
Kasih merasa ada yang aneh sehingga mengusik tidurnya, dengan perlahan ia membuka matanya. Seketika Kasih melotot, melihat Raka yang sedang asyik menciumnya.
Kasih sekuat tenaga mendorong suaminya hingga Raka terpaksa melepas tautannya dengan sang istri.
"Sayang kenapa mas di dorong?" tanya Raka.
"Mas apa-apaan sih, bikin kaget orang." Ucap Kasih ketus.
"Maafin mas ya, tadi mas udah berusaha bangunin kamu, tapi kamu tidurnya pulas bangat, terus tu bibir menggoda makanya mas sosor, orang tu bibir milik mas, semua yang ada pada dirimu milik mas sayang." Tutur Raka.
"Tapi aku gak suka. Aku masih marah sama mas, tega bangat biarkan aku sendiri disini." Ucap Kasih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Semenjak hamil anak kedua mereka, Kasih memang lebih sensitif, moodnya berubah-ubah.
Kadang manja, kadang suka marah tiba-tiba, nangis tiba-tiba dan satu lagi semenjak dia hamil dia kadang-kadang membenci suaminya, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba dia merasa kesal pada Raka.
__ADS_1
Melihat Kasih yang sudah mulai ingin memulai drama tangisnya, Raka langsung teringat akan pesanan istrinya tadi. Raka segera mengambil makanan yang tadi dia letakkan di meja, dan menyerahkannya kepada sang istri dan terbukti cara itu mampu mengatasi rasa kesal dan marah Kasih kepadanya.
Melihat apa yang di bawa suaminya, Kasih yang tadinya ingin menangis langsung tersenyum senang karena makanan yang dia inginkan sudah ada di depan mata.
" Ini mas bawa pesanan kamu" ucap Raka.
"Wah... makasih mas, wanginya enak banget. Ayo mas kita makan bersama, aku mau di suapin sama mas." Pinta Kasih.
Raka hanya dapat mengiyakan permintaan sang istri, sebenarnya rasa capek sudah menyerangnya tapi jika ia menolak pasti istrinya akan menangis dan membuat masalah bertambah panjang.
*****
"Oh tuhan... kenapa disaat seperti ini harus ada rapat dadakan, mana si Fitri sudah cuti melahirkan lagi. Jadi repotkan, aku harus segera menunjuk asisten manager baru selama Fitri cuti." Ucap Raka pada dirinya sendiri.
Fitri memang menempati posisi sebagai asisten manager keuangan bahkan sedari Raka belum menjabat jadi manager, dan sekarang Fitri mengajukan cuti melahirkan.
__ADS_1
Raka sampai di kamar inap Kasih dengan napas yang ngos-ngosan, sedangkan Kasih dan ibu mertuanya menatap heran Raka.
"Mas kenapa, kok ngos-ngosan kayak habis lomba lari?" Tanya Kasih.
"Mas takut kamu marah, kalau mas terlambat." Ucap Raka.
" Kamu belum terlambat kok nak, emang kerjaan kamu banyak ya, makanya terburu-buru gitu?" tanya ibu Dewi.
"Iya Bu, tadi ada rapat dadakan terus asisten keuangan kami juga sedang cuti melahirkan makanya aku jadi double repotnya." Tutur Raka.
"Mba Fitri udah cuti mas?" tanya kasih.
" Iya sayang, makanya aku gak ada yang bantu. Kerjaan jadi keteteran deh." Asuhnya pada sang istri
" Ya udah, kamu cari aja pengganti mba Fitri untuk sementara."Suruh Kasih.
__ADS_1
"Iya sayang, besok aku bakal cari pengganti Fitri untuk sementara." Ucap Raka.
Ya sudah, mas kebagian administrasi dulu ya sayang mau menyelesaikan pembayaran rumah sakit supaya kita bisa segera pulang, mas sudah rindu ingin bermain dengan Dara." ucap Raka.