Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 66 "Bukti perselingkuhan"


__ADS_3

Terlihat seorang laki-laki paruh baya sedang sibuk dengan ponselnya, menghubungi seseorang di sebrang sana, orang itu adalah papa Arman yang sedang meminta bantuan temannya yang kebetulan adalah pemilik hotel tempat Raka dan Sheila menginap.


Papa Arman mendapat telepon dari anak buahnya kalau mereka tidak bisa mendapatkan informasi orang yang menginap di hotel tersebut karena itu adalah privasi dan sudah kebijakan hotel. Setelah mengetahui di hotel mana Raka dan Sheila menginap papa Arman langsung menghubungi temannya yang ternyata adalah pemilik hotel tersebut.


Anak buah papa Arman sudah mendapatkan video cctv dari minimarket tersebut dan benar ternyata Raka dan Sheila ada di sana.


Kira-kira setengah jam setelah papa Arman menghubungi temannya, dia langsung mendapat apa yang ia mau, data-data Raka dan Sheila dan beserta cctv yang menunjukkan mereka menginap di sana bahkan menempati kamar yang sama sudah menjadi cukup bukti untuk mereka.


"Terima kasih, kerja kalian bagus saya suka. Nanti kalau saya butuh informasi lagi saya akan hubungi kamu, dan soal gaji Kalian sudah saya transfer, segeralah untuk menceknya saya kasih bonus karena kerja kalian memuaskan." Ucap papa Arman.

__ADS_1


"Siapa pa?" tanya mama Risma sembari meletakkan secangkir teh yang tadi di minta suaminya.


"Anak buah papa ma, mereka sudah mendapatkan bukti perselingkuhan suaminya Kasih. Ternyata benar ma, mereka berselingkuh." Ucap papa Arman memperlihatkan bukti yang dikirim anak buahnya.


"Astaghfirullah, kenapa Zaman sekarang kelakuan orang makin biadab sih pa, apa kurangnya Kasih pa, pria itu sungguh beruntung mendapatkan istri seperti Kasih, dianya saja yang tidak tahu untung. Untung dia bukan anakku, kalau dia anakku tak masukkan lagi dalam perut pa." Omel mama Murni yang emosi.


"Kasih yang tidak beruntung bertemu laki-laki seperti itu, mungkin ini sebagai pelajaran Untuk Kasih agar ia menjadi wanita yang lebih kuat lagi. Papa yakin suatu saat nanti ia akan bahagia bersama orang yang tepat." Ucap Papa Arman.


...*****...

__ADS_1


"Kenapa aku gak kepikiran ya mba." Ucap Kasih mendengar saran dari kakak iparnya.


"Iya Kas, dengan begitu kamu bisa memantau Raka dari rumah kapan saja tanpa ia ketahui." Tutur Sari yang setuju dengan idenya Dini.


"Kalau begitu nanti aku pasang GPS di mobilnya mas Raka mba." Kata Kasih yang terlihat tidak bersemangat.


"Kasih mba tahu kamu lagi hancur bangat, tapi kamu juga jangan terlalu kepikiran dengan ini Kasian anak dalam kandungan kamu kas, dia juga ikut merasakan apa yang kamu rasakan, mba minta tolong jaga kesehatan kamu mba gak mau kamu dan kandungan kamu kenapa-kenapa." Ucap Dini mengingatkan.


"Tapi aku gak bisa mba, rasanya itu sakit bangat mba, nyesek bangat rasanya mba, apa yang harus aku lakukan mba, rasanya aku ingin pergi mba tapi bagaimana dengan anak-anak mba." Tangis Kasih yang kini sudah berada diperlukan Dini.

__ADS_1


"Kamu harus kuat, coba untuk bertahan demi anak-anak mungkin Raka khilaf , coba bicara baik-baik dengan Raka, tanyakan apa maunya. Apa ia masih mau mempertahankan rumah tangga kalian dan melupakan perempuan itu. Kalau ia cobalah memaafkan dan memulai kembali." Ucap Dini menasehati Kasih.


"Aku gak yakin kalau Raka berubah, laki-laki sekali selingkuh bakalan ada yang kedua dan seterusnya, tinggalin saja Kas kamu gak butuh laki-laki yang tidak bisa jaga kesetiaannya. Mba yakin kamu akan dapat pengganti yang jauh lebih baik dari pada buaya darat itu." Ucap Sari.


__ADS_2