
"Astaga.... Risma lihat kelakuan anakmu ini, istri sedang sakit masih sempat-sempatnya ia meminta jatah." Ucap nenek Murni menjewer telinga Arkan.
"Aduh sakit nek, siapa yang minta jatah nek, ini namanya minta DP nenekku sayang." Ucap Arkan sembari memegangi telinganya yang di jewer sang nenek.
"Biarin saja Bu, namanya juga lagi kasmaran, lagi sayang-sayangnya pasti gak kenal tempat dan waktu itu." Ucap mama Risma yang membela anaknya.
Arkan tersenyum melihat mamanya membela dan memihaknya, sementara Kasih sudah memerah wajahnya seperti kepiting rebus menahan malu karena terciduk mama Risma dan nenek Murni bahkan wanita itu tidak berani menatap keduanya.
"Lihat istri kamu sudah malu, makanya tahu tempat, setidaknya pastikan pintu terkunci." Goda nenek Murni yang membuat Kasih semakin malu seolah ingin menghilang dari sana.
"Sudah-sudah gak usah di bahas lagi, Arkan ini mama bawakan sarapan untukmu dan baju ganti. Jangan lupa sarapan, nanti kamu sakit siapa yang akan menjaga menantu mama." Ucap mama Risma mengingatkan.
__ADS_1
Setelah selesai menyuapi Kasih, Arkan membersihkan tubuh istrinya, mama Risma sudah menawarkan bantuan untuk membersihkan tubuh Kasih dan menyuruh Arkan untuk sarapan dan mandi saja tetapi Arkan tidak setuju, jangankan mamanya perawat di rumah sakit saja tidak ia izinkan membersihkan tubuh sang istri.
Mama Risma dan nenek Murni hanya menggelengkan kepala melihat sikap Arkan yang terlalu posesif kepada Kasih.
"Dulu dingin seperti gunung es, sekarang sudah meleleh dan bucin akut sama istri. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Sepertinya kita harus siap menghadapi tingkah Arkan ke depannya Bu." Ucap mama Risma yanga bahagia melihat perubahan dari Arkan.
"Kamu benar ris, sepertinya tidak lama lagi kita juga akan menambah anggota keluarga, semoga Allah selalu menjaga cinta mereka dan rumah tangga mereka selalu diliputi kebahagiaan." Ucap nenek Murni sembari mendoakan Arkan dan Kasih.
Kini keduanya hanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sesekali memakan cemilan yang mereka bawakan ketika menjaga Kasih. Sedangkan Arkan tidak peduli dengan kedua orang tersebut, lelaki itu tetap melanjutkan kegiatannya membersihkan tubuh sang istri, menganti pakaian dan menyisir dan mengikat rambut panjang Kasih.
Semuanya tidak luput dari pantauan mama risma dan nenek Murni, sampai-sampai televisi yang mereka nyalakan tidak di tonton lagi karena ada live streaming yang lebih romantis di depan mata melebihi romantisnya Drama Korea.
__ADS_1
"Sepertinya cocok di buat series ya Bu," ucap mama Risma mengambil sejumput Snack yang di pegang mertuanya.
"Iya ris, kira-kira judulnya apa ya?" tanya nenek Murni kepada menantu tersayangnya itu.
"Si gunung es yang mencair" Jawab mama Risma membuat keduanya saling menatap dan menahan tawa.
"Mencair karena pemanasan global kali," canda nenek Murni semakin membuat mereka menahan tawa.
Kasih harus menebalkan muka di hadapan nenek dan mama mertuanya karena kelakuan suaminya yang terlalu berlebihan, tetapi Kasih bersyukur melihat Arkan yang sudah berubah dan tidak sedingin dulu lagi, dalam hati perempuan itu berdoa semoga suaminya itu juga sudah bisa melupakan masa lalunya.
Hanya itu yang masih mengganjal di hati Kasih, tetapi ia sudah bertekad tidak ingin tidur dikamar suaminya yang di penuhi dengan kenangan dengan istri pertama Arkan.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.