Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 159 "Sudah salah dari awal"


__ADS_3

Sheila sudah mengumpat karena sedari tadi ia menghubungi ponsel Raka tapi tidak terhubung, perempuan itu sudah bosan menunggu suaminya sedari tadi, sedangkan orang yang di tunggu sedang asyik di atas ranjang seorang perempuan menikmati panasnya permainan mereka.


"Arrgggh.... kamu di mana mas, semakin hari tingkahmu semakin menjadi mas. Kamu bahkan tidak bisa di hubungi, apa ada yang kamu sembunyikan di belakangku, kamu berubah mas, kenapa aku gak bisa memiliki kamu seutuhnya, padahal aku sudah rela di hina semua orang asal bisa bersamamu. Tapi ternyata kamu masih mencintai Kasih. Dasar perempuan sialan, awas kamu Kasih kalau kamu berani menganggu mas Raka lagi aku akan buat perhitungan denganmu." Umpat Sheila yang sudah seperti orang gila.


Sheila segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat, wanita itu memutuskan tidak akan menunggu suaminya lagi, lebih baik besok saja ia menanyakan kemana Raka pergi.


Raka kini sudah ada di dalam mobilnya, lelaki itu kini sedang melajukan mobil tersebut ke apartemen Sheila, ia memutuskan kembali pulang karena tiba-tiba Sugar Daddy Anggun ingin berkunjung ke apartemen Anggun.

__ADS_1


Mobil Raka terhenti di lampu merah, lelaki itu kembali teringat kata-kata Anggun tadi, dimana ia menceritakan semua masalahnya mulai dari masalah ia selingkuh, bercerai dan sekarang menyesali perbuatannya. Raka bahkan sudah tak malu lagi menangis di depan Anggun, rasanya terlalu sakit saat melihat Kasih sudah move on bahkan kini keluarganya juga menjauh darinya.


Anggun berkata kalau memang ia sudah tidak cocok lagi dengan Sheila sebaiknya mereka bepisah saja, dari pada berada dalam hubungan yang tidak sehat. Apalagi Anggun mengatakan kalau sebenarnya perasaan Raka kepada Sheila hanya sebatas penasaran karena saat itu hubungannya dengan Kasih sedang sedikit renggang, hubungan keduanya hanya nafsu belaka, terbukti sekarang bahwa Raka masih mencintai mantan istrinya itu.


Tiiinnn....tinnnnn.....tin.


Sesampai di apartemen ia mendapati Sheila yang sudah terlelap di ranjang mereka, Raka memutuskan akan membicarakan rencana perceraian mereka besok saja. Karena jujur Raka semakin tidak tahan menghadapi sikap dan kelakuan Sheila apalagi gaya hidup Sheila yang boros membuat ia kewalahan dan bahkan sampai memakai uang kantor.

__ADS_1


Raka berpikir lama-lama dia akan hancur jika terus bersama wanita itu, apalagi yang harus di pertahankan rasa cinta pun sudah tidak ada, anak juga tidak ada, Raka berpikir hubungan mereka memang sudah salah dari awal, jadi jangan heran jika hasilnya juga mengecewakan.


Walau tidak mungkin kembali bersama Kasih lagi, setidaknya ia masih punya anak-anak yang menjadi kekuatannya untuk menata hidup kembali begitulah pikir Raka. Setelah selesai membersihkan badannya Raka ikut membaringkan tubuhnya di ranjang itu, mencoba mengistirahatkan tubuh dan pikirannya sebentar sebelum kembali adu mulut dengan wanita yang ada di sampingnya itu.


Matahari sudah menyapa dunia, begitu juga dengan sepasang suami istri yang kini sedang sibuk untuk bersiap ke kantor.


Sheila meraih tas kerjanya dan mengatakan kalau ia akan menunggu Raka di meja makan untuk sarapan, tapi belum sempat ia keluar dari sana tiba-tiba Raka mengeluarkan kalimat yang meluluhlantakan hidupnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author up lagi.


__ADS_2