
Arkan dapat mendengar perkataan asistennya itu walau suara Rendy sudah sangat pelan agar bosnya tidak mendengar. Walau kesal dengan tingkah bosnya yang bucin itu tapi jauh di lubuk hatinya ia merasa bahagia karena akhirnya bos sekaligus sahabatnya itu sudah bisa melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru bersama dengan orang yang tepat.
Rendy adalah salah satu saksi hidup atas perjalanan hidup Arkan, lelaki itu sudah melihat seperti apa terpuruknya seorang Arkan kala istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan mobil yang merenggut nyawa kedua wanita yang begitu Arkan cintai itu, bahkan setelah bertahun-tahun kepergian istri dan anaknya, Arkan tidak bisa membuka hati kepada wanita lain, jangankan membuka hati melirik wanita saja Arkan tidak berminat.
Ketika keluarga Arkan menjodohkan Kasih dengan bosnya itu, Rendy sangat setuju karena dari penglihatannya Kasih adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Bos sekaligus sahabatnya itu. Terbukti sekarang Arkan bucin kepada Kasih bahkan dulu ia tidak pernah seperti ini dengan Rena. Mencium bibir istrinya di hadapan banyak orang, itu sangat mustahil bagi Rendy yang mengetahui Arkan adalah si kanebo kering yang kakunya minta ampun.
"Jaga mulutmu itu ren, kalau kamu masih ingin menghirup udara segar." Ancam Arkan yang tidak terima mendengar ejekan Rendy yang membandingkan sikapnya kepada Kasih dan Rena. Bukan tanpa alasan Arkan memberi ancaman itu kepada asistennya, lelaki itu hanya takut istrinya kembali tersinggung dan merasa di bandingkan dengan almarhumah Rena. Karena bagi Arkan Rena sudah menjadi masa lalunya, yang tak perlu di kaitkan lagi dengan Kasih. Kedua wanita itu memang memiliki tempat di hati Arkan tetapi sekarang Kasihlah yang bertahta di hatinya, Rena hanya menempati sudut hati lelaki itu biar bagaimanapun Rena adalah wanita yang pernah ia cintai mereka berpisah bukan karena adanya pengkhianatan atau kekecewaan sehingga tidak ada sakit hati yang di tinggalkan almarhumah.
__ADS_1
Seperti yang pernah mamanya katakan bahwa Arkan tidak harus melupakan Rena tapi cukup Rena sebagai kenangan yang hanya perlu di simpan di sudut hatinya, dan menjadikan Kasih sebagai pemiliknya karena Kasihlah yang akan menemani dan mendampinginya di masa depan.
Arkan kini sedang sibuk untuk memenangkan tender ini, beruntung setelah bersaing dengan beberapa perusahan Akhirnya perusahaan arkan yang memenangkan tender tersebut.
Sesuai janjinya kepada sang istri setelah selesai dengan urusan kerja Arkan segera mengajak Rendy untuk kembali ke rumah sakit.
"Sate Padang untuk istri tercinta bos." ucap Rendy dengan malas.
__ADS_1
"Good" ucap Arkan.
"Bos kita singgah ke cafe dulu sebentar, seperti biasa kita ngopi dulu biar otak kembali segar setelah tadi berpikir keras untuk memenangkan tender." Ajak Rendy yang sebal karena Arkan ingin cepat menemui istrinya.
"Tidak bisa Ren, aku sudah merindukan Kasih. Kamu pasti akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang jika kamu sudah bertemu dengan perempuan yang tepat. Kalau kamu ingin ngopi pesan saja, nanti minumnya di rumah sakit." Saran Arkan kepada asistennya itu.
Rendy menghembuskan napasnya dengan Kasar melihat kelakuan Arkan yang seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.