
Anggun sudah berhasil memapah Raka dengan susah payah hingga sampai di luar club malam tersebut. Anggun memanggil sopir taksi yang kebetulan baru saja menurunkan penumpang di sana.
"Pak tolong bantu saya." Panggil Anggun.
Sopir taksi itu kemudian mendatangi Anggun dan membantu memapah Raka yang sudah teler.
Anggun memutuskan memesan taksi untuk mengantar Raka tak mungkin ia membiarkan Raka menyetir dalam keadaan mabuk pasti akan membahayakan Raka, Anggun juga tidak mau mengantarkan Raka pulang dengan menyetir mobil laki-laki tersebut. Anggun juga dalam pengaruh minuman beralkohol walaupun ia masih sadar. Alasan lain Anggun tidak mau mengantar Raka langsung tak lain adalah ia tidak ingin berurusan dengan istri Raka yang akan menimbulkan masalah untuknya.
"Pak tolong antarkan teman saya ke alamat ini, dan tanyakan kepada satpam apartemen itu dimana unit teman saya ini. Jika satpamnya tidak mengenal teman saya ini, tanyakan dimana unit ibu Sheila karena itu nama istri teman saya pak. Jangan katakan kalau saya yang memesan taksi ini kepada istrinya. Bapak bilang saja kalau yang memesan taksi ini teman laki-laki suaminya." Tutur Anggun mencoba mengajak sopir taksi bekerja sama.
"Tapi mbak, baya...." Ucap Sopir taksi gantung.
"Bapak tenang saja, soal bayaran bapak tidak perlu khawatir. Saya akan bayar bapak lebih." Ucap Anggun yang tahu isi otak sopir taksi itu.
__ADS_1
Anggun membuka tasnya dan mengambil dompetnya. Wanita itu mengambil beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan. kemudian Anggun memberikan kepada sopir taksi tersebut.
"Apa itu masih kurang pak?" tanya Anggun.
"Tidak mbak, ini mah lebih dari cukup. Oke saya akan antar teman mbak dengan selamat sampai kepada istrinya." Ucap Pak sopir yang girang mendapat uang lima ratus ribu padahal jarak club dengan alamat apartemen itu tidak terlalu jauh.
Sopir tersebut bergegas memasuki taksinya dan membawa Raka yang sudah tertidur di kursi penumpang dengan sesekali meracau tidak jelas.
"Kalau tiap malam dapat penumpang seperti ini bisa-bisa kaya mendadak gue." Ucap Sopir taksi yang senang mendapat penumpang seperti Raka.
...*****...
Sheila yang sudah tertidur lelap merasa terganggu dengan suara bel yang sedari tadi berbunyi, dengan hati yang kesal karena sudah menggangu tidurnya wanita itu terpaksa turun dari ranjang untuk memastikan siapa yang datang berkunjung tengah malam begini.
__ADS_1
"Dasar tamu sialan, gak tahu aturan. Mau bertamu tengah malam begini. Awas saja kalau tidak ada yang penting." Umpat Sheila yang melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukkan jam dua dini hari.
Sebelum membuka pintu Sheila terlebih dulu mengecek siapa tamu yang datang malam-malam melalui layar touchscreen yang ada di dalam apartemennya. Wanita itu tidak berani membuka pintu sembarangan karena takut itu bukan tamu tapi orang yang berbuat jahat.
Sheila sangat terkejut ketika mengetahui suaminya sedang di antar oleh seorang bapak-bapak, dengan cepat Sheila membuka pintu apartemennya.
" Astaga, apa yang terjadi dengan suami saya pak?" Tanya Sheila.
"Saya sopir taksi mbak, mau mengantar suami mbak. Suami mbak mabuk dan saya di suruh teman suami mbak untuk mengantarnya ke alamat ini." Jawab pak sopir .
"Terima Kasih pak, tolong bapak bawa suami saya masuk." Ucap Sheila.
Setelah meletakkan Raka di sofa ruang tamu barulah sopir taksi itu pamit.
__ADS_1
Sheila yang ingin membuka sepatu suaminya di kejutkan dengan racauan suaminya.
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up lagi.