Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 173 "Mas bucin"


__ADS_3

Arkan kini sedang menikmati pemandangan di depan matanya, lelaki itu baru bangun dari tidurnya karena terganggu dengan sinar matahari yang masuk melalui celah gorden. Arkan memandangi kecantikan sang istri yang masih tertidur lelap di sampingnya, tangan kekar Arkan merapikan rambut Kasih yang menutupi cantiknya wajah wanita itu.


Dipandanginya wanita yang kini menjadi pemilik hatinya itu.


"Cantik" ucap Arkan.


Wajah natural sang istri tanpa polesan make up tidak kalah cantik ketika sang istri sedang memakai riasan. Dalam hati Arkan bersyukur di pertemukan dengan wanita seperti Kasih selain cantik wajahnya cantik juga hatinya.


Tak bosan-bosan lelaki itu memandangi pujaan hatinya, bahkan kini tangannya sudah mengelus wajah nan halus itu,tak lupa Arkan mendaratkan beberapa kecupan di wajah itu sehingga membuat Kasih mulai terganggu.


"Mas, sudah lama bangunnya?" Tanya Kasih dengan suara serak khas bangun tidur.


Arkan hanya menganggukkan kepalanya dan terus melanjutkan aktivitasnya mengelus pipi sang istri.


"Kenapa mas gak bangunin aku ?" Tanya Kasih lagi.


"Gak tega bangunin, kamu tidurnya lelap bangat sayang." Jawab Arkan.

__ADS_1


"Oh...." Jawab Kasih.


"Morning kissnya mana," pinta Arkan sembari memonyongkan bibirnya.


Cup...


Kasih dengan cepat mengecup bibir suaminya. Setelah pulang dari rumah sakit, Arkan memang selalu meminta morning kiss setiap pagi, mau tidak mau Kasih harus melakukannya kalau tidak nanti mas bucinnya itu merajuk.


Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu masih asik bermalas-malasan di atas tempat tidur, apalagi hari ini akhir pekan membuat Arkan tidak masuk kerja. Lelaki itu hanya ingin menghabiskan waktu sebentar dengan sang istri sebelum Dara datang merecoki mereka.


"Halo selamat pagi ini siapa?" Tanya lelaki itu Karan nomor si penelepon tidak ada tersimpan di kontaknya.


"Halo selamat pagi pak, ini saya Raka. Saya ingin bertemu dengan Anak-anak, apa bisa hari ini saya bertemu dengan mereka?" Tanya Raka sopan.


"Oh bisa, silahkan datang ke rumah saya. Jam berapa kamu datang." Jawab Arkan.


Setelah telepon mati Arkan kembali memeluk sang istri dan melabuhkan beberapa kecupan di kening Kasih.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Kasih penasaran.


"Mantan suami kamu sayang." Jawab Arkan membuat Kasih heran, karena tumben suaminya itu mau berurusan dengan Raka.


"Ada masalah apa mas?" Tanya Kasih yang takut Raka mencari masalah lagi.


"Tidak ada masalah apa-apa sayang, sebelum kamu kecelakaan Raka pernah meminta ingin bertemu dengan anak-anak dan mas mengizinkannya. Hari ini di menghubungi mas dan ingin bertemu dengan anak-anak." Tutur Arkan.


"Ma yakin dia tidak akan buat masalah, Aku takut mas." ucap Kasih yang ragu akan kedatangan mantan suaminya.


"Mas yakin tidak akan terjadi apa-apa, Raka adalah ayah kandung mereka sayang. Tidak baik menghalanginya untuk bertemu dengan anak-anak selama dia tidak berbuat macam-macam. Dara dan Ardy anak kandungnya tidak mungkin ia berniat tidak baik kepada darah dagingnya, mas tahu dia pasti merindukan kedua anaknya." Ucap Arkan berusaha meyakinkan sang istri.


Setelah mendengar penjelasan sang suami akhirnya Kasih mau memberi izin Raka bertemu dengan anaknya. Lagi pula ia masih bisa mengawasi Raka dan anak-anaknya karena mantan suaminya itu berjanji tidak membawa anak-anak keluar rumah.


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya.


Author gak bisa janji up lagi nanti malam, tapi kalau sempat author up karena sekarang author lagi rempong di dunia nyata. Menghadapi anak yang sedang sakit. Kakaknya Sakit, adiknya lagi rewel karena tumbuh gigi. jadi otak author tidak bisa menghayal di dunia halu, yang sudah jadi emak-emak pasti tahu rasanya kalau anak lagi sakit, mana dua"nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2