Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 88"Ternyata dunia ini sempit sekali"


__ADS_3

Kasih sangat terkejut mendengar neneknya mengajak mereka pulang kampung, tak pernah ada rencana Kasih untuk kembali ke kampung setelah bercerai. Tapi ia mencoba memaklumi neneknya yang takut dan cemas melihat Kasih sendirian di Jakarta. Apalagi sekarang ada dua anak yang menjadi tanggungannya ditambah ia yang tidak punya pekerjaan.


"Nek, bukannya Kasih tidak mau pulang kampung, tapi Kasih sudah ada rencana mau buka usaha toko kue di sini. Kasih ingin mencoba peruntungan itu, semoga usaha yang akan Kasih mulai ini bisa membawa berkah untuk kelurga kecil Kasih nek. Nenek doakan Kasih ya." Ucap Kasih.


"Tapi nenek tidak tega meninggalkan kamu sendiri di sini, bagaimana nanti kalau ada apa-apa?" tanya nenek Kasih masih khawatir.


"Insya Allah Kasih baik-baik saja di sini nek, kan ada mba Sarti yang bantuin Kasih." Ucap Kasih.


"Iya nek, nenek gak usah khawatir, Sarti akan membantu mba Kasih dan menjaga kedua anak mba Kasih. Jadi nenek tidak usah takut mba Kasih sendirian, nenek harus tahu kalau banyak kok orang yang saya sayang sama mba Kasih." Sambung Sarti.


Setelah mendengar penjelasan Kasih dan Sarti akhirnya nenek Kasih menyetujui rencana Kasih yang ingin menetap di Jakarta.


Keesokan harinya Kasih sedang pergi ke pasar membeli bahan-bahan untuk memulai usaha toko kuenya, sedangkan Sarti dan nenek Kasih harus menjaga Ardy di rumah.


Ketika sedang asyik bercerita dengan Sarti, ponsel nenek Kasih berbunyi.


"Assalamualaikum Mur, gimana jadi gak kita ketemunya aku sudah di Jakarta ini " Ucap nenek Kasih.


"Jadi dong, makanya aku telepon kamu untuk minta alamat rumah cucumu, biar aku dan menantuku yang datang ke sana." Jawab nenek Murni.


Setelah memberi tahu alamat rumah Kasih, nenek Kasih langsung bersiap-siap untuk menunggu kedatangan sahabatnya itu.


Tak lupa ia merapikan rumah yang sedikit berantakan agar terlihat rapi.


...*****...


Di perjalanan Nenek murni menyuruh supir untuk berhenti di toko kue untuk membeli buah tangan untuk sahabatnya.


Setelah selesai barulah mereka melanjutkan perjalanan, kurang lebih 15 menit mereka sudah sampai di alamat yang di berikan sahabatnya tadi.


"Kita sudah sampai nyonya." Ucap pak supir.

__ADS_1


Kedua wanita itu langsung turun dari mobil kemudian menatap ruko yang ada di depan mereka.


"Kalau di lihat dari alamat yang di berikan sahabat ibu, alamatnya sudah pas sih Bu. Ya sudah ayo kita masuk." Ajak mama Risma.


Setelah sampai di depan pintu mereka mengucapkan salam, dan tidak lama keluarlah dari dalam seorang perempuan yang sudah terlihat tua menyambut kedatangan mereka.


"Walaikumsalam, ayo masuk. Kalian sudah sampai, tidak nyasarkan? Murni sudah lama kita tidak bertemu, aku merindukanmu." Ucap nenek Kasih yang langsung memeluk sahabatnya itu.


Setelah acara melepas rindu usai, nenek Murni tidak lupa mengenalkan menantunya kepada sahabatnya itu. Kemudian nenek Kasih mengajak kedua tamunya masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk, maaf ya Mur rumah cucuku tidak ada Sofanya, gak apa-apa kan kalau duduknya di lantai beralaskan tikar." Ucap nenek Kasih bercanda.


"Ya gak apa-apa, mau duduk di kursi atau di atas tikar gak masalah, yang penting tuan rumahnya ramah dan menerima tamunya dengan baik." Ucap nenek Murni.


Sarti yang sedang di dapur menyiapkan minuman untuk tamu yang datang, nenek Kasih memang sudah memberitahukan Sarti kalau ada sahabatnya yang akan berkunjung.


Setelah selesai Sarti langsung membawa minuman dan cemilan ke depan.


Sarti langsung kaget melihat tamu nenek Kasih itu.


"Lho Sarti kamu kok di sini, kamu sudah tidak kerja sama Kasih lagi ya?" tanya mama Risma yang sama terkejutnya melihat asisten rumah tangga Kasih kini ada di hadapannya.


"Saya masih sama mba Kasih kok, nyonya ngapain di sini?" Tanya Sarti lagi.


"Ini sahabat nenek Sar, kamu kenal mereka?" tanya nenek Kasih.


"Iya nek, mba Kasih juga kenal kok." Jawab Sarti.


"Jangan-jangan cucu yang kamu bilang baru saja bercerai itu adalah Kasih." Tebak nenek Murni.


Nenek Kasih hanya menganggukkan kepalanya tanda tebakan nenek Murni benar.

__ADS_1


"Astaga ternyata dunia ini sempit sekali, aku gak nyangka cucu kamu ternyata Kasih." Ucap nenek Murni yang semakin senang mengetahui Kasih adalah cucu dari sahabatnya.


"Kamu kok bisa kenal Kasih Mur ?" tanya nenek Kasih penasaran.


Melihat sahabatnya yang penasaran nenek Murni mulai menceritakan awal ia bertemu dengan Kasih, terlalu asyik dalam bercerita membuat Mereka tidak menyadari kedatangan Kasih.


"Assalamualaikum" ucap Kasih sembari berjalan memasuki rumah.


Ia sangat terkejut melihat nenek Murni dan mama Risma yang ada di di rumahnya. Karena seingat Kasih, ia belum memberi tahu alamat rumah barunya kepada mereka.


"Loh, nenek sama Tante kenapa bisa tahu rumah barunya Kasih?" tanya perempuan tersebut sambil meletakkan barang belanjaannya.


"Dari nenek kamu Kas, ternyata nenek kamu dan nenek itu sahabatan. Kami janjian ketemuan eh gak taunya ternyata kamu cucunya." Ucap nenek Murni tertawa.


Setelah mendengarkan penuturan dari nenek Murni, Kasih minta izin ke belakang untuk menyimpan barang belanjaannya.


Setelah kepergian Kasih ke belakang mama Risma pamit ingin menyusul Kasih ke belakang meninggalkan dua wanita yang sudah tidak lagi muda itu bernostalgia mengingat masa lalu.


"Kasih kamu lagi ngapain, ada yang bisa Tante bantu?" Ucap mama Risma menawarkan diri.


"Tante, aduh kenapa Tante gak di depan saja. Gak usah Tante nanti Tante capek." Tolak Kasih.


"Masa cuma bantu beresin barang belanja kamu Tante capek, lagian Tante di depan gak ada kerjaan, nenek kamu dan ibu asyik bernostalgia, Tante cuma jadi pendengar Budiman saja, lebih baik Tante ke sini bisa cerita-cerita sama kamu." Tutur mama Risma.


Kasih hanya tersenyum mendengar penuturan wanita tersebut.


"Tante lihat yang kamu belajain ini bahan-bahan membuat kue, kok banyak bangat emang kamu mau ngapain?" Tanya mama Risma yang mulai kepo.


"Kasih mau mulai buka usaha toko Kue Tante, supaya Kasih bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan Kasih dan anak-anak." Ucap Kasih.


Mama Risma salut melihat kegigihan wanita yang ada di depannya itu, ia tak menyangka Kasih bangkit secepat ini. Mama Risma tahu Kasih berusaha kuat, tegar dan bangkit hanya karena memikirkan kedua anaknya. Mama murni bertekad akan membantu mempromosikan toko kue calon menantunya itu kepada teman-temannya.

__ADS_1


"Wah bagus itu, Tante akan bantu kamu mempromosikan kue kamu ke teman-teman arisan Tante, dan Tante akan bilang ke anak Tante kalau ada acara di perusahan biar snacknya dari toko kamu saja. Kalau kamu masih ada yang kurang bilang saja sama Tante, biar Tante bantu." Ucap mama risma.


Jangan lupa like, komentar, vote dan Hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2