Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 101 "Menerima lamaran"


__ADS_3

"Jangan mendengar kata-kata orang dek, pikirkanlah kebahagiaanmu dan anak-anak, jangan biarkan mereka kehilangan figur seorang ayah. Mba yakin suatu saat nanti Arkan pasti akan membuka hatinya untukmu dan mba yakin suatu saat nanti luka hatimu ini akan sembuh yang terpenting kalian sama-sama berusaha, dan satu lagi Arkan tulus menyayangi kedua anakmu bukankah itu yang terpenting untukmu." Tambah Dini.


"Baiklah Kasih akan memikirkannya." ucap Kasih.


...*****...


Arkan yang kini duduk di ranjangnya sembari menatap foto Rena yang ada di tangannya.


"Maafkan aku sayang, bukannya aku ingin mengkhianatimu tapi kita sudah tidak lagi bisa bersama, benar kata papa aku harus melanjutkan hidupku. Kamu masih tetap menjadi pemilik hatiku sayang, aku memang melamar wanita itu tapi cintaku masih untukmu. Semoga dia mau menerima lamaran mas sayang, kalau mas lihat dia adalah wanita baik, mas yakin kamu juga pasti akan menyetujuinya menjadi istri mas." Ucap Arkan berbicara pada foto tersebut.


Kasih menatap kedua anaknya yang sudah tertidur lelap di sampingnya, semua kata-kata dan wejangan yang di berikan Rian dan Dini masih berputar di otaknya, Kasih juga berpikiran sama dengan kedua mantan Kakak iparnya itu. Walaupun belum ada cinta di antara mereka berdua tapi Kasih akan berusaha move on dan membuka hati kepada Arkan nanti, yang terpenting Arkan menyayangi kedua anaknya dengan tulus.


Kasih mengirim pesan ke nomor lelaki tersebut yang tadi siang di berikan Arkan.

__ADS_1


"Selamat malam pak, apa saya menganggu bapak. Ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak, ini saya Kasih." Tulis wanita itu.


Arkan yang ingin tidur, menggapai ponselnya yang sudah ia taruh di nakas samping tempat tidur, setelah membaca pesan masuk tersebut Arkan langsung menjawabnya.


"Malam Kasih,Kamu tidak mengganggu saya. Memang apa yang ingin kamu bicarakan." Balas Arkan.


"Saya ingin bertemu dengan bapak dan membicarakan tentang perihal lamaran bapak tadi siang, apa bapak punya waktu?" Tanya kasih.


"Ok baik, besok siang kita bertemu ketika jam makan siang. Besok saya kabari di mana tempatnya." Balas Arkan.


Raka tidak menyangka kalau Sheila melarang ia memberi nafkah kepada anaknya bahkan untuk bertemu saja Sheila melarang.


"Apa alasanmu melarang aku memberi kedua anakku nafkah itu sudah keputusan pengadilan dan jangan sekali-kali melarangku menemui kedua anakku." Ucap Raka dengan emosi.

__ADS_1


Sheila yang sudah ketakutan melihat kemarahan sang suami hanya terdiam, dia tidak menyangka tindakannya memancing amarah Raka.


...*****...


Keesokan harinya Arkan mendatangi rumah Kasih, sesuai dengan janji Arkan akan menjemput Kasih dan makan siang bersama sembari membahas lamarannya.


"Kamu sudah siap, ayo kita berangkat." Ajak Arkan yang di angguki Kasih.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di restoran mewah. Arkan sengaja memesan ruang VIP di restoran tersebut agar mereka dapat berbicara dengan nyaman.


Sembari menikmati makanan yang sudah di hidangkan Arkan memberanikan diri memulai percakapan "Bagaimana apa kamu sudah bisa menjawab lamaranku?" Tanya Arkan.


"aku sudah memikirkan semuanya dan aku mau menerima lamaran pak Arkan." Ucap Kasih.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.


__ADS_2