
Arkan berteriak memanggil nama sang istri "Kasih...." Lelaki itu langsung berdiri dari duduknya, bahkan ia melempar sebuket bunga mawar yang ingin di berikan kepada istrinya itu.
Arkan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tubuh sang istri di hantam sepeda motor tersebut. Lelaki itu berlari mendekati istri dan sang pengendara sepeda motor yang sudah terkapar di tengah jalan, semua orang yang berada di sekitar tempat kejadian langsung mendekati lokasi, begitu juga dengan karyawan Kasih.
Tubuh Arkan bergetar hebat melihat Kasih yang sudah tergeletak berlumuran darah, lelaki itu langsung meraih tubuh sang istri kepangkuannya.
"Kasih, bangun sayang. Hei ini aku sayang, bangun Kas aku mohon jangan tinggalkan aku, bangun hei ayo bangun." Pinta Arkan mencoba menyadarkan sang istri.
Sementara beberapa orang sudah menghubungi ambulance dan kepolisian, beruntung orang-orang di sana dengan sigap menghubungi ambulance dan pihak polisi karena Arkan yang sudah panik seperti orang gila karena melihat istrinya yang tak kunjung bangun. Bahkan Kasih sangat banyak mengeluarkan darah hingga baju Arkan juga di lumuri darah karena sedari tadi ia terus memeluk istrinya sambil menangis histeris.
__ADS_1
Tak perlu menunggu lama mobil ambulance dan polisi sudah datang, keduanya di bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Arkan tidak pernah melepas tangan sang istri di dalam mobil ambulance tersebut, ia sangat takut karena sedari tadi ia sudah berusaha membuat istrinya bangun tapi tidak bisa. Lelaki itu menangis sepanjang jalan menuju rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Kasih dan pengemudi sepeda motor di bawa ke UGD karena dua-duanya sama-sama terluka parah, Arkan hanya bisa menunggu sang istri di depan ruang UGD tersebut.
Arkan sudah tampak kacau dengan penampilan yang di penuhi darah, bajunya sudah terkena darah sang istri tapi lelaki itu tidak peduli, ia terlalu takut akan hal buruk yang terjadi kepada istrinya. Di tengah kebingungan Arkan tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ia segera melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata Rendy sang asisten.
"Gimana bro berhasil gak, Kasih suka kan bunganya?" Tanya Rendy yang penasaran.
"Ya elah, sabar saja bro jangan nangis, cengeng bangat sih. Kalau kamu gagal menaklukkan hati istrimu jangan patah semangat coba lagi, mungkin hari ini kamu kurang beruntung. Wanita memang begitu, mereka hanya ingin kamu lebih kuat berusaha membujuknya." Ucap Rendy mencoba menghibur sahabat sekaligus bosnya itu.
__ADS_1
"Ren, Kasih Ren istriku kecelakaan." ucap Arkan diiringi dengan tangisan.
Mendengar apa yang di katakan Arkan membuat Rendy terkejut seolah tak percaya.
"Yang benar kamu, kecelakaan dimana dan sekarang kamu di mana?" Tanya lelaki itu.
"Kasih di rumah sakit xxx sedang di tangani Dokter." Ucap Arkan memberitahu sahabatnya itu.
Rendy yang baru saja sampai di apartemennya, langsung menyambar kunci mobilnya. Rendy segera menyusul Arkan yang sedang di rumah sakit, ia tahu betul Arkan pasti sangat hancur sekarang. Ini bukan kali pertama sahabatnya itu harus menunggui orang yang ia cintai di rumah sakit dan sedang bertarung nyawa.
__ADS_1
Disepanjang jalan Rendy berdoa agar Kasih dapat di selamatkan, ia tidak ingin melihat sahabatnya itu terpuruk untuk kedua kalinya. Baru saja Arkan bisa membuka hatinya kembali dengan kehadiran Kasih, jangan sampai Kasih juga pergi meninggalkannya.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.