PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 166


__ADS_3

Erland tampak mendengus kesal namun ia cukup memaklumi apa yang di lakukan oleh sahabatnya itu karena jika dirinya berada di posisi para sahabatnya, ia akan melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan atau bahkan lebih dari perbuatan Hito dan Virza yang tadi memukulnya. Ia sadar jika dirinya terlalu bodoh, ia menginginkan seorang keturunan tapi ia sendiri belum tau apakah istrinya juga mau memilikinya. Dan bodohnya lagi ia masih saja enggan berkata jujur dengan Maura, padahal istrinya itu sudah berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Harusnya Erland tak lagi menunda untuk berkata jujur, tapi sayangnya ia terlalu egois, ia menginginkan Maura agar semakin baik lagi bahkan seperti yang dia inginkan, sedangkan ia justru menyimpan rahasia besar dan sudah membohongi istrinya selama ini. Dan dari perkataan Septian tadi berhasil membuka mata Erland lebar-lebar, jika memang ia harus segara berkata jujur dengan Maura. Apapun konsekuensinya akan ia terima kecuali kata pisah.


Saat Erland tengah bergelut dengan pikirannya, dia di sadarkan dengan ucapan Odi.


"Sumpah demi apapun boleh gak sih aku juga ikut mukul Erland. Gedek banget aku lama-lama sama dia. Kamu terlalu bodoh tau gak sih dan kamu juga terlalu egois. Kasian istri kamu, jamet, kamu bohongi selama ini," ujar Odi yang kesal sendiri menghadapai kebodohan Erland itu.


"Kebohonganku tadi kan untuk kebaikan dia," sangkal Erland.


"Iya, kita juga tau. Tapi seperti yang kita dengar tadi dari mulutmu itu, kalau kamu bilang dia sudah banyak berubah. Kalau begitu ngapain kamu masih menyembunyikan identitas kamu yang sebenarnya. Ya Tuhan! Astagfirullah! Dah gini aja, kamu sekarang pulang ke rumah kamu lagi. Temui istri kamu itu, bilang semua hal yang kamu rahasiakan dari dia. Pulang sana pulang!" perintah Odi mengusir Erland untuk segara melakukan apa yang ia katakan tadi.


"Ck, aku masih mau disini. Aku tidak akan pulang sebelum---"


"Sebelum apa hah? Sebelum istri kamu tau identitas kamu yang asli dari orang lain? Atau sebelum kamu tau cara buat anak biar cepat jadi? Astaga pikiran kamu, anak anak anak terus. Kamu tau gak sebelum kamu memikirkan tentang anak, pikirkan nasib rumah tangga kamu nantinya bagaimana setelah ini. Takutnya nanti saat kamu sudah tau caranya, istri kamu minta cerai. Jadi luruskan kesalahan yang sudah kamu buat, baru nanti bicarakan masalah anak dengan istri kamu itu. Jadi tunggu apa lagi, PULANG SEKARANG?!" ucap Odi dengan suara yang sudah tidak bisa santai lagi. Dan hal itu berhasil membuat semua orang tak terkecuali Erland, terperanjat kaget mendengar kalimat terakhir yang dikatakan oleh Odi menggunakan nada tinggi.

__ADS_1


Sedangkan Erland yang mendapat bentakan serta dorongan kecil tepat di belakangnya akibat ulah Hito, ia berdecak namun tak urung ia berdiri dari posisi duduknya sembari berkata, "Iya-iya, aku pulang! Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab semua orang yang ada di ruangan tersebut secara serempak.


Setelah mendengar jawaban dari para sahabatnya, Erland bergegas keluar dari dalam markas tersebut. Tentunya setiap langkah, pikirannya terus membayangkan hal-hal negatif yang akan terjadi nantinya. Hal-hal yang mungkin tidak bisa membuat ia tidur beberapa hari dan mungkin akan merasakan yang namanya frustasi. Tapi dirinya tidak bisa terus-terusan menyembunyikannya, sebelum konsekuensi yang lebih parah akan ia dapatkan nanti.


Dengan fokus yang terbagi dua, Erland menjalankan mobilnya menuju ke kediamannya. Bahkan ia yang biasanya mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, kali ini ia mengendarai mobil itu dengan kecepatan lambat. Hingga sampai memakan waktu 1 jam lamanya ia baru sampai di kediamannya.


Erland keluar dari dalam mobilnya, melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama rumah tersebut.


"Assalamu'alaikum," salam Erland dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah di dalam rumah tersebut. Dan tentunya ia tak menemukan Maura. Erland bisa tebak jika Maura saat ini tengah berada di dalam kamar mereka, sehingga ia kini mendekati kamar itu. Benar saja, saat Erland membuka pintu kamar tersebut, ia melihat sebuah gundukan yang berada di atas ranjang. Tentunya tanpa bertanya-tanya, Erland tau jika gundukkan itu berasal dari tubuh Maura.


Erland lagi-lagi menghela nafasnya, kemudian ia berjalan mendekati Maura. Semakin dekat ia dengan Maura, samar-samar ia mendengar suara tangis yang berasal dari Maura.

__ADS_1


Erland mempercepat langkah kakinya. Saat ia sudah berada di samping Maura, dirinya langsung menyingkirkan selimut yang menutupi bagian kepala sang istri.


Erland sangat terkejut saat mendapati Maura tengah menangis sesenggukan.


"Lho ehhh kenapa kamu nangis sayang? Ada apa hmmm? Apa kamu tengah sakit? Kalau iya, katakan dimana letak sakit itu berada. Apa kamu mau kita kerumah sakit sekarang juga? Atau ada yang berbuat jahat kepadamu saat aku pergi tadi? Katakan sayang. Ayo katakan kamu menangis gara-gara apa?" tanya Erland yang membahas Maura yang sedari tadi menatapnya dengan genangan air mata, tangisnya semakin pecah karena mendapat deretan pertanyaan dari Erland.


"Kok tambah nangis sih. Sayang kenapa? Jangan gini. Aku gak tau harus berbuat apa kalau kamu terus menangis seperti ini dan tidak memberitahu diriku alasan kamu menangis. Sayang, ayolah, katakan," ucap Erland yang benar-benar sangat bingung harus berbuat apa sekarang.


Dan dirinya semakin dibuat bingung lagi saat tangannya yang ingin mengusap air mata Maura langsung di tepis oleh istrinya itu.


"Sayang," ucap Erland yang sudah sangat frustasi.


Sedangkan Maura, ia kini mengubah posisi berbaringnya menjadi terduduk. Lalu dengan menatap tajam kearah Erland, ia berkata, "Hiks, jangan panggil aku sayang lagi! Kamu pembohong! Kamu pembohong besar Erland Drake Abhivandya! Kamu pembohong! Aku tidak mau bertemu dengan kamu lagi! Aku mau kamu antar aku pulang ke rumah kedua orangtuaku sekarang juga!"

__ADS_1


Teriakan penuh emosi yang keluar dari bibir sang istri berhasil membuat Erland tertegun, apalagi saat ia mendengar nama panjangnya yang asli di ucapkan oleh Maura. Bukannya ia tadi belum mengatakan apapun kepada Maura masalah identitasnya yang asli? Tapi kenapa Maura dengan lantang menyebutkan nama lengkapnya? Apa jangan-jangan kekhawatiran para sahabatnya tentang Maura yang tau identitasnya dari orang lain tengah terjadi sekarang? Tapi jika memang Maura tau dari orang lain? Siapa orang yang sudah lancang membocorkan rahasianya itu sebelum dirinya sendiri yang mengatakannya? Tidak mungkin kan kalau salah satu dari keluarganya, keluarga Maura apalagi para sahabatnya yang baru tau pernikahannya itu? Tapi kalau memang bukan dari mereka, siapa lagi?


__ADS_2