
Rendy berlari ke ruang UGD setelah ia bertanya di mana pasien yang bernama Kasih korban kecelakaan. Rendy mendapati Arkan yang sedang terduduk di lantai rumah sakit dengan penampilan yang sangat memprihatinkan, lelaki itu menatap kosong ke ruang UGD dimana di dalam sana seorang perempuan sedang berjuang antara hidup dan mati.
Rendy mendekati Arkan, menepuk bahu sahabatnya itu dan membawa Arkan untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang UGD "Kamu yang sabar, harus kuat jangan lemah. Aku yakin istri kamu pasti selamat karena dia adalah wanita kuat, kamu harus menyemangatinya dan jangan lupa berdoa kepada Allah." Ucap Rendy menguatkan sahabatnya itu.
Mendengar kata-kata sahabatnya itu lagi-lagi air mata Arkan terjatuh kembali, lelaki itu kemudian menceritakan kronologi kecelakaan yang di alami Kasih.
"Ren aku melihat dengan mata kepalaku sendiri istriku di tabrak Ren, aku takut ren. Baru saja aku ingin memulai lembaran baru dengannya tapi kenapa harus seperti ini. Aku belum sempat membahagiakan Kasih Ren, selama ini aku hanya menorehkan luka di hatinya. Aku bahkan belum sempat memberitahunya kalau aku sudah mencintainya Ren, apa yang harus aku lakukan Ren, aku menyesal." Tangis Arkan mencurahkan sesak di hatinya.
"Kamu yang tabah dan sabar, kita berdoa agar Kasih selamat, anggap ini adalah ujian sebelum bahagia itu datang menghampiri kalian." ucap Rendy yang tidak tega melihat kondisi sahabatnya itu.
__ADS_1
...*****...
Jika di rumah sakit kedua lelaki itu sedang cemas menunggu Dokter yang sedang menangani Kasih, berbeda dengan keempat orang yang duduk di ruang keluarga yang sudah lelah menanti kepulangan Arkan dan Kasih.
"Risma, kamu hubungi Arkan dan tanyakan kepadanya apa mereka masih lama pulangnya jangan sampai kita menunggu mereka sampai jamuran, eh ternyata mereka lagi asyik kencan dan lupa waktu. Kalau sudah jatuh cinta dunia serasa milik berdua." Suruh nenek Murni.
Mama Risma langsung menghubungi Arkan dan tidak lama teleponnya di angkat, mama Risma langsung mengoceh karena kesal dengan putranya itu.
"Maaf Tante ini Rendy, aku dan Arkan sedang di rumah sakit Tante, karena Kasih mengalami kecelakaan dan sedang di tangani oleh Dokter. Sebaiknya Tante dan keluarga datang kemari dan jangan lupa bawakan pakaian ganti untuk Arkan Tan, karena baju sudah kotor terkena darah Kasih." Rendy sengaja mengangkat ponsel Arkan yang berbunyi karena ia tahu sahabatnya itu sudah tidak ada tenaga untuk berbicara.
__ADS_1
Mama murni shock mendengar berita menantunya itu kecelakaan, apalagi Rendy mengatakan Baju Arkan yang kotor karena darah Kasih, ia bahkan menjatuhkan ponselnya, dan menangis sejadi-jadinya membuat semua orang terkejut.
"Mama kamu kenapa, apa yang terjadi kenapa tiba-tiba menangis?" Tanya papa Arman.
"Kasih pa, kasih...." tangis mama Risma yang tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Kenapa dengan menantu kita, bicara yang jelas. Kamu harus tenang ma." ucap lelaki itu dan menyuruh Bayu mengambilkan segelas air putih.
Setelah istrinya meminum air dan sudah sedikit tenang, barulah papa Arman kembali bertanya apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kasih pa, menantu kita kecelakaan dan sedang di tangani Dokter. Bagaimana ini pa?" Tangis mama Risma kembali pecah di iringi tangis nenek Murni, kini kedua wanita itu menangis pilu membuat papa Arman dan Bayu semakin panik.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.