Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 156 "Menualah bersamaku"


__ADS_3

"Kenapa kisah cintaku selalu berakhir sakit, kenapa aku tidak bisa bahagia bersama orang yang ku cintai, dulu mas Raka menduakan aku sekarang mas Arkan juga tidak bisa mencintaiku, di hatinya selalu ada Rena. Seberuntung itu kamu mbak Rena, walau kini aku sudah mengantikan posisimu tapi aku tidak bisa mengantikan kamu di hatinya, jangankan mengantikan berbagi tempat sedikit saja dia tidak Sudi. Terlalu sakit rasanya cemburu kepada orang yang sudah tiada. Aisyah istri Rasulullah saja cemburu ketika Rasulullah memuji Khadijah istri pertamanya yang sudah meninggal, apalagi aku mas wanita biasa yang imannya tidak setaat Aisyah. Apa aku memang di takdirkan untuk sendiri? mungkin takdirku tidak di bahagiakan oleh suamiku, dan aku berharap anak-anakku yang akan membahagiakanku." Ucap Kasih meneteskan air matanya.


Arkan yang sebenarnya sudah terbangun sejak Kasih menyentuh rambutnya hanya diam dan berpura-pura tidur agar ia mendengar semua keluh kesah istrinya, hatinya sakit kala mendengar curhatan hati istrinya tanpa sadar ia juga sudah menorehkan luka yang begitu dalam untuk Kasih. Tidak tahan mendengar tangisan istrinya, Arkan membuka matanya, dan mengecup tangan Kasih yang masih membelai pipinya.


Mata keduanya kini saling tatap, wanita yang kini sudah menggeser posisi Rena di hatinya itu masih berurai air mata, tak tahan melihat sang pujaan hati berlinang air mata, Arkan segera menghapus air mata itu "Jangan menangis lagi, maafkan mas yang tanpa sadar sudah menyakiti hati kamu, mas sudah keterlaluan hanya dengan alasan tidak bisa berdamai dengan masa lalu, mas sudah menyakiti hati seorang perempuan yang sudah tulus mencintai mas. Kasih mas mencintaimu sungguh mencintaimu, maaf baru menyadarinya dan satu yang harus kamu tahu, sekarang kamulah pemilik hati ini." Tutur Arkan membawa tangan Kasih ke dadanya.


Kasih dapat merasakan debaran jantung suaminya sama dengan debaran jantungnya, wanita itu menangis kembali karena tidak menyangka kalau Arkan akan menyatakan cintanya, karena Kasih sudah pasrah dan ingin mundur karena mengira ia tidak akan pernah memiliki tempat di hati Arkan.

__ADS_1


Arkan membawa Kasih ke dalam pelukannya, mengelus punggung istrinya yang masih segugukan karena tangisnya.


"Maukah kamu memulai kembali kisah rumah tangga kita dari awal, hanya ada kita dan anak-anak kita kelak, mas tidak bisa menjanjikan kepadamu akan bahagia selalu, karena dalam rumah tangga pasti ada rintangan yang kita lewati, tapi percayalah di hati mas sekarang hanya ada kamu. Menualah bersamaku Kasih." Pinta lelaki itu mendaratkan kecupan di kepala istrinya.


Kasih hanya menganggukkan kepalanya di dalam pelukan hangat suaminya, tangisnya semakin pecah, mendengar pengakuan suaminya.Kasih tidak menyangka hari bahagia itu akan tiba.


Arkan melepaskan pelukannya, menatap wajah cantik istrinya yang sibuk menghapus air matanya. Mata Arkan kini tertuju pada bibir mungil Kasih yang sedari tadi menggodanya, bibir itu seolah-olah memanggil untuk di cicipi.

__ADS_1


Cup.... Arkan menyambar bibir manis istrinya itu.


Kasih yang terkejut, mencubit lengan suaminya "Mas apaan sih, ini rumah sakit tahu tempat dong. Nanti kalau ada yang lihat kan malu," Ucap Kasih mengerucutkan bibirnya.


Tak tahan melihat bibir manyun istrinya, Arkan kembali menyambar bibir itu, kali ini ia tidak hanya mengecup bibir itu, tapi Arkan memperdalam ciuman itu. Kasih juga membalas ciuman suaminya. Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka di balik pintu yang sedikit terbuka.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya.

__ADS_1


Terima kasih teman-teman.


__ADS_2