Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 230 "Memaafkan"


__ADS_3

Hari ini Arkan, Kasih dan pengacara mereka akan pergi rutan tempat Sheila di tahan. Kasih meminta untuk bertemu dengan Sheila, walau Arkan melarang tapi akhirnya luluh juga dengan penjelasan sang istri.


Kasih berusaha menjelaskan kepada suaminya, apa alasan ia ingin bertemu dengan Sheila.


flashback on


"Sayang mas sudah menyetujui keinginanmu untuk mencabut tuntutan kita terhadap Sheila, kenapa kamu ingin bertemu dengan wanita itu." Ucap Arkan yang tidak habis pikir dengan istrinya.


Jika kebanyakan orang akan senang karena orang yang membuat hidupnya berantakan mendapatkan hukuman, maka berbeda dengan istrinya yang merasa iba dan tak ingin orang itu di hukum.


"Aku hanya ingin berdamai dengan masa lalu mas, semua yang terjadi pada kehidupan aku di masa lalu itu sudah menjadi garis takdir yang harus aku lalui. Aku ingin menjalani hidupku tanpa ada rasa dendam dan benci di hati. Aku ingin memaafkan orang-orang yang sudah menyakitiku, karena tak ada gunanya membenci mas kita yang akan rugi karena hidup dalam kebencian. Lagi pula Sheila sudah meminta maaf, jadi apa salahnya menjenguknya. Sebagai perempuan aku ingin memberi semangat untuknya apalagi sekarang dia sedang terpuruk." Tutur Kasih panjang lebar.


Arkan tersenyum melihat betapa tulus hati istrinya yang sudah bisa berdamai dan memaafkan orang yang berbuat jahat kepadanya. Arkan akhirnya menyetujui keinginan Kasih karena apa yang di katakan istrinya benar, hidup dalam kebencian tidak akan membuat kita bahagia.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu boleh menjenguk Sheila. Tapi kamu tidak boleh pergi sendirian. Mas akan ikut." Ucap Arkan masih sedikit ragu jika istrinya berhadapan dengan Sheila.


"Terima kasih sayang." Ucap Kasih memberi hadiah kecupan di pipi arkan karena sudah menyetujui keinginannya.


"Tidak semudah itu sayang, kamu harus membayar semua permintaan kamu tadi. Karena tidak ada yang gratis di dunia ini." Ucap Arkan kemudian membawa istrinya ke ranjang mereka.


Malam itu terjadilah acara kunjungan Arkan untuk menemui buah hatinya.


Kini Arkan, Kasih dan pengacara mereka sudah sampai di rutan tempat Sheila di tahan, mereka sedang menunggu penjaga tahanan untuk memanggilkan Sheila.


Kasih tampak tak sabar ingin menemui wanita yang pernah menorehkan luka yang sangat dalam di hidupnya itu. Tak lupa Kasih membawa beberapa makanan dan buku sebagai oleh-oleh untuk Sheila.


Sedangkan di dalam tahanan Sheila sangat terkejut karena ada yang datang mengunjunginya, padahal om dan tantenya baru kemarin datang dan sudah berpesan mereka akan kembali berkunjung dua Minggu lagi.

__ADS_1


"Siapa yang ingin menemui saya Bu?" Tanya Sheila kepada petugas rutan.


"Namanya pak Arkan dan ibu Kasih." Jawab petugas rutan tersebut membawa Sheila ke ruangan dimana Kasih dan Arkan sudah menunggu.


Sheila masih bertanya-tanya ada apa Kasih ingin menemuinya, apa mungkin mereka ingin membicarakan kasus penganiyaan tersebut tapi kenapa repot-repot sampai datang ke rutan, bukannya bisa di urus pengacara begitulah kira-kira pemikiran Sheila.


"Silahkan masuk." Suruh petugas tersebut.


Sheila memasuki ruangan tersebut, ia melihat ada tiga orang di dalam sana. Seorang laki-laki paruh baya yang kemungkinan adalah pengacara mereka, ada Arkan yang menatapnya dengan datar dan yang terakhir ada Kasih, wanita yang sudah ia rusak hidupnya dengan merebut suami dan ayah dari anak-anaknya sedang menatapnya dengan senyuman.


"Halo, apa kabar Sheila."


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya ya teman.

__ADS_1


__ADS_2