PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 192


__ADS_3

Seperti yang di katakan oleh Adam tadi, setelah panggilan telepon dari putra pertamanya terputus, Daddy Aiden langsung meluncur, mencari kontak nomor Erland lalu menghubungi putra terakhirnya itu.


Panggilan telepon itu tentunya membuat Erland yang tengah santai dengan Maura yang tidur menjadikan pahanya sebagai bantalannya, menolehkan kepalanya kearah sumber suara. Dan karena dirinya tak ingin membuat tidur Maura terusik, tanpa melihat siapa yang tengah menghubungi dirinya, Erland langsung mengangkat telepon tersebut.


"Halo, assalamualaikum. To the point please!" ucap Erland. Ia menyangka jika yang tengah meneleponnya itu sang sekretaris yang mungkin tengah sibuk di kantor dan membutuhkan sedikit arahan darinya.


Daddy Aiden yang merupakan di penelepon pun ia mendelik mendengar perkataan dari Erland tadi.


📞 : "Waalaikumsalam. Heh! Kamu anak laknat! Tidak sopan sekali ya kamu sama orangtua, nyuruh langsung to the point bicaranya! Memangnya bapakmu ini kamu anggap sebagai salah satu anak buah kamu sampai nyuruh-nyuruh seperti itu?! Mana suaranya sok tegas lagi. Kamu kira keren gitu? Gak sama sekali! Dasar anak durhaka!" tutur Daddy Aiden langsung memarahi putranya itu.


Sedangkan Erland, ia sempat terkejut saat suara yang tidak asing baginya menyapa indra pendengarannya tadi. Dan saat itu juga ia langsung menjauhkan ponselnya dari samping telinga, melihat siapa orang yang tengah menghubunginya saat ini. Saat ia sudah tau, tentu saja dia sangat menyesal telah berkata yang tidak pantas kepada sang Daddy sembari tangannya menepuk keningnya sendiri. Tapi tak urung Erland tetap menimpali ucapan Daddy Aiden tadi.


"Hehehehe maaf Dad, Erland tadi gak sempat lihat nama penelepon tadi. Erland hanya langsung jawab gitu saja dan sumpah demi apapun Erland tadi mengira yang telepon Afif bukan Daddy, jadinya Erland berkata seperti tadi," ucap Erland.


📞 : "Halah alasan saja kamu."

__ADS_1


"Gak Dad, Erland benar-benar gak tau kalau Daddy yang telepon Erland. Beneran suwer deh. Maaf Dad, maaf banget," tutur Erland.


📞 : "Jaket Gucci keluaran terbaru!" ucap Daddy Aiden yang tentunya sangat di pahami oleh Erland.


"Baiklah Erland akan membelikan jaket yang Daddy mau tapi setelah itu Daddy memaafkan Erland kan?" ucap Erland.


📞 : "Hmmm tapi kalau jaket itu sudah berada di tangan Daddy."


"Baiklah-baiklah, nanti Daddy tinggal kirim fotonya biar Erland yang belikan," kata Erland. Sudah terbiasa untuk para keturunan keluarga Abhivandya jika Daddy Aiden ataupun Mommy Della tengah marah dan tiba-tiba mengatakan suatu barang yang mereka inginkan berarti itu sebuah kode jika mereka akan memaafkan kesalahan putra-putrinya jika mereka bisa membelikan sesuatu yang mereka mau itu. Dan jika tidak bisa, jangan harap dapat maaf dari Daddy Aiden ataupun Mommy Della. Aneh memang bagi orang lain, tapi untuk keluarga Abhivandya sudah biasa. Dan untungnya lagi keturunan keluarga tersebut tidak ada yang hidup dalam kesusahan, jadi mereka bisa menuruti kemauan orangtua mereka.


"Baiklah Dad, Erland akan jawab pertanyaan yang akan Daddy layangkan nanti."


Daddy Aiden yang berada di sebrang tampak menganggukkan kepalanya sebelum ia membalas ucapan dari Erland lagi.


📞 : "Adam tadi sudah menceritakan masalah kamu dengan keluarga Jaya saat kamu dan Maura tadi di rumah sakit. Tapi Daddy cukup penasaran, saat Maura ingin disakiti oleh Rina, kamu ada dimana? Kenapa kamu tidak melindungi Maura? Bukannya kalian berada di tempat yang sama tadi? Kamu mau lepas tanggungjawab sebagai seorang suami? Kalau memang kamu ingin melepas tanggungjawab kamu sebagian suami Maura dan tidak mau melindungi dia lagi, Daddy tidak akan segan-segan untuk mencoret kamu dari daftar keturunan Abhivandya ataupun Genoveva karena keturunan dari dua keluarga ini tidak ada yang memiliki sifat tidak bertanggungjawab," ucap Daddy Aiden tentunya ucapan itu tidak main-main. Laki-laki paruh baya tersebut akan melakukan hal itu jika memang anaknya melepas tanggungjawabnya, tidak peduli jika orang itu anak kandungnya sendiri dan juga tidak peduli dengan kehidupan anaknya itu setelahnya.

__ADS_1


Erland tampak menghela nafas panjang.


"Erland tidak secemen itu Dad. Erland dan Maura tadi memang berada di tempat yang sama tapi tadi Erland sempat keluar dari tempat pemeriksaan lebih dulu dari Maura karena Erland mau ke kamar mandi. Saat Erland sudah kembali, Maura ternyata sudah pergi dari ruang pemeriksaan. Erland juga khawatir lho Dad, Erland juga mencari keberadaan Maura sampai mungkin setengah jam baru Erland bertemu dengan Maura di ruang pengambilan obat. Dan disana lah Maura baru cerita kalau dia habis melawan nyonya dari keluarga Jaya. Bukannya Erland lepas tanggungjawab atas Maura, tapi Erland tadi juga bingung mau cari Maura dimana lagi dan Erland juga tidak tau jika istri Erland mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan itu," jelas Erland agar Daddy-nya itu tidak salah paham kepadanya.


📞 : "Apa ucapanmu itu bisa Daddy percaya?"


"Sangat bisa. Tapi jika Daddy masih ragu dengan ucapan Erland ini, Daddy bisa cari tau sendiri. Erland yakin hanya satu jam saja Daddy akan mendapatkan jawaban yang sama seperti yang Erland tadi katakan yang artinya ucapan Erland tadi bukan hanya sekedar bualan saja," tutur Erland yang membuat Daddy Aiden di sebrang sana tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


📞 : "Baiklah-baiklah Daddy akan mencoba percaya sama kamu. Tapi Daddy juga butuh penjelasan kamu tentang kunjungan kamu ke rumah sakit. Maura atau kamu yang sedang sakit? Jika Maura yang tengah sakit, bagaimana keadaan dia sekarang. Kalau kamu yang sakit, mau sembuh silahkan tidak juga tidak apa-apa." Erland memelototkan matanya, sumpah demi apapun jika orang yang saat ini tengah berbincang-bincang dengannya bukan Daddy Aiden, ia pasti sudah memaki atau langsung memutus sambungan telepon tersebut. Tapi berhubung telepon ini dari tuan Abhivandya, ia hanya bisa pasrah saja. Dan dia sadar jika orangtuanya itu memang sangat menyayangi menantu mereka daripada anak kandung mereka sendiri.


"Dad, hati-hati, ucapan Daddy tadi bisa jadi doa buat Erland lho. Memangnya Daddy mau lihat menantu Daddy merawat Erland yang terus menerus sakit dan tidak sembuh-sembuh?"


📞 : "Ya tidak lah. Ya sudah kalau begitu Daddy tarik ucapan Daddy tadi. Kamu, Erland sehat-sehat lah kamu, jangan sampai menyusahkan menantu Daddy!"


"Erland akan berusaha untuk tidak menyusahkan menantu Daddy. Dan untuk jawaban tentang pertanyaan Daddy tadi mengenai kunjungan Erland dan Maura ke rumah sakit, bukan untuk memeriksakan kesehatan kita berdua karena Alhamdulillah Erland ataupun Maura saat ini dalam keadaan baik-baik saja dan sehat. Melainkan kita tadi ke rumah sakit untuk memastikan tentang calon anak pertama Erland yang ternyata sudah berada di rahim Maura selama satu bulan dan dalam keadaan sehat. Dalam artian lain, jika Maura saat ini tengah hamil dan Daddy akan menambah cucu lagi," ujar Erland yang membuat Daddy Aiden di sebarang melongo tak percaya sebelum akhirnya...

__ADS_1


See you next eps bye bye 👋😂


__ADS_2