Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 234 "


__ADS_3

Di dalam ruang operasi Arkan mendampingi istrinya dengan setia ia menemani Kasih yang sedang menjalani operasi.


"Sayang, kamu kenapa nangis? Jangan takut semua pasti baik-baik saja. Ada aku yang selalu ada di sampingmu.


"Terima kasih ya mas, karena sudah menjadi obat atas luka yang ku terima. Aku bersyukur bisa bertemu denganmu. Aku juga bahagia menjadi pendamping hidupmu. Maafkan aku ya mas atas kesalahanku. Maaf jika aku belum bisa jadi istri yang baik untuk mas." Ucap Kasih.


"Ssssttt.... kamu ngomong apa sih sayang? Kamu gak ada salah sama mas, yang ada mas yang minta maaf karena pernah membuat kamu terluka. Mas bahagia dan bersyukur menjadi suami kamu. Kamu adalah istri dan ibu yang sempurna, terima kasih sudah memilih mas jadi imam kamu. Jadi mari kita berjuang bersama-sama untuk merawat dan membesarkan kelima anak kita." Ucap Arkan menyemangati istrinya.


Oeeek....oeeek....


Terdengar tangisan bayi pertama Arkan dan Kasih, bayi pertama mereka berjenis kelamin laki-laki. Tak berselang lama kemudian terdengar tangisan anak kedua mereka, masih berjenis kelamin laki-laki.

__ADS_1


Dokter kemudian mengangkat bayi yang terakhir dan tersenyum.


"Akhirnya yang ketiga bayinya perempuan pak, Bu. Selamat ya, untuk bapak dan ibu bayi kembar tiganya sudah lahir, anak pertama dan kedua berjenis kelamin laki-laki dan yang ketiga bayinya perempuan. Semuanya lahir dengan sehat dan normal." Ucap Dokter yang menangani Kasih.


Kasih dan Arkan menangis terharu mendengar perkataan sang Dokter. Kini keluarga mereka sudah lengkap dengan kehadiran ketiga buah hati mereka. Arkan mengecup kening sang istri, tak lupa laki-laki itu mengucapkan banyak terima kasih kepada wanita yang sudah bertarung nyawa untuk melahirkan penerusnya.


"Terima kasih sayang, terima kasih banyak karena sudah memberikan aku tiga anak sekaligus. Aku janji akan menjaga dan membahagiakan kamu dan anak-anak kita, aku juga janji tidak akan membeda-bedakan mereka. Aku mencintaimu istriku." Ucap Arkan melabuhkan kecupan di kening istrinya.


"Terima kasih ya Allah, karena kamu sudah memberikan laki-laki yang tulus mencintaiku. Aku akan menjaga dan merawat semua kebahagiaan yang kau berikan ini.Tolong jaga cinta kami, jangan biarkan salah satu di antara kami goyah jika suatu saat nanti ada badai menghantam rumah tangga kami. kuatkan cinta kami, izinkan kami bersama Hingga tua dan hanya maut yang dapat memisahkan kami." Kasih memanjakan doa dalam hati.


"Pak Arkan silahkan bayinya di azankan." Panggil Suster yang sudah selesai membersihkan ketiga bayi tersebut.

__ADS_1


Arkan pamit kepada istrinya, karena ia akan mengazankan ketiga anak mereka. Arkan kembali meneteskan air matanya melihat ketiga buah hatinya yang terlihat mungil. Walau lahir normal tapi ketiga anaknya tidak terlalu besar karena berat badan ketiganya tidak ada yang mencapai tiga kilo. Anak pertama mereka beratnya 2,7 kg, Anak kedua 2,6 kg dan anak ketiga mereka 2,5 kg. Tapi Dokter sudah mengatakan tidak ada masalah, karena berat ketiganya masih normal untuk bayi baru lahir.


Arkan menyapa ketiga anaknya "Assalamualaikum anak-anak papa, terima kasih karena sudah hadir menjadi anak-anak papa dan mama. Kami sangat menantikan kehadiran kalian. Papa dan mama menyayangi kalian." Ucap Arkan dengan senyum yang tak hilang.


Halo teman-teman sepertinya novel Luka yang kau beri ini sebentar lagi akan tamat. Jadi jangan lupa like, komentar vote dan hadiahnya.


Oh iya Author mau cerita.


Sebenarnya author sudah ada rencana buat novel baru, author sudah buat kerangka ceritanya, eh pas tadi author cek sudah tidak ada lagi. karena buku tempat author nulis kerangka cerita, sudah di buat mainan sama anakku, dan ketika author bertanya dengan entengnya dia menjawab "Aku mainin kemarin ma, dan sudah aku sobek dan buang ke tempat sampah."


Sakitnya hatiku ya tuhan, padahal author sudah setengah mati merangkai kata dan tak kira besok itu novel sudah bisa di up. Terpaksa di mulai dari nol lagi.

__ADS_1


__ADS_2