Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 153 "Tidak tahu malu"


__ADS_3

Maafkan author yang kemarin tidak up karena gigi author kumat teman-teman, jadi gak mood mau up karena sakit bangat. jadi maaf kalau up-nya masih sedikit, soalnya masih sakit walau tidak separah kemarin


Kasih membuka matanya perlahan, kepalanya terasa berat dan pusing, ia merasa asing dengan ruangan tersebut. Kasih bahkan belum mengingat apa yang terjadi kepadanya. Kasih memegangi kepalanya "Akh..... sakit sekali, dimana aku ini." Ucap Kasih.


Arkan yang sedari tadi tidak bisa tidur langsung tersenyum melihat istrinya yang sudah mulai membuka matanya "Sayang kamu sudah bangun, tunggu sebentar sayang aku panggilkan Dokter." Ucap Arkan sembari berlari memanggil Dokter atau perawat agar istrinya segera di periksa.


Tak lama setelah keluar, Arkan kembali dengan seorang perawat dan Dokter untuk memeriksa Kasih. Arkan hanya diam memperhatikan Dokter dan perawat yang memeriksa sang istri, dalam hati lelaki itu berdoa semoga tidak ada luka yang serius di tubuh istrinya.


"Bagaimana Dok, istri saya baik-baik saja kan?" Tanya Arkan setelah Dokter selesai memeriksa Kasih.


"Syukurlah Ibu Kasih tidak mengalami luka serius hanya saya jangan terlalu mengandalkan kaki ibu untuk berjalan dan sebaiknya satu bulan ke depan ibu Kasih menggunakan kursi roda , agar penyembuhan luka di kakinya cepat sembuh." Tutur Dokter tersebut.


"Kamu mau ngapain, jangan banyak gerak dulu?" Tanya Arkan yang khawatir melihat istrinya yang tidak bisa diam sedari tadi.


"Aku haus mau minum." ucap Kasih singkat.

__ADS_1


Dengan sigap Arkan mengambilkan air minum yang ada di nakas dan memberikannya kepada sang istri.


"Terima kasih." ucap Kasih.


"Terima kasih juga sudah kembali kepada mas." balas Arkan.


Kasih hanya diam tidak menanggapi ucapan Arkan, suaminya itu menyuruhnya untuk beristirahat kembali tetapi Kasih tidak mau, ia masih penasaran apa yang terjadi kepadanya setelah ia di tabrak.


"Waktu kamu menyebrang jalan tiba-tiba ada pengendara sepeda motor yang melaju dengan cepat menabrak kamu, mas yang sedang menunggu di toko kue melihat sendiri kejadian itu. Kamu langsung di bawa ke rumah sakit dan waktu itu Dokter mengatakan kamu harus segera di operasi dan membutuhkan darah. Semuanya sibuk mencari pendonor untukmu karena darahmu termasuk darah yang sulit untuk di dapatkan hingga aku hampir putus asa, tapi Alhamdulillah ada seseorang yang ikhlas mendonorkan darahnya untukmu, sehingga kamu bisa melewati masa-masa sulit tersebut." Tutur Arkan menjelaskan.


" Raka, mantan suami kamu." ucapnya memberitahu istrinya.


Setelah mendengar itu Kasih kembali tidur dan tidak mau membahasnya, Arkan juga ikut tertidur lelaki itu tidur di sofa yang ada di ruangan tersebut. Setelah memastikan Istrinya tertidur barulah ia bisa mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah itu.


...*****...

__ADS_1


Pagi harinya di apartemen Sheila sepasang suami istri itu sedang sarapan bersama, tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Raka, lelaki ini hanya fokus menghabiskan sarapannya.


"mana uangnya," pinta Sheila.


Raka yang tidak mengerti, mengernyitkan keningnya "uang apa yang kamu maksud?" tanya Raka bingung.


"Bukannya kamu ke rumah sakit untuk mendonorkan darahmu."


"Ya, tapi apa hubungannya dengan uang?" tanya Raka kembali.


"Mas gak usah pura-pura gak tahu deh, aku tahu kalau mereka akan memberi hadiah 200 juta untuk siapa pun yang mau mendonorkan darah itu, jadi mana uangnya." pinta Sheila dengan tidak tahu malunya.


Mendengar Sheila berkata seperti itu, Raka berhenti memakan sarapannya laki-laki itu bahkan mengebrak meja karena tidak tahan dengan kelakuan Sheila.


Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2