Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 133 " Seperti singa"


__ADS_3

Setelah melihat pertengkaran anak dan menantunya tadi pagi, Arman tidak rela kalau sampai rumah tangga anaknya itu berantakan, sangat sulit mendapatkan menantu sebaik Kasih. Anaknya saja yang bodoh tidak bisa melihat betapa beruntungnya ia menjadi suami Kasih.


Ketiganya sudah sepakat memberi pelajaran kepada Arkan melalui Bayu, sekarang tinggal meyakinkan Bayu keponakannya untuk mau bekerja sama.


Arkan sudah sampai di rumah sore hari karena tidak bisa fokus bekerja ia memutuskan pulang lebih awal biasanya ia sampai di rumah sekitar jam 7 malam. Sesampainya di rumah lelaki itu bukannya lega tapi bertambah khawatir karena ketika ia memasuki kamarnya tidak ada sang istri di sana, Arkan mencari Kasih ke kamar kedua anaknya juga tidak ada, dengan cepat Arkan mencari mama dan neneknya untuk menanyakan keberadaan istrinya.


Hati Arkan semakin resah setelah menemui kedua wanita itu, bukannya membantu atau memberitahu keberadaan Istri dan anak-anaknya ia malah mendapat ceramah dari kedua wanita yang ia sayangi itu.


Arkan sudah menyisir seluruh rumahnya tapi tidak menemukan yang ia cari di tambah Sarti yang ikutan menghilang, menambah pikiran buruk di otaknya.

__ADS_1


"Astaga, jangan-jangan Kasih minggat karena pertengkaran tadi pagi." ucap Arkan menyambar kunci mobilnya yang berada di atas nakas.


Kini Arkan sedang ada di dalam mobilnya yang menuju ke arah ruko tempat Kasih berjualan, Arkan benar-benar takut Kasih pergi meninggalkannya. Karena Arkan akui Kasih memang istri yang nyaris sempurna, dan Arkan merasa seperti di hargai, di layani dengan baik oleh wanita itu. Rena saja dulu tidak pernah memperlakukannya seperti Kasih memperlakukannya, biasanya semua kebutuhan Arkan di siapkan oleh Asisten rumah tangga mereka, bahkan Rena tidak pandai memasak dan melayaninya di meja makan.


Rena adalah wanita yang sangat manja, anak tunggal dari keluarga yang cukup berada. Tapi Arkan tidak mempermasalahkan semua itu, justru sikap manja Rena yang membuat lelaki itu jatuh hati. Bahkan Arkan tidak masalah jika Rena menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang mewah yang di gilai para wanita.


Sedangkan Kasih berbanding terbalik dengan Rena, Arkan mengira Kasih akan bergantung kepadanya dan takut kehilangannya. Nyatanya Kasih tidak takut bahkan mengultinatum Arkan akan meninggalkan Laki-laki itu.


Arkan keluar dari mobilnya dan melihat pengunjung sangat ramai di toko kue istrinya itu, Arkan berlahan memasuki toko tersebut dan menghampiri sang istri yang sibuk di balik meja Kasir. Kasih yang sibuk melayani pembeli tidak menyadari kedatangan suaminya, sehingga membuat Arkan sedikit kesal.

__ADS_1


"ekhmmm...." Arkan sengaja berdehem agar Kasih melihatnya dan terbukti Kasih melihat ke arahnya.


Kasih terkejut melihat suaminya ada di hadapannya sekarang, tapi sebisa mungkin ia bersikap cuek pada Laki-laki itu dan kembali melayani pembeli tanpa menyapa Arkan. Melihat istrinya yang cuek terhadapnya dapat di simpulkan wanita itu masih dalam mode marah, ternyata benar apa yang di katakan asistennya bahwa Arkan butuh tenaga ekstra untuk meluluhkan hati istrinya.


"Dimana anak-anak sayang? aku sudah merindukan mereka." tanya Arkan sengaja mengucapkan kata sayang untuk pertama kalinya. Siapa tahu istrinya itu luluh mendengarnya.


"Di atas" jawab Kasih singkat.


Arkan yang sudah mati kutu dengan jawaban singkat padat jelas istrinya segera menaiki tangga untuk menemui anak-anaknya.

__ADS_1


"Ternyata kamu kalau marah menakutkan seperti singa yang siap menerkam mangsanya." ucap Arkan dalam hati


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2