Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 204 "Bahagia di tangan orang yang tepat"


__ADS_3

Sepasang suami istri itu kini sedang menikmati makan siang yang sudah di pesan sang asisten, hanya mereka berdua yang menikmati makan siang tersebut sedangkan Rendy memilih untuk makan siang sendiri di kantin perusahaan.


Walau tadi ia di ajak oleh pasangan suami istri itu untuk menikmati makan siang bersama tetapi Rendy menolak dengan halus dengan alasan ingin memberi waktu berdua kepada pasangan bucin itu.


Bukan tanpa alasan ia menolak ikut bergabung dengan sepasang sejoli itu, Rendy hanya menghindari sang nyonya yang sedang berbadan dua, takut-takut wanita yang paling di cintai bosnya itu meminta sesuatu yang tidak-tidak atau Rendy takut salah bicara yang bisa mengakibatkan mood istri bosnya itu berantakan.


Jika hal itu terjadi, dapat di pastikan ia akan kena getahnya. Jadi sebelum hal itu terjadi maka lebih baik ia menghindar, begitulah kira-kira yang ada di otak asisten Arkan tersebut.


Sedangkan di kantin perusahaan sudah dipenuhi dengan para karyawan yang akan mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan.


" Tumben pak Rendy makan siang sendirian, dimana pak bos?" Tanya Dion kepada temannya.


"Iya juga ya, biasanya di mana ada pak Arkan di situ ada pak Rendy, tapi kenapa sekarang pak Rendy sendirian. Kasian bangat sih pak Rendy, sayang bangat itu makan sendirian kenapa cowok sekeren pak Rendy bisa jomblo ya, Ganteng gitu tapi di anggurin!" Seru Nadia tanpa beban.

__ADS_1


Sedangkan Dion sudah terbakar api cemburu, Nadia sang kekasih dengan terang-terangan memuji dan menyayangkan status jomblo asisten bos mereka itu.


"Puji terus, pacarin aja sekalian." Sindir Dion.


"Sepertinya Ada yang terbakar nih, pantesan tadi aku mencium bau gosong, ternyata hatinya Dion yang terbakar api cemburu. ledek Adam membuat semuanya tertawa.


Anton dan Fitri hanya tertawa dan sesekali ikut meledek pasangan itu, sedangkan Nadia merasa bersalah karena mulutnya kelepasan memuji asisten bos mereka. Raka hanya menikmati makan siangnya, tanpa berniat ikut menimpali candaan para rekannya.


Ketika semuanya sedang asyik dengan candaan mereka, Sheila datang dan duduk di samping Raka membuat Raka menghentikan makan siangnya.


Raka yang ingin pergi berpindah tempat duduk langsung di cegah Anton.


"Kamu mau kemana, istri kamu datang bukannya di sayang tapi malah mau di tinggal."

__ADS_1


"Aku perhatikan Akhir-akhir ini kalian jarang pulang barang, masih suami istrikan atau sudah pisah?" Tanya Fitri memancing huru hara.


"Cinta tak selamanya indah dek, cinta juga bisa bikin sakit." Adam menirukan sound yang ada di aplikasi tik t*k membuat semuanya tertawa.


Sedangkan Raka kembali duduk di tempatnya dan Sheila hanya bungkam tak ingin rekannya tahu kalau kehidupan rumah tangga mereka sedang tidak harmonis. Bisa-bisa di bully habis-habisan ia, jika semuanya tahu apa yang terjadi.


"Mas Dion, jangan ngambek dong. walaupun banyak yang lebih ganteng dan keren darimu. tapi hatiku tidak akan berpaling mas, aku bukan wanita murahan mas yang dengan mudahnya menyukai laki-laki lain, apalagi laki orang mas."Sindir Nadia.


"Tahu gak, tadi aku papasan dengan Kasih dan katanya ia ingin mengunjungi pak bos, Kasih bilang dia merindukan pak bos, ada-ada saja yah." Ucap Adam.


"Gimana gak rindu, pak bos romantis dan bucin bangat sama mbak Kasih. Sekarang mbak Kasih bahagia di tangan orang yang tepat." Sindir Nadia.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya. terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2