
Ada rasa sakit di hati Kasih ketika tanpa sengaja ia melihat foto pernikahan sang suami dan almarhumah Rena terpajang menghiasi dinding kamar tersebut, terlihat sangat mesra, walau belum mencintai suaminya itu, tapi ada rasa sakit di hati wanita itu karena merasa Arkan tidak menghargainya sebagai seorang istri.
"Jika memang ia tidak ingin menghapus kenangan indah dengan almarhumah istrinya di kamar ini, kenapa tidak membawaku ke kamar lain saja bahkan di sini masih banyak kamar kosong, dia pikir aku tidak punya perasaan." ucap kasih dalam hati.
Kasih berusaha memperkuat hatinya agar tidak sakit, yang penting Arkan baik kepada kedua anaknya itu sudah cukup. Bukankah ini adalah resiko yang harus ia hadapi ketika berumah tangga dengan laki-laki yang belum bisa melupakan masa lalunya, lagi pula sudah sering Arkan mengingatkan dirinya bahwa suaminya itu tidak mencintainya, memang benar Kasih dijadikan Arkan sebagai wanita satu-satunya yang akan berada di sampingnya tapi Kasih bukanlah wanita yang menempati hati suaminya.
Tak ingin membuang tenaga dengan rasa cemburu kepada orang yang sudah meninggal Kasih seolah cuek dengan keberadaan foto tersebut, walau tadi ia merasa sedikit sakit, tapi apa boleh buat jika ia protes kepada suaminya dapat di pastikan suaminya itu akan marah karena berani ingin menyingkirkan foto istri tercintanya itu.
__ADS_1
Arkan terbangun karena mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, ia terduduk di ranjang sambil menunggu seseorang yang akan keluar dari kamar mandi tersebut dan benar saja, tidak berapa lama Kasih sudah keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku pikir kamu tidur di kamar Ardi, soalnya aku tungguin gak muncul." Ucap Arkan.
"Maaf mas tadi Ardi lama tidurnya, mas gak mandi? sudah sore loh " Tanya Kasih melihat suaminya yang duduk santai di atas ranjang.
Kasih merias dirinya sedikit agar terlihat lebih segar, ia mengeluarkan tas make-upnya dari dalam kopernya. Sejak ia memasuki kamar ia sudah melihat kopernya sudah berada di sana tapi Kasih tidak berani menyimpan bajunya ke dalam lemari begitu juga menaruh alat make-upnya di meja rias karena meja rias di kamar suaminya telah di penuhi dengan alat make up almarhumah istri pertama suaminya.
__ADS_1
Setelah selesai merias diri, Kasih pergi ke dapur membantu mama mertuanya yang sedang menyiapkan makan malam mereka.
Kini mama Risma sangat bahagia karena dengan adanya Kasih dan anak-anaknya ia sudah tidak merasa kesepian, apalagi dari dulu ia sangat ingin mempunyai anak perempuan, dulu ketika Rena masih hidup ia tidak sedekat itu dengan menantunya. Apalagi Arkan dulu memboyong Rena untuk tinggal di apartemen.
Setelah selesai menata makan malam di meja makan Kasih pergi memanggilkan suaminya. Makan malam yang terasa hangat karena bertambahnya anggota keluarga. Kasih melakukan tugasnya sebagai istri, melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauk untuk Arkan menuangkan minumnya, Arkan merasa seperti raja yang di serba di layani. Berbeda dengan Rena dulu yang tidak melayaninya ketika makan karena Rena berasal dari keluarga yang berada yang terbiasa serba di layani. Rena dan Kasih sangat berbeda, Rena adalah wanita yang terbiasa dengan limpahan kemewahan sehingga ia menjadi perempuan yang manja dan bergantung pada Arkan, sedangkan Kasih sudah terbiasa hidup susah dan mandiri sedari kecil membuat ia menjadi tangguh.
Jangan lupa like, komentar, vote Dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman .
__ADS_1