
"Aku tidak mencintaimu Sheila, sudah aku katakan aku hanya tergoda denganmu, ini bukan cinta tapi nafsu. Jadi lebih baik kita bercerai dan kamu bisa mendapatkan lelaki yang mencintai kamu." Pinta Raka kali ini dengan nada yang sedikit menurun, berusaha membujuk wanita itu agar mau menyetujui keinginannya.
"Aku gak mau mas, hanya kamu yang aku punya di dunia ini mas, kamu tahu sendiri kalau aku hidup sebatang kara mas, Aku akan buat kamu tergila-gila kembali denganku mas. Beri aku kesempatan sekali lagi mas." Ucap Sheila memohon.
"Maaf Sheila aku benar-benar gak bisa shei." ucap Raka.
"Aku gak mau mas, walaupun kita cerai tapi kamu gak bisa balik lagi sama Kasih. Apa kamu masih mencintainya, atau perempuan itu kembali menggodamu. Dasar perempuan murahan beraninya menggoda suamiku, Aku akan buat perhitungan dengannya." Teriak Sheila seperti orang kerasukan.
Plaakkk.....
Suara tamparan itu terdengar nyaring ditelinga, Raka yang emosi sampai melayangkan tangannya di pipi istrinya. Tak terima kalau Sheila menghina dan menuduh Kasih sebagai penyebab rumah tangga mereka yang sudah di ambang kehancuran.
"Jangan sembarangan bicara kamu shei, Kasih tidak ada sangkut pautnya dengan Masalah kita, dia tidak pernah menggodaku dan merusak rumah tangga kita, seharusnya kamu sadar diri bahwa kamulah yang merebut dan merusak rumah tangga kami. Kamu benar aku masih mencintainya, dan aku sangat menyesal karena menghianati cinta tulus itu" Jawab Raka menunjuk wajah Sheila.
__ADS_1
"Tapi dia sudah tidak mencintaimu, ingat mas Kasih sudah menikah dan suaminya jauh lebih dari segalanya dari kamu. Jadi jangan mimpi bisa bersama wanita itu lagi." Ucap Sheila tersenyum sinis.
"Walaupun aku sudah tidak bisa bersama Kasih lagi, setidaknya hidupku akan lebih baik jika berpisah dengan wanita seperti dirimu."
Raka yang sudah lelah menghadapi wanita yang ada di depannya bergegas pergi karena tidak ingin melanjutkan perdebatan yang tiada habisnya itu.
Sheila berniat untuk mengejar Raka agar tidak pergi tapi tiba-tiba kepalanya terasa berat dan pandangannya mulai gelap. Sheila terjatuh di lantai membuat Raka terkejut dan mendekati istrinya itu.
Raka meraih kepala Sheila ke pangkuannya kemudian menepuk-nepuk pipi Sheila agar cepat sadar, tapi tidak berhasil juga. Raka melihat wajah pucat Sheila merasa tidak tega dan memutuskan akan membawa wanita itu ke rumah sakit.
Raka langsung membawa Sheila ke rumah sakit karena bagaimana pun Sheila masih istrinya.
...*****...
__ADS_1
Arkan sedang menyuapi Kasih yang tengah sarapan, lelaki itu tidak mengizinkan Kasih untuk makan sendiri dengan alasan agar tidak kelelahan, walau kasih sudah menolak dan ingin makan sendiri tetapi lelaki itu tetap teguh dengan kata-katanya membuat Kasih kesal dan cemberut.
"Sayang bibirnya jangan manyun gitu, nanti mas cium mau?" goda Arkan yang gemas melihat Istrinya kesal.
"Aku bisa makan sendiri mas, Mas itu terlalu lebay. Cuma makan doang bisa buat kelelahan, aku merasa sudah seperti orang sekarat mas. Apa-apa harus di bantu."
"Kamu harusnya bersyukur sayang punya suami yang perhatian sama istri, jarang loh dapat suami seperti mas." ucap Arkan sembari mengedipkan matanya.
"Isss... mas apaan sih genit banget."
Bukannya berhenti menggoda istrinya tapi Arkan malah melahap bibir Kasih yang sedari tadi sudah menggoda imannya.
Tiba-tiba pintu terbuka "Astaga...."
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.