PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 47


__ADS_3

Kini matahari sudah berganti tugas dengan sang rembulan. Jam dinding pun juga sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Suara detik jam itu menemani seorang perempuan yang tengah duduk dengan gelisah di ruang tamu.


"Ck, dia kemana sih? Kok gak balik-balik. Padahal perginya dia sudah dari pagi tadi lho sekitar pukul setengah 10 dan sekarang sudah jam setengah 9 yang artinya satu jam lagi, sudah 13 jam lamanya dia keluar dari rumah ini," ucap perempuan tersebut yang tak lain adalah Maura. Dia sedari tadi tengah menunggu kedatangan Erland.


Memang benar jika saat Erland tadi baru keluar dari rumah tersebut, ia tak peduli dengan suaminya itu. Toh pasti Erland akan pulang di sore harinya karena ia yakin semarah-marahnya Erland, dia tidak akan tega melihat Maura kelaparan alias dia akan pulang untuk membuatkan Maura makan malam mereka. Namun ternyata tebakan Maura tadi salah besar pasalnya, Maura sampai hampir pingsan saja Erland juga tak kunjung memunculkan batang hidungnya. Bahkan Maura tadi sempat berakting jika perutnya tengah kesakitan biar Erland yang melihat dari rekaman CCTV segara kembali. Namun ternyata sampai Maura sudah tidak tahan lagi dan berakhir ia mencegat tukang bakso yang sama seperti yang ia pesan waktu pertama kali pindah dulu, Erland sampai saat ini belum juga kembali. Dimana hal tersebut membuat Maura resah sekaligus menyesal atas ucapannya tadi pagi.


"Ck, coba saja aku tadi pagi gak asal ngomong seperti itu. Pasti Erland sekarang sudah ada di rumah ini karena jujur saja, semakin malam aku sendirian di rumah ini, aku merasa takut. Haishhhh Erland kemana sih. Pulang kenapa sih Er? Gak tau apa kalau gue takut disini sendirian," ujar Maura dengan menatap kearah CCTV yang terpasang di pojok ruangan tersebut.


Perempuan itu yang sedari tadi merasakan merinding di seluruh tubuhnya, sesekali ia mengusap lengannya itu dengan berharap agar sang penunggu rumah tak mengganggu dirinya.


Sampai beberapa saat kemudian...


Brakkk!

__ADS_1


Maura terperanjat kaget mendengar sesuatu yang sepertinya jatuh dari arah depan rumah tersebut.


"Ayo berpikir positif Maura. Mungkin tadi ada kucing yang lewat dan gak sengaja nyenggol pot bunga atau benda lainnya di depan rumah. Dan ingat tidak ada hantu di rumah ini," gumam Maura mengintruksi dirinya sendiri agar tidak takut. Tapi sepertinya instruksi yang dia berikan tadi tidak ada efeknya sama sekali untuknya. Pasalnya baru saja dirinya mengatupkan bibirnya setelah bergumam tadi, ia mendengar kembali suara benda jatuh untuk kedua kalinya, ia langsung berlari menuju ke kamarnya.


Namun baru saja ia masuk kedalam kamarnya itu, ia kembali keluar dari dalam sana.


"Mati aku. Mau masuk ke kamar tapi tadi aku lupa nutup jendelanya. Arkhhhh tapi aku juga tidak berani disini sendirian. Apa aku main ke rumah tetangga saja ya?" ucap Maura. Tapi sesaat setelahnya ia menggelengkan kepalanya.


"Tidak tidak. Kalau aku main ke rumah tetangga kan aku harus keluar dari rumah ini juga dan aku akan jalan sendirian dari depan sini ke depan rumah tetangga. Ck, yang ada malah tambah serem lah. Ishhhh tapi aku harus gimana? Aku beneran takut," ujar Maura dengan menatap kearah sekelilingnya. Dimana saat matanya menyapu keseluruhan sudut rumah itu, tak sengaja ia menatap ada sebuah bayangan yang berada di dalam dapur rumahnya. Dimana hal itu membuat Maura langsung berteriak kencang.


Sesampainya dirinya diruangan tersebut, tangannya langsung menyambar taplak meja yang menutupi meja tamu itu. Dan setelah ia mendapatkan kain tersebut, ia langsung merebahkan tubuhnya dengan menutup sebagian tubuhnya terutama wajahnya menggunakan kain tersebut. Tak hanya itu saja, tangannya juga meraih sebuah bantal sofa untuk membantu dirinya meredakan suara berisik di luar sana. Tak lupa saat wajahnya sudah benar-benar tersembunyi, ia melafalkan doa-doa yang ia bisa dengan air mata yang entah sejak kapan menetes dan membasahi sebagian wajahnya itu.


Sedangkan disisi lain saat Maura tengah ketakutan setengah mati, Erland bersama dengan teman-temannya itu telah sampai di sirkuit Calist yang akan di jadikan pertandingan balapan malam ini.

__ADS_1


Di tribun sudah banyak manusia yang memenuhi area itu untuk memberikan dukungan mereka ke pembalap yang akan mereka dukung dan kebanyakan dari manusia itu tentunya mendukung Hazel, si artis utama malam ini.


Namun hal itu tak di hiraukan oleh Erland dan para teman-temannya itu, karena sesampainya mereka di area balap itu, mereka langsung berpencar untuk melakukan tugas mereka masing-masing mulai dari mengawasi pergerakan dari tim Hazel, menjaga sisi sirkuit yang nantinya akan di lalui oleh para pembalap dan ada juga yang diam-diam menelusuri lintasan sirkuit untuk memastikan jika lintasan itu tak ada jebakan sama sekali yang akan merugikan semua pembalap nantinya.


Tapi disisi Erland, terdapat beberapa orang juga yang melindunginya termasuk Odi. Bahkan ada juga yang mengecek ulang motor milik Erland itu. Ya, laki-laki itu sekarang menggunakan motor yang sudah menemani dirinya sejak SMA dulu. Dimana motor itu selalu ia tempatkan di markas.


"Gimana? Semuanya aman kan?" tanya Odi untuk memastikan jika motor Erland itu benar-benar aman di gunakan.


Dua orang yang tadi memeriksa motor Erland pun mereka kini berdiri dari posisi berjongkok mereka sembari berkata, "Aman."


Odi tampak menganggukkan kepalanya lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah Erland yang ternyata laki-laki itu tengah menatap kearah Hazel yang tengah melambai-lambaikan tangannya kearah para fans laki-laki itu. Sampai sebuah tepukan di bahunya membuat dirinya mengalihkan tatapannya kearah samping, dimana di situlah ia bisa melihat ada Odi yang saat ini tengah menatap kearah Hazel juga.


"Tanpa perlu gue kasih tau, gue yakin Lo udah tau siapa dia. Gue hanya mau ngingetin sekali lagi sama Lo kalau dia berbahaya. Karena gue pernah dengan tentang dia dari rivalnya jika ada senjata tersembunyi yang berada di dalam atribut yang tengah dia pakai saat ini. Pokoknya Lo harus hati-hati. Kalau bisa Lo harus jaga jarak sama dia, dan kalau bisa jangan sampai posisi Lo sama dia sejajar karena akan mempermudah dia untuk melukai Lo," ujar Odi yang lagi dalam mode serius. Dimana ucapan dari Odi tadi diangguki oleh Erland. Ia akan mengingat perkataan dari sahabatnya itu.

__ADS_1


Saat Odi baru saja mengatupkan bibirnya, ada salah satu orang yang mendekati mereka untuk memberitahu kalau 5 menit lagi acara itu akan segara dimulai. Dimana hal itu membuat Odi yang di beritahu pun menganggukkan kepalanya.


"Er, masuk ke area sirkuit sekarang karena 5 menit lagi balapan itu akan di mulai" ujar Odi yang diangguki oleh Erland sebelum laki-laki itu kini mengambil helmnya lalu memakainya dan barulah ia menjalankan motornya itu untuk bergabung dengan para pembalap lainnya yang sudah berkumpul diarea lintasan sirkuit tersebut.


__ADS_2