
Saat Orla tengah uring-uringan karena sang pujaan hati yang selalu ia impikan itu tak kunjung datang, masih di lokasi yang sama, seorang laki-laki lebih tepatnya Adam yang baru saja mendapat kabar tak mengenakan dari adiknya, ia langsung menghubungi sang Daddy.
Satu, dua sampai tiga kali panggilan tak kunjung juga diangkat oleh laki-laki paruh baya itu sampai pada akhirnya di panggilan ke empat, barulah sambungan telepon tersebut terhubung yang artinya Daddy Aiden sudah mengangkat panggilan darinya.
📞 : "Halo, assalamualaikum. Ada apa, Dam?" tanya Daddy Aiden dengan suara serak, mungkin laki-laki paruh baya itu baru bangun tidur.
"Waalaikumsalam Dad. Adam ganggu waktu istirahat Daddy kah?" tanya Adam yang merasa tak enak dengan laki-laki yang membesarkan itu.
📞 : "Tidak tidak. Kamu sama sekali tidak mengganggu waktu istirahat Daddy. Toh ini juga sudah hampir siang dan sudah waktunya juga Daddy bangun tidur. Maklum habis lembur dua pekerja tadi malam," ucap Daddy Aiden. Entah dua pekerja yang laki-laki paruh baya itu katakan tadi, Adam tidak tau dan tidak mengerti sampai deheman Daddy Aiden terdengar di telinganya.
📞 : "Ehemmm, lupakan ucapan ngelantur Daddy tadi. Jadi kamu telepon Daddy ada apa? Apa ada masalah dengan kamu atau dengan pekerjaanmu? Katakan, Daddy akan membantu sebisa Daddy. Dan kalau Daddy gak bisa jawab karena Daddy tidak paham dengan yang namanya dunia per-dokteran, Daddy akan telepon om Miko buat bantuin kamu," ujar Daddy Aiden yang selalu siaga jika salah satu anaknya memerlukan bantuan darinya. Bahkan tak segan-segan dirinya sendiri yang menawarkan untuk membantu putra-putri yang tengah memiliki masalah itu.
Adam menggelengkan kepalanya, tapi setelah ia menyadari jika hanya menggelengkan kepalanya saja, Daddy Aiden tidak akan bisa melihat respon darinya, ia kembali bersuara.
"Bukan Dad. Bukan Adam yang memiliki masalah. Adam aman-aman saja begitu juga dengan pekerjaan Adam."
📞 : "Oh kamu baik-baik saja? Syukurlah kalau memang seperti itu. Tapi jika bukan kamu yang bermasalah, terus siapa?" tanya Daddy Aiden penasaran. Tidak mungkin orang lain kan yang memiliki masalah? Karena kalau orang lain, Daddy Aiden tidak akan ikut campur dengan masalah mereka. Daddy Aiden tidak ingin menambah musuh saja di luar sana jika dia yang merupakan orang luar nimbrung masalah orang lain.
Adam tampak menghela nafas dengan jari tangan kini bergerak, memijit pelan pangkal hidungnya.
__ADS_1
"Erland yang memiliki masalah Dad," jawab Adam atas pertanyaan Daddy Aiden sebelumnya.
Dahi Daddy Aiden yang berada di sebrang mengernyit. Ada masalah apa dan dengan siapa lagi putranya itu?
📞 : "Kenapa lagi dengan dia? Dan masalah ini berkaitan dengan orang atau dengan pekerjaan dia?" tanya Daddy Aiden yang harus bertanya secara detail agar ia tak salah paham nantinya.
"Dengan seseorang Dad. Dia---"
Belum sempat Adam menyelesaikan ucapannya, suara Daddy Aiden sudah lebih dulu memutus perkataannya tadi.
📞 : "Siapa orang yang tengah memiliki masalah dengan Erland? Siapa yang lebih dulu mencari masalah? Erland dulu atau orang itu?" Tanya Daddy Aiden kembali. Terus terang saja Daddy Aiden tidak akan pernah membantu buah hatinya jika memang anaknya itu yang duluan mencari masalah dengan seseorang. Ia juga tidak akan segan-segan menegur mereka jika sampai melakukan hal itu, tidak peduli jika keturunannya itu sudah berubah status menjadi istri ataupun suami orang. Karena baginya, semua anaknya masih ia anggap seperti anak kecil yang perlu ia nasehati jika mereka salah.
"Keluarga Jaya---"
Lagi dan lagi ucapan Adam harus terputus begitu saja saat tiba-tiba Daddy Aiden menyela.
📞 : "Coba ulangi siapa yang memiliki masalah dengan Erland?" pinta Daddy Aiden.
"Mereka keluarga Jaya, Dad. Dan please izinkan Adam menyelesaikan ucapan Adam dulu sebelum Daddy menimpali ucapan Adam nanti," pinta Adam yang sepertinya tau jika Daddy-nya akan memutus ucapannya kembali.
__ADS_1
📞 : "Hehehe maaf-maaf, Daddy kelepasan. Sekarang silahkan lanjutkan," ujar Daddy Aiden yang sadar akan kesalahannya.
"Jadi menjawab pertanyaan Daddy sebelumnya, jika orang yang lebih dulu mencari masalah itu keluarga Jaya lebih tepatnya Tante Rina, dia tadi sempat mencoba menyakiti Maura," ucap Adam.
📞 : "Kok bisa? Erland kemana memangnya sampai ke colongan seperti itu? Benar-benar tidak becus jaga istri ya begini nih. Niat punya istri gak sih itu anak, kalau niat harusnya dia jagain Maura dengan benar bukan main-main seperti ini. Huh dasar laki-laki tidak bertanggungjawab, awas saja setelah ini Daddy akan telepon dia buat marahin Erland. Tapi tunggu dulu, bagaimana dengan keadaan Maura? Dan kenapa kamu tau jika Maura ingin di lukai oleh Rina?" tanya Daddy Aiden penasaran.
"Maura baik-baik saja Dad dan Adam tau masalah ini ya dari Erland. Dia tadi sempat telepon Adam dan mengatakan semuanya tentang masalah ini. Dan mungkin saat kejadian itu berlangsung Erland tidak sedang berada di dekat Maura," ujar Adam.
📞 : "Tidak sedang berada di dekat Maura? Hey ayolah, dia hari ini saja tidak berangkat bekerja. Kalau memang tidak berada di dekat Maura, terus dia lagi dimana saat itu? Balap motor lagi?" tanya Daddy Aiden. Dan yap, pada akhirnya Erland hari ini meliburkan dirinya dari aktivitas super padat di kantornya. Meeting yang tadinya Erland anggap penting pun sekarang sudah penting lagi karena yang lebih penting saat ini adalah istri dan calon anak mereka.
"Tidak Dad. Erland memang tidak ke kantor hari ini tapi dia tidak melakukan balap motor seperti yang Daddy bilang, tapi dia pergi ke rumah sakit ini dengan Maura. Jadi di sinilah Maura dan Tante Rina bertemu tadi," jelas Adam.
📞 : "Mereka ke rumah sakit buat apa?" tanya Daddy Aiden ketika tingkat kekepoan dia naik.
"Daddy nanti tanya saja sendiri dengan mereka karena Adam tidak mau kasih tau Daddy. Takutnya Adam salah jika menjawabnya," ujar Adam yang membuat Daddy Aiden di sebrang mendengus.
📞 : "Hmmm, ya sudah kalau begitu Daddy akan tanya langsung dengan Erland ataupun Maura nanti. Dan lebih baik kamu sekarang coba cek rekaman CCTV di setiap sudut rumah sakit, cari tau CCTV mana yang merekam setiap adegan yang di lakukan oleh Rina dan Maura. Setelah itu saling rekaman itu, karena kita butuh bukti tersebut untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Daddy Aiden dengan suara yang sangat tegas.
"Baik Dad. Adam akan coba cek rekaman CCTV-nya. Tapi tunggu dulu Daddy, memangnya Daddy ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara apa? Dengan cara kekeluargaan seperti biasanya?"
__ADS_1
📞 : "Cara kekeluargaan akan kita coba tapi jika tidak, jalur meja hijau juga menanti kehadiran mereka," ujar Daddy Aiden yang membuat Adam melongo tak percaya karena keluarganya itu sudah 8 tahun lamanya tidak lagi mau berurusan dengan hukum dan memilih untuk memberi hukuman langsung dari dirinya sendiri. Tapi kali ini berbeda, Daddy Aiden memilih untuk kembali berurusan dengan yang namanya hukum.