Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 13 "Kamu bukan tipeku"


__ADS_3

Pagi ini di dalam apartemennya seorang perempuan tengah sibuk merias diri untuk menunjang penampilannya, dia sudah membulatkan tekadnya agar sang pujaan hati terpikat padanya, tak peduli dengan status sang pujaan hati yang sudah beristri yang penting dia bisa mendapatkan lelaki yang sudah membuatnya jatuh hati walaupun dengan menghancurkan hati wanita lain tanpa dia sadari inilah awal kehancuran hidupnya. Seperti kata pepatah apa yang kau tanam itulah yang kau tuai.


Hasrat untuk memiliki Raka sangat besar, apapun jalan akan di tempuh Sheila asal bisa mendapatkan Raka, termasuk merusak rumah tangganya. Sheila seolah tak peduli akan karma yang akan dia terima, saat ini hal yang ada di otaknya adalah hidup bahagia bersama Raka hingga Sheila tidak menyadari akan sangsi sosial yang akan dia hadapi di kemudian hari dengan predikat sebagai pelakor.


Di dalam kamarnya Sheila sedang berdiri di depan cermin menelisik penampilannya apakah masih kurang atau sudah pas. Blouse beraksen pita dengan rok di atas lutut tak lupa sepatu high heels yang menambah indah penampilannya. Sambil tersenyum Sheila berputar di depan cermin sambil berkata " Wah, kamu memang indah Sheila. kamu sangat cantik hari ini. Apakah kamu sudah siap menaklukkan hatinya Raka ?" ucap Sheila pada dirinya sendiri.


Setelah merasa penampilannya sudah cukup, Sheila kemudian bergegas pergi kekantor. Sheila sudah tidak sabar ingin melihat pujaan hatinya walaupun saat ini dia hanya bisa memandang tanpa menyentuh tapi tak mengapa karena sebentar lagi dia tidak hanya dapat menyentuh tapi memilikinya.


20 menit kemudian Sheila sampai di kantor dia langsung menuju lift untuk mencapai ruangannya, pucuk dicinta ulam pun tiba sepertinya hari ini semesta sedang berpihak padanya. Karena di depan lift dia juga melihat Raka yang sedang berdiri sendiri, tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Sheila segera beraksi dia segera mengambil Kaca di tasnya kemudian dia melihat penampilannya terutama wajahnya, setelah merasa dirinya cantik dia segera berjalan dan berdiri di samping Raka.


"Selamat pagi pak Raka!" ucap Sheila selembut mungkin.


Mendengar Ada seseorang yang mengucapkan salam kepadanya, Raka menoleh dan mendapati Sheila yang sudah berdiri disampingnya dengan senyum manisnya. Raka memang tidak melihat kedatangan bawahannya tersebut karena dia sedang asyik dengan gawainya.


"Selamat pagi juga Sheila" balas Raka setelah itu dia kembali sibuk dengan ponselnya.


Sheila yang melihat Raka kembali fokus pada ponselnya berusaha memulai obrolan mereka supaya dia bisa lebih akrab dengan Raka.


"Pak saya belum sempat Lo berterimakasih kemarin atas traktiran bapak karena bapak buru-buru pulang. Terima kasih ya pak atas traktiran bapak. Jadi sungkan saya pak karena tadi malam lupa mengucapkan terima kasih."ucap Sheila.


"Gak usah berterima kasih itu kan memang sudah janji saya, sudah biasa kok kami seperti itu bila ada yang sedang mendapat kabar bahagia atau rezeki yang lebih. Mungkin karena kamu masih baru makanya belum terbiasa nanti juga jadi terbiasa." Tutur Raka.


Setelah lift yang mereka tunggu terbuka Meraka masuk ke dalam dan tak ada lagi obrolan diantara mereka, karena setelah menjawab ucapan terima kasih Sheila Raka masuk tetap fokus kepada ponselnya tanpa peduli dengan Sheila yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Sedangkan Sheila hanya pasrah karena dia sudah berusaha membuka obrolan diantara mereka tetapi Raka tetap cuek padanya.


"Sabar shei, ini masih awal kamu gak boleh patah semangat masih banyak jalan menuju Roma. Kalau cara ini gagal masih banyak cara yang lain." ucap Sheila dalam hatinya.


Sesampai di lantai ruangan divisi keuangan Raka langsung berjalan meninggalkan Sheila, dia bergegas ke ruangannya tanpa menunggu Sheila. Sedangkan Sheila yang di tinggalkan hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar karena harus sabar menghadapi Raka yang cuek, dia harus menunggu melihat kelemahan Raka baru dia mulai pelan-pelan masuk merayu atasannya tersebut.


"Sekarang kamu boleh cuek padaku Raka, tapi lihat saja nanti. Aku akan buat kamu bertekuk lutut di hadapanku. aku akan buat kamu tergila-gila kepadaku dan lupa akan anak dan istrimu. Sebentar lagi kamu akan jadi milikku sayang." Sheila tersenyum sinis sambil menatap kepergian Raka.


Tanpa Sheila sadari Dion sudah ada di sampingnya dan berbisik kepada Sheila.


" Kenapa senyum-senyum sendiri, nanti di kira ODGJ loh cantik-cantik kok kurang waras. Sayang atuh neng." Goda Dion


Sheila yang terkejut replek menepuk lengan Dion "Dion... kamu bikin orang jantungan aja." ucap Sheila.


"Jangan GR jadi orang, kamu bukan tipeku." Jawab Sheila pergi meninggalkan Dion.


"Sadis bangat jadi cewek, mulutnya pedas bangat seperti bon cabe." Gerutu Dion


Sedangkan di belakang Dion sudah ada teman-temannya yang lain tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Sheila.


"Makanya jadi orang jangan sok ok deh. tampang pas-pasan aja kelakuan selangit. sok-sokan gombalin orang." ucap Nadia dengan senyum mengejek.


"kayak ada yang ngomong tapi kenapa gak keliatan orangnya ya, jangan- jangan Kunti lagi. aduh... kabur aja lah." Ejek Dion pada Nadia.

__ADS_1


"Apa Lo bilang, gue lo bilang Kunti lo tu buaya darat kerjaannya gombalin cewek terus." ucap Nadia yang mulai emosi sedangkan Dion sudah berlalu dari sana.


"Sudah gak usah ribut masih pagi udah darah tinggi aja anak perawan. Jangan-jangan kamu juga pengen di gombalin sama Dion ya Nad ?" goda Adam.


"Najis, Amit-amit gue di gombalin buaya modelan Dion." ucap Nadia sewot.


"Awas Lo nanti benci jadi cinta" ucap Anton sambil tertawa.


Melihat teman-temannya yang mulai mengejeknya Nadia segera pergi meninggalkan Adam dan Anton yang masih tertawa melihat wajah kesal Nadia.


Sementara Sheila sudah sibuk dengan kerjaannya, setelah menyelesaikan tugasnya dia harus meminta tanda tangan Raka sebagai manager keuangan. Sebelum pergi menemui Raka dia pergi ke toilet dulu untuk memperbaiki penampilannya.Dengan semangat dan hati yang berbunga dia mulai memperbaiki penampilannya mulai dari rambut, baju, tak lupa dengan make up-nya, Sheila menambah perona bibirnya agar lebih hot serta tak lupa menyemprotkan parfum ke badannya.


Setelah merasa cantik Sheila kembali ke meja kerjanya dan mengambil berkas yang akan ditanda tangani Raka. Sesampai di depan ruangan Raka dia mulai mengetuk pintu.


Tok... tok...tok...


"Siapa?" tanya Raka


" Sheila Pak" jawabnya.


"Silahkan masuk shei." ucap Raka


Setelah mendengar perintah sang atasan yang menyuruhnya masuk, Sheila kemudian membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan Raka dengan langkah yang di buat seanggun mungkin barang kali sang pujaan hati terpikat dengan penampilannya.

__ADS_1


__ADS_2