Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 27 "Mulai akrab"


__ADS_3

Tidak terasa mereka sudah 2 jam duduk di cafe tersebut, Raka dan Sheila saling berbagi cerita sehingga keduanya menjadi akrab, sikap Raka yang tadinya cuek dan dingin mulai menghangat. Ternyata Raka merasa kalau Sheila adalah wanita yang baik dalam mendengarkan orang yang berbicara. Sheila juga wanita yang pintar dan tidak takut mengeluarkan pendapatnya.


"Sheila, kalau di luar kantor kamu jangan panggil saya bapak ya, saya merasa tua bangat." Pinta Raka.


"Jadi saya panggil apa pak?" tanya Sheila


"Terserah kamu, senyaman kamu aja." Ucap Raka.


" Kalau aku panggil mas gimana?" tanya Sheila.


"Bagus, kalau kamu nyaman tidak Masalah."Jawab Raka.


"Baiklah mas Raka." Ucap Sheila tersenyum malu-malu.


Melihat jam yang melingkar di tangannya, Raka kembali teringat dengan istrinya.


"Oh, astaga ternyata kita sudah dua jam berada di cafe ini. Kenapa gak terasa ya Shei, sepertinya aku harus balik Sheila. Kasih tidak ada yang jaga di rumah sakit." Ujar Raka.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas, kita pulang saja lagian ini sudah hampir malam. Kasian mba Kasih sendirian." Ucap Sheila yang pura-pura perhatian kepada Kasih, padahal dalam hati ingin membawa Raka pulang bersamanya.


"Kalau begitu ayo kita pulang biar saya antar." Ajak Raka.


"Gak usah mas, aku pulang naik taksi saja nanti mas repot lagi." Tolak Sheila.


"Gak repot Shei, rumah sakitnya dekat kok dari daerah apartemenmu." Timpal Raka.


"Baiklah mas, kalau mas memaksa. Aku jadi gak enak mas." Ucap Sheila basa-basi padahal dalam hati dirinya teramat senang.


"Kalau begitu tunggu sebentar biar saya bayar dulu minuman kita."Suruh Raka.


"Gak usah Shei, masak mas dibayarin Sama cewek, biar mas saja, mas gak Nerima penolakan." Ucap Raka sambil beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju kasir meninggalkan Sheila yang masih setia memandangnya.


Sheila semakin jatuh hati atas sikap gentleman Raka.


"Oh tuhan, sempurna sekali makhluk ciptaanmu , sudah tampan,pintar ,baik hati dan bertanggung jawab lagi. Gak salah memang aku jatuh hati kepada mas Raka." Ucap Sheila dalam hati.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan bayar membayar Raka kembali ke tempat duduk mereka dan mengajak Sheila kembali.


Didalam mobil mereka tidak sekaku ketika berangkat ke cafe tadi, Sheila dan Raka sesekali bercanda dan mengobrol suasana canggung itu sudah tidak ada lagi.


Raka juga sejenak melupakan masalahnya, dengan kehadiran Sheila dia merasa sedikit terhibur, ternyata Sheila itu orangnya ceria dan perhatian membuat Raka mudah menyukainya.


Raka yang merasa iba kepada Sheila setelah tadi mendengar cerita hidup Sheila, ia ingin Sheila menganggapnya sebagai seorang kakak hingga ia berkata.


"Shei, kalau kamu butuh bantuan apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi mas. Sebisa mas, akan membantu jika kamu ada kesulitan apalagi kamu sendiri tinggal di kota ini." Ucap Raka.


Sheila yang mendengar ucapan Raka merasa dihatinya seperti taman bunga yang bermekaran. itu tandanya Raka sudah tidak membuat dingding yang menjadi jarak di antara mereka.


Dengan cepat Sheila menjawab "Baik mas, tapi aku takut mba Kasih salah paham dan marah." Ucap Sheila.


"Kasih gak akan marah shei, dia itu wanita yang sangat baik apalagi kalau dia tahu kamu hidup sendiri, dia pasti akan menganggap kami sebagai adik." Ucap Raka.


Jangan lupa like dan coment biar author semangat dan rajin up.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca.


__ADS_2