PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 46


__ADS_3

"Gak usah percaya sama Galuh. Dia penyebar hoax," ujar Erland yang tentunya berbohong. Ponselnya yang tadi ia gunakan untuk mengawasi Maura, layarnya sudah ia matikan kembali.


"Apaan sih Er, kapan gue menyebar hoax. Dan kalian lebih baik percaya sama gue deh. Mata gue masih normal dan gue lihat tadi Erland emang lagi ngelihatin video cewek," ucap Galuh meyakinkan keempat temannya yang lain.


"Ya udah sih Luh, kalau Erland lihat video cewek tandanya dia normal lah," timpal Virza.


"Nah benar apa yang dikatakan sama Virza. Kalau Erland lihatnya laki-laki apalagi bencong, barulah Lo mau heboh sampai guling-guling segala terserah. Karena kalau cewek mah udah biasa kali. Lo juga sering lihatin video cewek dari ponsel Lo." Kini giliran Odi yang angkat suara. Dimana hal tersebut membuat Erland tampak tersenyum penuh kemenangan. Setidaknya teman-temannya itu tak bertanya dan akan kepo siapa perempuan yang baru saja ia lihat itu. Karena semua temannya belum ada yang tau status barunya yang sudah beristri.


Sedangkan Galuh, ia kembali berucap, "Tapi ini kan yang lihat Erland. Si manusia yang hampir gak pernah ngelirik cewek manapun setelah dikhianati cinta pertamanya dulu. Apa kalian gak penasaran gitu dengan cewek yang di lihat sama Erland?"


"Gak," jawab mereka semua dengan serempak.


"Ck, harusnya kalian kepo lah kayak gue. Gue yakin deh cewek yang di lihat oleh Erland tadi itu pacar dia. Apa kalian tidak mau pajak jadian dari Erland kalau dia beneran sudah punya pacar?" Galuh masih mencoba untuk menghasut teman-temannya itu agar ikut kepo dengannya dan berakhir akan mengintrogasi Erland nantinya.


"Kita gak minat ngepoin hidup orang lain. Toh kalau memang benar Erland sudah punya pacar nanti dia pasti akan kasih tau ke kita. Kalaupun dia tidak kasih tau ke kita, nanti kalau nikah dia pasti akan ngundang kita. Kalau tidak ya berarti dia tidak menganggap kita sebagai sahabat dia lagi. Dah gitu aja gampang kan. Jadi Lo gak perlu kepo lagi," ujar Hito yang membuat senyum tipis di bibir Erland yang sempat terbit tadi menghilang.


Ia jadi merasa tak enak karena sudah menyembunyikan status dirinya saat ini dan dulu tidak mengundang para sahabatnya itu saat dia menikah.


Erland tampak berdehem sesaat sebelum ia angkat suara.

__ADS_1


"Kalau mau di traktir bilang saja jangan nunggu gue udah punya cewek atau belum karena takutnya saat Lo udah mati dan gue baru dapat cewek, Lo gak ngerasain traktiran dari gue," ujar Erland yang ia tujukan kepada Galuh sembari tangannya kini bergerak untuk mengambil kunci mobilnya lalu melemparnya kearah Galuh yang masih berdiri di belakangnya.


"Di dashboard mobil gue ada uang recehan. Ambil dan belanjakan makanan untuk semua orang yang ada disini," ucap Erland yang membuat mata Galuh berbinar.


"Lo yakin?" Erland menganggukkan kepalanya sembari berdehem untuk menimpali ucapan dari Galuh tadi. Dimana hal itu langsung membuat Galuh berlari kecil untuk keluar dari markas tersebut lalu menuju ke mobil Erland. Dengan tujuan melakukan apa yang diperintahkan oleh Erland tadi.


Sedangkan semua orang yang berada di dalam markas itu, mereka tampak menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Galuh yang kesenangan seperti tadi. Hingga sebuah nada dering dari salah satu ponsel milik kelima orang tersebut berbunyi yang membuat semua orang mengalihkan atensi mereka kearah sumber suara. Dimana sumber suara itu berasal dari ponsel Odi yang tengah berada di tangan laki-laki tersebut.


Odi, si pemilik ponsel itu langsung mengecek ponselnya dimana saat dirinya sudah membuka sebuah pesan yang baru saja masuk itu, matanya terbuka lebar setelah membaca keseluruhan pesan tersebut.


"Wow," ucap Septian kala dirinya tadi sempat mengintip dan membaca pesan di ponsel Odi tadi. Dimana hal tersebut justru membuat ketiga orang lainnya penasaran dengan isi pesan itu hingga membuat Hito kini bertanya, "Ada apa sih? Apa isi dari pesan yang sudah di terima oleh Odi?"


"Berita baik untuk kita semua terutama untuk Lo, Er," ucap Odi.


Erland mengerutkan keningnya.


"Jangan setengah-setengah kalau bicara itu," ujar Virza yang juga sudah penasaran.


"Ck, sabar kali. Jadi gini gue barusan dapat informasi dari kenalan gue mengenai area balapan malam ini. Nah selain dua area yang udah gue katakan tadi, gue dapat informasi ada satu area lagi yaitu di sirkuit Calist. Disana akan diadakan balapan motor pukul 9 malam. Dan kalian tau salah satu peserta yang sudah mendaftar di balapan itu adalah Hazel, si pembalap yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan anak-anak disini. Katanya dia selalu menang setiap balapan seperti ini. Nah hadiah balapan yang satu ini kalian pasti akan takjub mendengarnya karena hadiahnya itu 500 juta dan kalau sampai ada yang mengalahkan si Hazel itu, dia akan memberikan motornya kepada si pemenang," ucap Odi menjabarkan isi dari pesan yang ia terima tadi.

__ADS_1


Dan benar saja dengan apa yang ia katakan tadi jika temannya yang belum tau akan isi pesan itu kecuali Erland tampak melongo setelah mendengar hadiah balapan itu.


Sedangkan Erland, laki-laki itu tampak menimbang-nimbang apakah dia akan mengambil balapan itu atau tidak. Pasalnya ia sangat yakin, jika Hazel nanti akan melakukan kecurangan kepada lawannya makanya ia sangat berani mempertaruhkan kuda besinya itu.


"Er, gimana, Lo mau ikut atau gak? Keputusannya ada di Lo karena Lo yang akan ikut tanding nanti," tanya Odi.


Erland kini menatap kearah Odi sebelum ia berkata, "Gue yakin pikiran kalian sekarang juga sama dengan pikiran gue."


Keempat orang yang memang memiliki firasat jika memang Hazel akan melakukan kecurangan nanti pun mereka tampak menganggukkan kepalanya.


"Kalau pikiran kalian sama dengan pikiran gue. Kalian pasti sudah tau tugas kalian apa."


Lagi dan lagi keempat orang itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau kalian tau tugas kalian dan tidak keberatan buat bantu gue. Gue akan ikut balapan di sirkuit Calist nanti malam," ujar Erland.


"Lo tenang saja Er, kita semua bakal bantu Lo agar si Hazel dan antek-anteknya tidak macam-macam sama Lo," ujar Virza yang diangguki setuju oleh ketiga orang lainnya.


"Thanks kalau kalian memang mau bantu gue," ucap Erland.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu, gue daftarin Lo sekarang juga ya," kata Odi yang dibalas dengan deheman oleh Erland. Dimana hal itu membuat jari jemari Odi bergerak lincah untuk mendaftarkan nama Erland dalam balapan yang akan melawan Hazel malam ini.


__ADS_2