PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 10


__ADS_3

Dengan mengelus kepalanya yang ia rasa benjol, Erland masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum!" teriak Erland yang dijawab oleh para art di rumah tersebut tak terkecuali dengan Mommy Della yang tengah menikmati waktu santainya di ruang keluarga dengan televisi yang menjadi hiburannya.


"Waalaikumsalam!" balas mereka semua.


Erland yang tahu keberadaan sang ibunda tengah berada di ruang keluarga pun ia bergegas menghampiri wanita paruh baya tersebut. Dan saat dirinya telah sampai di ruangan tersebut, ia mendudukan tubuhnya di samping sang ibunda.


"Kenapa kamu ngelus-ngelus kepala kamu seperti itu?" tanya Mommy Della penasaran.


"Ck, tadi Erland ketemu sama monyet di pinggir jalan. Niat hati Erland mau nawarin tebengan tuh sama si monyet ehh tahunya si monyet malah nyerang Erland. Dan Mom, tolong lihatin dong, kepala Erland benjol atau tidak?" Erland membungkukkan tubuhnya ke arah Mommy Della. Dimana permintaan dari Erland tadi langsung dilakukan oleh sang Mommy.


Betapa terkejutnya wanita paruh baya itu saat melihat jika kepala anaknya itu benjol besar dan memar.


"Ya ampun, Er. Kok sampai kayak gini? Kamu yakin yang nyerang kamu tadi monyet bukan gorila?" Erland yang mendengar penuturan dari Mommy Della tadi sebisa mungkin ia menahan tawanya. Mungkin sebutan gorila lebih pas untuk Maura.


"Entahlah Mom. Mungkin gorila yang menyerang Erland tadi gorila yang lagi cosplay jadi monyet kali. Dan ini benar-benar sakit Mom," keluh Erland seperti anak kecil pada ibundanya itu.


"Uhhhh kesayangannya Mommy. Kalau sakit kita ke rumah sakit saja yuk. Cek luka kamu itu takutnya tempurung kepalamu ada yang retak karena benjolannya itu beneran besar tahu, Er, mana biru lagi. Mommy takut kamu duluan yang akan dipanggil Yang Maha Kuasa kalau kita membiarkan lukamu itu."


Erland melototkan matanya kala mendengar ucapan dari sang Mommy tadi. Bisa-bisanya wanita kesayangannya itu mengucapkan hal tersebut yang bisa jadi doa untuknya.

__ADS_1


"Astagfirullah Mom. Kok Mommy ngomong gitu sih. Erland masih mau hidup panjang umur di dunia ini ya. Jadi jangan mengatakan seperti tadi. Dan Erland rasa tempurung kepala Erland tidak kenapa-napa. Rasa sakit yang Erland derita ini hanya karena benjolan saja. Nanti kalau sudah dikompres dengan air dingin juga pasti sudah sembuh. Dan lebih baik kita lewatkan masalah benjolan di kepala Erland ini karena ada satu hal yang lebih penting yang ingin Erland sampaikan ke Mommy," ucap Erland yang membuat Mommy Della mengerutkan keningnya.


"Hal penting apa?" tanyanya.


"Jadi gini Mom. Erland sekarang sudah memiliki seorang kandidat yang akan menemani hidup Erland," ujar Erland.


"Kandidat? Maksud kamu calon istri?" Erland menganggukkan kepalanya.


"Siapa orang yang sudah menggugah hati kamu?" tanya Mommy Della yang kebetulan dirinya telah penasaran sedari tadi pagi saat Erland meninggalkan rumah tersebut.


Erland tersenyum kemudian ia mengambil ponselnya lalu ia membuka salah satu email yang berisi data diri Maura.


"Mommy baca saja sendiri di sini. Mommy akan tahu semuanya tentang calon istri Erland." Mommy Della mengambil ponsel Erland dan mulai membaca data diri dari Maura. Mulai nama panjang, umur, tempat tinggal dan lain sebagainya.


"Ya. Dan dia ternyata anak dari salah satu pemilik perusahaan yang sudah bekerjasama dengan perusahaan milik Erland selama 5 tahun ini," ujar Erland yang membuat Mommy Della kini menganggukkan kepalanya.


"Mommy sih tidak masalah jika kamu mau menikah dengan perempuan mana yang terpenting kamu suka dan perempuan itu baik. Mommy serahkan semuanya kepadamu karena yang akan hidup selamanya bersama dengan dia adalah kamu. Jika kamu memang memutuskan jika perempuan itu yang terbaik untuk pendamping hidupmu maka Mommy tidak melarang kamu untuk menikahi gadis itu. Mommy akan memberikan izin ke kalian berdua. Tapi kenapa kamu tidak membawa dia ke sini untuk bertemu dengan Mommy secara langsung dan melalui CV kayak begini. Mommy jadi merasa kalau Mommy tengah dilamar oleh seorang laki-laki lewat jalur taaruf tau gak sih, Er," ujar Mommy Della.


"Nah ini Mom yang ingin Erland sampaikan ke Mommy kalau sebenarnya kita berdua hanya bertemu dua kali dan kita langsung memutuskan untuk menikah begitu saja. Ya semacam kita mau pacaran setelah menikah. Jadinya kita hanya bertukar identitas masing-masing untuk kita gunakan sebagai alat memperkenalkan ke keluarga kita. Tapi ada satu hal lagi yang Erland ingin sampaikan ke Mommy jika Erland bukan mengaku sebagai anggota keluarga Abhivandya melainkan hanya seorang sopir di sini karena aku ingin dia tidak memandangku karena harta saja. Jadi aku minta kerjasamanya ya Mom untuk tetap merahasiakan identitas Erland ini sampai waktunya nanti Erland yang akan memberitahu dia secara langsung. Dan tolong hal ini disampaikan ke Daddy juga, Erland sih memang sudah menghubungi Daddy tapi untuk berjaga-jaga Erland minta bantuan ke Mommy untuk memberitahu Daddy lagi takutnya pesan Erland tidak dibaca sama Daddy," ucap Erland panjang lebar.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, Mommy akan bicara sama Daddy nanti. Tapi Bagaimana dengan orang tua Maura ini? Mereka kan otomatis sudah tahu identitas kamu yang sebenarnya."

__ADS_1


"Untuk orangtua Maura secepatnya akan Erland kabari mungkin besok atau kalau tidak nanti sore karena Erland rasa Maura belum memberi tahu masalah ini ke kedua orangtuanya hari ini ataupun besok. Jadi masih ada kesempatan jika Erland kong kali kong dengan orangtua Maura. Dan satu lagi Mom, Erland dan Maura sudah memutuskan untuk menikah satu minggu lagi dan Erland mau pernikahan kita berdua diselenggarakan secara tertutup tanpa media dan dilakukan secara sederhana saja. Tidak masalah jika Bang Azlan, Edrea, dan yang lainnya tidak bisa datang yang terpenting adalah doa dari mereka sudah cukup untuk Erland," minta Erland yang akan memulai hidup sederhana dimulai saat pernikahan dirinya nanti.


"Satu minggu lagi?" tanya Mommy Della yang sangat terkejut. Dimana ucapannya itu dijawab dengan anggukan kepala oleh Erland.


"Kenapa waktu yang kalian pilih sangat singkat sekali?"


"Lebih cepat lebih baik Mom," jawab Erland yang membuat Mommy Della hanya bisa menghela nafas saja.


"Ya sudah lah terserah kamu. Tapi apa perlu Mommy dan Daddy datang ke sana untuk melamar Maura?" tanya Mommy Della.


"Tentu saja. Walaupun Erland dan Maura sudah memutuskan tanggal pernikahan kita berdua tapi tetap saja Erland mau meminta Maura dari kedua orang tuanya secara baik-baik." Mommy Della tampak tersenyum dengan tangan yang kini bergerak untuk mengelus kepala Erland.


"Baiklah Mommy akan melamarkan Maura untukmu nanti atau besok?"


"Hmmmm besok saja deh sekalian Erland kasih tahu kepada mereka untuk merahasiakan identitas Erland dan kita akan pergi ke sana saat Maura tak ada di rumah." Mommy Della mengurutkan keningnya.


"Kok gitu?"


"Untuk menghindari kita melakukan zina mata, Mom," alasan Erland. Padahal ia tak mau Maura akan melakukan kekacauan saat ini membawa kedua orang tuanya itu ke rumah perempuan tersebut.


"Benar juga apa katamu itu. Ya sudah Mommy ikut apa yang kamu katakan saja. Dan sekarang lebih baik kamu segera obati benjolan di kepalamu itu sebelum benjolannya semakin parah." Erland menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Siap ibu negara. Erland pergi dulu." Erland mengecup pipi Mommy Della sebelum dirinya pergi dari ruang keluarga tersebut meninggalkan Mommy Della yang tampak menggelengkan kepalanya dengan senyuman di bibirnya.


__ADS_2