
"Nanti saja sayang, mas mau pakai baju dulu." Ucap Raka.
Mendengar perkataan suaminya Kasih kembali berbaring di Kasur.
Tetapi lagi-lagi ponsel Raka berbunyi, bahkan tidak cuma sekali karena Kasih merasa terganggu, Kasih langsung memanggil suaminya.
"Mas ponsel kamu bunyi lagi, angkat saja mana tau penting, aku pusing dengarinnya mas." Ucap Kasih.
Raka datang mengambil ponselnya dia berjalan ke ruang ganti sambil menerima panggilan tersebut.
"Halo, ada apa shei?" tanya Raka.
"Mas laporan keuangan bulan ini besok harus selesai tapi aku belum bisa menyelesaikannya. Aku butuh bantuan mas, tolong aku kali ini ya mas." Bujuk Sheila.
" Tapi ini sudah malam shei?" Ucap Raka.
"kalau malam emang kenapa, kan kita ketemu karena kerjaan." Ucap Sheila.
"Ya Sudah nanti aku kabarin" jawab raka mematikan ponselnya.
__ADS_1
Raka mendatangi Kasih yang sudah tertidur di ranjang mereka, dengan hati-hati dia mencium kening Kasih dan menuliskan pesan di selembar kertas yang berisikan bahwa ia keluar untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan teman kantornya.
Setelah itu dia meninggalkan Kasih dengan langkah kaki yang sangat hati-hati agar istrinya tidak terganggu.
Setelah di dalam mobil, Raka kembali menghubungi Sheila dan menanyakan dimana mereka bertemu, dengan entengnya Sheila mengatakan supaya Raka datang ke apartemennya.
Raka yang awalnya menolak, akhirnya setuju karena Sheila beralasan sedang malas keluar karena kepalanya agak pusing.
Sesampai di apartemen Sheila, Raka menekan bel unitnya Sheila, tak perlu lama menunggu. Sheila yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Raka langsung membuka pintu apartemennya.
"Silahkan Masuk mas" ucap Sheila.
"Silahkan duduk mas, aku ke dapur dulu mau membuatkan minum. Mas mau minum apa? Tanya Sheila.
"Apa saja shei, gak usah repot-repot apa yang ada saja." Jawab Raka yang tak mau merepotkan tuan rumah.
Sheila segera pergi ke dapur setelah mendengar jawaban Raka. Tak lama ia segera kembali dengan dua minuman dingin dan cake yang sengaja ia pesan tadi sebelum Raka datang. Ia ingin melayani Raka dengan baik agar Raka tersentuh itulah pikiran Sheila.
"Silahkan mas diminum, maaf cuma ada ini." Ucap Sheila.
__ADS_1
Bukannya menjawab ucapan Sheila, Raka malah salah fokus dengan pemandangan yang menyegarkan mata setiap lelaki. Sheila yang memakai gaun tidur yang dimana bagian dadanya sedikit terbuka, ketika ia membungkuk apa yang ada di dalam gaun itu terlihat oleh Raka.
Raka menelan salivanya dan berusaha menguasai hatinya sedangkan Sheila hanya tersenyum melihat laki-laki didepannya sudah tergoda.
"Mas silahkan diminum" ucap Sheila sekali lagi.
"Hah...." Ucap Raka yang tidak fokus karena melihat aset Sheila.
"Diminum mas" ucap Sheila sembari duduk di samping Raka.
Raka langsung mengambil gelas yang berisikan minuman dingin tersebut dan langsung meneguknya sampai tandas.
Sheila yang melihatnya langsung bertanya "Mas haus bangat ya, sampai habis sekali teguk?" tanya Sheila.
"I...i...iya, soalnya Panas" jawab raka tergagap.
Melihat Raka yang mulai gugup, Sheila segera merapatkan tubuhnya ke Raka sambil berbisik " mau yang lebih hot lagi gak mas" ucap Raka di telinga Raka.
"Maksud kamu?" tanya Raka yang pura-pura tidak tahu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita lanjutkan kegiatan kita yang di ruangan mas beberapa hari lalu." Goda Sheila yang sudah duduk di pangkuan Raka.