah ya sayang, mas takut khilaf dan tidak bisa menahan untuk tidak menyentuhmu." Pinta Arkan yang menahan hasratnya sekuat tenaga.
Mendengar perkataan sang suami membuat Kasih tersadar dan segera menarik tangannya, bisa-bisanya dia terbawa suasana. Setelah Kasih melepaskan tangannya, Arkan segera mencium bibir Kasih walau hanya sekilas, kemudian ia pergi untuk memakai pakaiannya, sedangkan Kasih masih terkejut dengan ciuman kilat yang di berikan sang suami.
"Sepertinya aku harus beradaptasi dengan kelakuan mas Arkan yang random ini, Kas kenapa tadi kamu ngikut aja apa yang di suruh mas Arkan, ini lagi tangan kagak tahu malu. Bisa-bisanya dengan lancar berseluncur di perut sixpack mas Arkan. Bagaimana kalau mas Arkan berpikiran kalau aku itu cewek agresif. Aku malu." Omel Kasih pada diri sendiri merutuki kebodohannya.
"Gak usah malu, mas suka kok istri mas agresif jadi lebih menantang. Mas ingin tidak ada lagi rasa canggung dan malu antara kita sayang. Aku ini suamimu jadi tidak usah malu dan sungkan." Ucap Arkan yang sudah duduk di samping Kasih.
"Ya udah kita istirahat sebentar, sebelum makan malam." Ajak Arkan kemudian membantu istrinya berbaring dan di susul lelaki itu berbaring di samping Kasih dengan tangan yang sudah memeluk Kasih. "
Kini keduanya sudah memejamkan mata, mengistirahatkan badan yang mulai terasa lelah, mencuri waktu sebentar untuk beristirahat sebelum makan malam di mulai.
Langit sudah gelap menandakan malam sudah datang, tetapi sepasang suami istri itu masih betah di atas tempat tidur, dengan posisi yang nyaman di mana Arkan yang memeluk sang istri.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamar mereka.
Tok....tok....tok....
Suara ketukan yang terus berulang membuat Arkan terpaksa membuka matanya, kemudian pergi membuka pintu.
ceklek....
"Hmmmm, ada apa ma. Arkan masih ngantuk?" Tanya Arkan sembari menguap membuka mulutnya lebar-lebar.
"Mana menantu mama? mama kesini mau mengajak kalian untuk makan malam." Ajak mama Risma.
Jangan lupa like, komentar, dan vote dan hadiahnya .
__ADS_1