
Sedangkan Raka kini Sudah sampai di rumah, ia memasuki rumah dan hanya menemukan Dara dan Sarti yang sedang asyik menonton televisi.
Dara yang melihat papanya kembali langsung berlari menghampiri raka.
"Papa sudah pulang hore...." ucap anak itu yang kini sudah ada di gendongan Raka.
"Iya sayang, mana mama kok cuma berdua sama mba Sarti?" tanya Raka yang dari tadi tidak melihat istrinya.
"Mama pergi pa." Ucap Dara.
Mendengar ucapan putrinya Raka langsung menanyakan kemana istrinya itu pergi, dan ada urusan apa karena biasanya Kasih tidak mau meninggalkan Dara kalau bukan dalam keadaan penting.
"Mba tadi istri saya pamit mau kemana dan bertemu siapa?" tanya Raka penasaran.
__ADS_1
"tadi pamitnya mau ketemu teman saja pak, saya gak tau ketemu dimana jawab Sarti jujur." Karena memang begitulah Kasih ucapkan sebelum ia pergi.
"Ya sudah kamu jaga Dara lagi, saya mau istirahat dulu." Suruh Raka kemudian berlalu dari sana setelah menurunkan Dara dari gendongannya.
Hingga sore hari orang yang ditunggu-tunggu Raka itu belum pulang, membuat ia khawatir karena ponsel Kasih tidak bisa di hubungi.
"Kemana kamu Kas, tumben kamu lama biasanya kamu gak bisa lama-lama pisah dari Dara, mana ponsel kamu gak bisa di hubungi lagi.
Sedangkan Kasih setelah bertemu dengan Sari dan Dini ia pergi menuju rumah nenek Murni, karena tadi nenek Murni menyuruh Kasih untuk datang ke rumahnya karena ada yang ingin ia bicarakan.
Kasih mengiyakan nasehat nenek Murni kemudian ia segera berpamitan.
...*****...
__ADS_1
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Raka dengan cepat Raka menyibakkan tirai dan melihat Kasih yang turun dari taksi. Raka sudah tak sabar ingin melayangkan berbagai pertanyaan kepada istrinya itu.
Tidak perlu menunggu lama Kasih segera masuk ke dalam kamarnya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Sarti kalau suaminya sudah pulang.
Dengan berat hati ia memasuki kamar yang mereka tempati. Setelah membuka pintu kamar itu kini ia langsung bisa melihat suaminya itu duduk di ranjang mereka.
Kasih berjalan menuju meja rias, meletakkan tas tangannya di atas meja tersebut sembari membuka perhiasan dan aksesoris yang menempel di tubuhnya tanpa memperdulikan Raka.
"Kamu dari mana saja, bertemu dengan siapa dan satu lagi kenapa ponsel kamu tidak bisa di hubungi?" tanya Raka yang sudah geram karena dicuekin istrinya.
"Aku dari mana dan bertemu siapa itu tidak penting mas dan kenapa ponselku mati itu karena aku sedang tidak ingin diganggu." Jawab Kasih dengan enteng.
"Berani kamu sekarang, kamu tau gak aku di sini khawatir menunggu kamu tapi kamu enak-enakan di luar sana." Ucap Raka yang sudah emosi.
__ADS_1
"Jangan cuma melihat kesalahan orang lain, apa mas lupa kalau mas juga tidak bisa di hubungi selama pergi, apa mas tidak berpikir seberapa khawatirnya aku. Kenapa ponsel mas mati selama pergi?" tanya Kasih dengan tatapan yang membunuh.