Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 76 "Memberi tahu orang tua"


__ADS_3

"Apa Kasih sudah melahirkan, bukannya usian kandungan Kasih masih 7 bulan?" tanya papa Adi.


"Kasih mengalami kecelakaan dan terpaksa harus melahirkan secara Caesar, papa dan mama tenang saja Kasih dan bayinya selamat." ucap Rian agar kedua orangtuanya tidak khawatir.


"Baiklah nak, papa dan mama akan segera berangkat dan tolong kirimkan alamat rumah sakitnya." Suruh papa Adi.


"Iya pa, kalau begitu papa dan mama hati-hati di jalan dan tidak usah Khawatir kami semua akan menjaga menantu dan cucu papa." ucap Rian seolah tahu apa yang di pikiran papanya.


Setelah mematikan panggilan telepon dari anaknya, papa Adi segera memberi tahu kepada istrinya agar mereka segera bersiap karena menantu mereka sudah melahirkan.


"Kok bisa pa, kandungan Kasihkan masih 7 bulan?" tanya mamanya Raka.


"Kasih mengalami kecelakaan dan mengharuskan ia di operasi agar keduanya selamat." ucap papa Adi.


Mendengar penjelasan suaminya membuat mama Raka semakin tidak tenang.


"Astaghfirullah, bagaimana keadaan menantu dan cucu kita pa?" tanya mama Raka

__ADS_1


"Alhamdulillah mereka selamat, makanya kita harus bersiap Kasihan Kasih tidak ada orang tua yang mendampinginya di sana, pasti menantu kita sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu sekarang." ucap papa Adi.


Kedua mertua Kasih langsung bersiap agar dapat langsung bertemu dengan menantu dan cucunya, mereka tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Rian memang sengaja tidak memberi tahu orangtuanya agar mereka tidak Khawatir dan Rian berencana akan memberitahu setelah kedua orang tuanya sampai di Jakarta.


...*****...


Arkan yang sudah sampai di rumah segera memasuki rumah, ketika ia melewati ruang keluarga terdengar suara teriakan mama Risma yang terkejut melihat pakaian anaknya berlumuran darah.


"astaga kenapa pakaian kamu berdarah nak, apa yang sudah terjadi?" tanya mama Risma sembari mendekati anaknya.


"Tadi Arkan menolong wanita hamil yang di tabrak lari orang ma, makanya baju aku ada noda darahnya. Tapi mama tenang saja wanita itu sudah selamat begitu juga dengan bayinya. Sudah dulu ya ma tanya-tanyanya, Arkan mau membersihkan diri dulu." Ucap Arkan yang di angguki mama Risma.


"Kenapa ma?" tanya papa Arman.


"Arkan tadi menolong wanita hamil yang di tabrak lari orang makanya bajunya terkena noda darah." ucap mama Risma.


"Terus bagaimana kondisi wanita itu?" tanya papa Arman.

__ADS_1


"Papa kepo deh, kata Arkan wanita dan bayinya selamat." jawab mama Risma.


"Mendengar kalian membicarakan wanita hamil, kenapa ibu teringat dengan Kasih ya." ucap nenek Murni.


"Bu, di dunia ini bukan cuma Kasih saja yang hamil bisa jadi itu orang lain." ucap papa Arman.


"Tapi kenapa sampai sekarang Kasih tidak menghubungi ibu, tadi ibu sudah kirim pesan tapi tidak di balas." Aduh nenek Murni.


"Mungkin saja Kasih sedang sibuk dan belum sempat membalas pesan ibu." ucap mama Risma menenangkan mertuanya.


...*****...


Sementara Kasih sudah mulai sadar, dia membuka matanya secara perlahan daan menyadari dia sedang ada di rumah sakit, dan kemudian ia mengingat kalau tadi ia mengalami kecelakaan.


Pikiran buruk sudah menghiasi otaknya, dengan pelan Kasih meraba perutnya, dan tangis wanita itu pecah setelah mengetahui perutnya sudah rata.


Mendengar tangisan Kasih, Sari dan Dini segera mendekati adik ipar mereka itu.

__ADS_1


"Kamu sudah sadar dek, ada ada yang sakit? tunggu mbak panggil Dokter ya." Ucap Sari.


"Mba bagaimana nasib anakku?" tanya Kasih.


__ADS_2