
Hari ini adalah sidang kasus pembunuhan yang di lakukan Sheila. Hari ini juga ia akan bertemu untuk pertama kali dengan Raka setelah ia di tahan karena selama di dalam tahanan suaminya itu tidak datang berkunjung.
Sheila sudah mempersiapkan mentalnya untuk -menghadapi sidangnya, Sheila juga mempersiapkan hatinya karena akan bertemu dengan Raka.
Rasa cinta itu kini sudah memudar mengalahkan rasa penyesalan dan marah, benci, tidak dipungkiri rasa cintanya yang membuat ia berada di tempat ini sekarang.
Rasa sakit hati dan cemburu membuat ia lupa sehingga dengan tega ia menghabisi nyawa seseorang.
Hakim memutuskan Sheila bersalah dan mendapatkan hukuman lima belas tahun penjara, dengan berlinang air mata wanita itu menerima putusan hakim, kini hanya penyesalan yang ia rasakan. Kata andai itu selalu ada di pikirannya selama berada di dalam tahanan menyesali perbuatannya.
Andai aku tidak bekerja di perusahan itu, andai aku tidak tertarik kepada laki-laki beristri dan merusak rumah tangga orang, masih banyak kata-kata andai yang di ucapkan Sheila dalam hatinya.
__ADS_1
Kini masa depannya semakin suram dengan hukuman lima belas tahun penjara, belum lagi tuntutan hukum atas kasus penganiyaan yang ia lakukan kepada Kasih.
Kini Sheila akan di bawa kembali ke penjara, dengan langkah tertunduk ia di giring oleh pihak berwajib karena tak mampu memandang orang yang hadir di sana.
Ketika akan masuk ke mobil tahanan, terdengar suara memanggilnya.
Raka berlari menghampiri Sheila, ia meminta izin untuk berbicara sebentar dengan Sheila.
"Maaf, aku minta maaf. Tapi aku tidak menginginkan ini semua terjadi. Aku hanya ingin kita berpisah saja, bukan seperti ini.
Sheila tolong maafkan aku." Pinta Raka dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
Sheila berbuat nekat seperti ini juga gara-gara dirinya. Jadi pasti ada rasa bersalah di hatinya untuk istrinya itu.
"Untuk saat ini aku belum bisa memaafkanmu . Apa kamu meminta maaf karena takut dengan laporan perselingkuhan yang saya laporkan. Soal perceraian saya sudah setuju, jadi kamu bisa mengurusnya. Kamu benar hubungan kita salah karena berdiri di atas penderitaan wanita lain. Jadi silahkan urus secepatnya agar kamu bisa bebas dariku." Ucap Sheila dengan tatapan bencinya.
"Bukan Shei, aku tulus minta maaf bukan karena takut atas laporanmu. Soal laporan yang kamu ajukan aku akan memenuhi panggilan itu dan akan taat dengan hukum dan untuk perceraian kita, aku akan mengurusnya setelah kamu melahirkan." Ucap Raka.
"Terserah kamu. Satu lagi, tolong ubah hobimu yang suka celap celup sana sini, jangan lagi ada wanita yang menjadi korban akibat kelakuanmu itu. Cobalah untuk setia dengan pasanganmu. Semoga kamu cepat menyusulku karena hukuman menantimu."Ucap Sheila kemudian memasuki mobil tahanan.
Didalam mobil tahanan Sheila menangis mengingat semua perbuatannya, wanita itu sudah sadar apa yang ia perbuat selama ini adalah salah. Seperti yang ia katakan tadi, hubungan mereka berdiri di atas penderitaan orang lain.
"Tuhan memang maha adil, sekarang aku merasakan apa yang di rasakan Kasih dulu. Di selingkuhi saat hamil, bahkan tuhan memberi balasan yang lebih sakit untukku. Kini aku harus menekam di penjara dalam waktu yang lama. Bagaimana nasib anakku nanti?" Guman Sheila.
__ADS_1