Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 163 "Hamil"


__ADS_3

Raka dan Sheila kini sedang berada di sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari apartemen mereka. Sheila sedang di periksa oleh seorang dokter, wanita itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Walau sudah sadar tapi ia masih merasa lemas dan pusing.


"Bagaimana Dokter, istri saya sakit apa?" Tanya Raka setelah Dokter selesai memeriksa Sheila.


"Istri bapak baik-baik saja, sebaiknya bapak dan ibu pergi ke Dokter obgyn menurut pemeriksaan saya sepertinya istri bapak sedang mengandung, agar lebih jelas silahkan temui dokter kandungan ini." Suruh Dokter tersebut merujuk Raka dan Sheila ke Dokter kandungan yang ada di rumah sakit tersebut.


Deg....


Mendengar penuturan Dokter membuat Raka terkejut,ia belum percaya kalau Sheila hamil karena selama ini dia tahu kalau Sheila selalu mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Sedangkan Sheila merasa bahagia karena dengan adanya anak di dalam rahimnya akan membuat Raka berpikir dua kali untuk menceraikannya.

__ADS_1


"Mudah-mudahan aku benar-benar hamil,agar mas Raka tidak jadi menceraikanku. Beruntung aku sudah tidak mengkonsumsi pil pencegah kehamilan itu lagi." Ucap Sheila dalam hati.


Setelah pertengkaran hebat Raka dan Sheila yang menginginkan Sheila hamil, wanita itu berpikir kembali apalagi melihat sikap Raka yang mulai dingin kepadanya. Sheila memutuskan tidak lagi mengkonsumsi pil pencegah kehamilan agar ia segera mengandung anak dari Raka, tak apalah dia hamil dan punya anak kalau soal badan setelah melahirkan Sheila berniat akan diet agar tampil cantik kembali yang penting ia bisa mengikat Raka dengan adanya anak. Wanita itu tak ingin berpisah dari Raka karena sia-sia saja pengorbanannya yang sudah di cap pelakor oleh semua orang. Apa kata orang kalau tahu mereka berpisah, semakin banyak yang akan mencaci dan mengejeknya itulah yang ada di pikiran Sheila saat ini.


Sepasang suami istri itu berjalan menelusuri lorong rumah sakit mencari ruangan Dokter kandungan, Raka juga ingin memastikan apa benar dugaan Dokter tadi yang mengatakan kemungkinan Sheila sedang hamil.


Seorang perawat sedang mempersilahkan Sheila untuk berbaring, kemudian perawat tersebut mengoleskan gel ke perut Sheila, Dokter kini sudah memulai memeriksa Sheila.


Selesai di periksa kini Raka menuntun Sheila duduk di hadapan meja Dokter, mereka masih mendengarkan penjelasan Dokter seputar kehamilan. Raut wajah Sheila sangat bahagia berbanding terbalik dengan raut wajah Raka yang datar saja, karena tidak bahagia dengan kehamilan Sheila

__ADS_1


"Kenapa harus hamil,di saat aku sudah tidak ingin mempertahankan pernikahan ini tapi kenapa anak itu harus hadir, sial...." Umpat Raka dalam hati.


Setelah menebus obat di apotik rumah sakit kini keduanya memasuki mobil dan kembali ke apartemen mereka, sepanjang perjalan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya, Raka yang sedang pusing dengan kehamilan Sheila memilih diam dan tak mau berkomentar sedangkan Sheila masih takut memulai obrolan dengan suaminya di tambah keadaannya yang masih lemas dan pusing.


Setelah membuka pintu apartemen Raka dan Sheila masuk ke dalam, Raka mengambil tas kerjanya untuk berangkat ke kantor.


"Istirahatlah, tak usah kerja." perintah Raka.


"Mas aku ingin bica...."

__ADS_1


"Sheila lebih baik kamu diam jangan memancing amarahku." Ucap Raka memperingati.


jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya.


__ADS_2