
Melihat kedua rekannya yang sama-sama emosi dan membuat keadaan semakin memanas, Adam dan Dion melerai mereka
"Sudah jangan bertengkar lagi, kita lagi kerja jangan cari masalah. Raka sebaiknya kamu pergi keruanganmu." Suruh Adam.
Raka langsung beranjak dari sana dan masuk keruangannya, sedangkan Anton kembali ke mejanya dan menatap Sheila dengan tatapan jijiknya.
Didalam ruangannya Raka melempar berkas yang ia pegang dengan emosi yang sudah di ubun-ubun.
"Sial, kenapa Sheila bisa keceplosan begitu dan kenapa Anton seperti mengetahui hubunganku dan Sheila." ucapnya sembari mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya.
Raka merasa benar-benar hari ini adalah hari yang melelahkan baginya , mulai dari rumah sampai kantor semua membuat moodnya rusak .
...*****...
__ADS_1
"Halo, tolong kamu selidiki cctv di minimarket X 3 hari lalu sekitar jam 21.00 di Bali dan coba cek hotel apa yang terdekat dengan mini market tersebut dan satu lagi coba cek apa ada 3 hari lalu yang cek in di hotel tersebut dengan atas nama Raka Putra." Ucap Papa Arman menyuruh anak buahnya yang ada di Bali melalui sambungan telepon.
Papa Arman langsung bergerak cepat setelah tadi malam mengirimkan bukti pembayaran yang Kasih temukan, yang semakin mempermudah mereka. Apalagi tadi pagi nenek Murni memberi tahu Papa Arman kalau Kasih juga memberi tahu nenek Murni kalau ia sudah mengetahui siapa perempuan yang menjadi selingkuhan suaminya itu dengan menemukan foto-foto mesra mereka di ponsel suami Kasih.
"Semoga semuanya cepat terjawab ya Bu, supaya Kasih tidak kepikiran. Aku sangat Khawatir dengan kandungannya." Ucap mama Risma setelah suaminya selesai menelepon anak buahnya.
"Ibu juga berharap seperti itu." Jawab nenek Murni.
...*****...
"Ternyata dugaanmu benar kalau raka itu selingkuh, tadi malam ketika Abang mau pulang ,Abang melihat Raka dengan perempuan di dalam mobilnya, dan Abang mengikuti mereka yang ternyata pergi ke sebuah apartemen yang kemungkinan adalah tempat tinggal perempuan tersebut dan kamu tahu apa yang Abang lihat mereka berciuman." Tutur Rian sambil memperlihatkan video mesum adiknya itu.
"Dasar laki-laki brengsek, kenapa bisa kelakuan Raka seperti itu padahal di dalam keluarga kita tidak ada laki-laki yang berani menduakan istrinya. Ingin rasanya aku menghajar anak itu." Ucap Riko yang sudah kepalang emosi.
__ADS_1
"Tenang Abang sudah mengancamnya dengan video ini, Raka sudah berjanji tidak akan menemui perempuan itu lagi." Ucap Rian.
"Abang percaya begitu saja, aku tidak yakin kalau dia akan berhenti menemui perempuan itu." Ucap Riko.
"Kita lihat saja perkembangannya kalau ada yang mencurigakan baru kita beraksi." Kata Rian.
...*****...
Disebuah restoran kini sedang ada 3 wanita cantik yang sedang makan siang yang tidak lain adalah Kasih, Dini dan Sari. Kasih sedang curhat dengan apa yang ia temukan, rasanya dia sudah hampir gila dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Bagaimana kalau kamu pasang saja GPS di mobil Raka dari situ kamu bisa memantau kemana ia pergi." Ucap Dini menyarankan.
JANGAN LUPA Like, komen,vote dan hadiahnya agar author semangat dan rajin up.
__ADS_1
terima kasih.
Jangan di hujat ya ,maklum ini karya pertama saya. Mohon bimbingannya kalau ada yang salah dalam novel saya.