Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 113 "Seperti anak perawan"


__ADS_3

Mendengar pertanyaan mama Risma membuat Kasih mengerutkan keningnya heran "Mau ke kamar ma, bukannya papa sudah menyuruh kami untuk istirahat." Jawab Kasih dengan polosnya.


" Kenapa Ardi ikut, sudah sana kalian pergi berdua. Mana ada pengantin baru tidur bertiga saat malam pertama." Suruh mama Risma.


"Tapi ma siapa yang jaga Ardi, Kasih belum pernah berpisah saat tidur dengan Ardi." Ucap Kasih merasa sedih.


"Kamu tenang saja biar Ardi tidur sama mama dan papa, kamu tidak usah khawatir mama pasti bisa menjinakkan cucu mama, jadi nikmati malam pengantin kalian " Tutur mama Risma.


"Baik ma, kalau begitu Kasih ke kamar Kasih dulu mau ngambil koper." Ucap Kasih berjalan lesu.

__ADS_1


"Tidak usah ambil koper kamu karena mama dan nenek sudah menyiapkan baju untukmu di sana, jadi segeralah kalian ke kamar. Arkan ajak istrimu ke kamar." Perintah mama Risma


"Tapi ma, Kasih mau pakai baju Kasih saja." Bujuk Kasih, bukan mertuanya yang menjawab Kasih malah dapat teguran dari sang nenek yang memperingatkan cucunya untuk patuh dan menuruti keinginan mertuanya itu.


Arkan langsung menggenggam tangan istrinya dan berlalu dari sana setelah pamit kepada keluarganya, sedangkan Kasih sudah pasrah karena sudah tidak bisa mengelak lagi, ia mengekori suaminya itu sampai ke kamar mereka.


Sesampai di kamar Arkan langsung bergegas membersihkan tubuhnya yang sudah lengket sedangkan Kasih duduk di meja rias menghapus make-upnya "Kenapa aku sangat gugup? bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan bagaimana kalau mas Arkan meminta haknya sekarang, aku harus bagaimana?" Ucap Kasih yang sibuk dengan pikirannya.


Kasih menelan ludahnya ketika melihat Arkan yang hanya mengenakan celana boxernya dengan bertelanjang dada sambil menggosok rambutnya yang basah "Oh tuhan... godaan apa lagi ini, kenapa mas Arkan tampan sekali dengan rambut basahnya itu, apalagi perutnya yang kotak-kotak itu, menggoda imanku saja." Ucap Kasih dalam hati sambil memperhatikan suaminya itu dari pantulan cermin.

__ADS_1


Arkan yang sadar kalau istrinya sedang memperhatikannya tersenyum tipis "Cepat bersihkan tubuhmu, kalau kamu ingin menyentuhnya jangan di pandang terus, aku tahu kamu menginginkannya." Ucap Arkan yang membuat Kasih memerah karena ketahuan memandangi suaminya itu.


Kasih langsung berdiri dari duduknya dan ingin segera beranjak ke kamar mandi tapi sial kakinya terantuk meja rias yang membuat wanita itu meringis kesakitan. Melihat Kasih yang kesakitan Arkan langsung mendekat dan memastikan istrinya tidak terluka "Kamu hati-hati kalau mau jalan, apa kamu terluka?"


"Tidak mas, gak luka kok. Aku mau mandi dulu. Ucap Kasih yang sudah menahan malu, karena salah tingkah.


"Tunggu dulu, kamu mau mandi tapi kamu tidak membawa bajumu, ambil sana di lemari mama sudah menyiapkan pakaianmu." Suruh Arkan.


Kasih segera mengambil baju dari lemari tanpa melihat baju apa itu karena hanya baju itu yang ada di sana, kemudian ia berlari memasuki kamar mandi, yang membuat Arkan tidak habis pikir melihat Kasih yang salah tingkah dan malu-malu "Kasih kamu ini seperti anak perawan yang belum pernah di apa-apain, padahal buntutnya sudah dua. Bukannya ini sudah biasa baginya. Ucap Arkan sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman


__ADS_2