
Kini Kasih sudah ada di depan perusahaan Arkan, Kasih tidak menyangka kalau keluarga Arkan adalah pemilik perusahaan tempat mantan suaminya bekerja.
"Semoga semuanya berjalan lancar ya Allah kalau bisa jangan pertemukan hamba dengan dua manusia setan itu." Pinta Kasih.
Perempuan itu memantapkan kakinya berjalan memasuki perusahaan dan mendekati meja resepsionis.
"Mba saya mau bertemu dengan pak Rendy ruangannya di mana ya?" tanya Kasih kepada resepsionis tersebut.
"Apa mba sudah membuat janji?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
"Sudah mba, bilang saja saya Kasih yang ingin mengantar pesanan kue untuk acara perusahaan." Jawab Kasih.
__ADS_1
Setelah menghubungi Rendy, resepsionis itu mempersilahkan Kasih untuk datang ke sebuah ruangan yang mana itu adalah ruangan rapat tempat acara berlangsung.
"Kasih bersama satu karyawannya memasuki ruangan rapat yang belum di mulai tersebut. Sudah banyak karyawan perusahan di sana sedang menunggu rapat akan di mulai karena sang bos belum juga muncul.
Salah seorang karyawan yang di hubungi Rendy agar menerima kue yang di bawa Kasih sudah menanti kedatangan mereka.
"Permisi, apa ini ruang rapat tempat acara dilaksanakan?" tanya Kasih.
Mendengar ucapan salah seorang karyawan itu membuat Kasih merasa lega dan menyerahkan Snack yang ia bawa.
"Kalau begitu kami permisi dulu ya mbak." Ucap Kasih pamit dan di angguki karyawan tersebut.
__ADS_1
Tetapi belum sempat Kasih melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, Kasih malah mendengar ucapan seorang perempuan "Jualan kue kamu sekarang, sudah gak makan ya, makanya jangan sok gugat cerai di buat enak di rumah saja gak mau. Gimana enak jadi janda? Dasar murahan." ucap Sheila dengan lantang.
Mendengar ucapan Sheila membuat darah Kasih mendidih ia dengan lantang menjawab ucapan Sheila "Saya jualan kue masih halal dan di bayar sedangkan kamu menyerahkan tubuhmu kepada suami orang secara gratis, Pelac*r saja tidak mau menyerahkan dirinya secara gratis tapi kamu tanpa ikatan yang sah kamu memberikan tubuhmu ini kepada suami orang dan dengan bangganya kamu merasa hebat setelah mendapatkan suami saya. Sorry kita beda level sayang. Saya sudah sedekahkan mantan suami saya untuk kamu. Gak Sudi hidup bersama laki-laki yang suka dengan WC umum, takut bawa penyakit tau sendiri kan di WC umum banyak kuman" ucap Kasih tersenyum licik.
Sheila sudah menahan malu dengan ucapan Kasih, niatnya mempermalukan mantan istri suaminya itu malah menjadi senjata makan tuan. Semua karyawan di perusahan itu mendengar perkataan Kasih ditambah Arkan, Rendy, Raka dan petinggi perusahan lain yang baru memasuki ruangan itu juga mendengar perdebatan kedua perempuan itu.
"Dasar perempuan gila, Kasian bangat kamu mas Raka lebih memilih aku dari pada kamu." balas Sheila.
"Yang gila bukan aku tapi kamu, kamu sudah tahu kalau Raka itu tidak bisa menjadi lelaki yang setia tapi kamu masih saja mau dengannya, jangan bangga jadi yang kedua karena pasti ada yang ketiga dan seterusnya. Jadi selamat menanti rasa sakit yang dulu saya rasakan. Jaga baik-baik suami kamu, jangan sampai di sambar pelakor sebangsa dirimu. Aduh.... kasihan sekali kamu, ingat Karma tidak semanis kurma sayang." Ucap Kasih mencolek dagu Sheila.
Jangan lupa like, komentar, vote dan Hadiahnya ya teman-teman agar author lebih semangat dan rajin up-nya.
__ADS_1
Terima Kasih.