
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, usia kandungan Maura pun saat ini sudah memasuki usia sembilan bulan yang berarti sebentar lagi pasangan Troublemaker itu akan menyambut kedatangan sang buah hati.
Kerumitan-ketumitan yang terjadi di masa kehamilan Maura pun Erland rasakan, walaupun istrinya itu tidak mengidam hal-hal aneh tapi jika rasa ngidam Maura kambuh maka dia harus menyiapkan tiket dadakan karena Maura sepertinya mengidam traveling. Salah satu contohnya, di sore-sore hari saat dirinya baru pulang dari kantor ia sudah mendapati sang istri yang waktu itu mengandung 5 bulan sudah siap dengan dua koper menyambut kedatangannya. Dan masih terngiang jelas ucapan Maura kala itu di kepala Erland.
"Kita hari ini juga ke Jerman. Tidak mau tau dan aku tidak mau mendengar bantahan dari kamu. Aku tunggu 5 menit untuk kamu bersiap-siap. Jika sampai melebihi waktu yang sudah aku tentukan. Jangan harap kamu bisa tidur satu ranjang lagi denganku selama 1 tahun penuh!" Erland yang saat itu tak tau harus berbuat apa, ia hanya tersenyum pasrah saja dan mengiyakan keinginan dari sang istri daripada dirinya harus pisah ranjang jika tidak ia turuti kemauan Maura. Tapi semuanya bisa berjalan mulus tentunya dengan bantuan Afif yang dengan sigap membantu dirinya jika ia membutuhkan bantuan dari sekertarisnya itu. Dan untungnya, Erland merupakan keturunan Abhivandya yang tentunya tak perlu berpikir seribu kali untuk menuruti keinginan Maura, disitulah Erland bersyukur dengan yang maha pencipta karena dengan apa yang ia punya saat ini ia bisa membahagiakan sang istri dan juga calon anaknya.
Tepukan lembut mendarat di bahu Erland, menyadarkan dirinya dari aksi melamunnya itu.
Erland menolehkan kepalanya kearah samping, tepat dimana Maura berada. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Erland menggeser tubuhnya lalu menepuk kursi panjang yang saat ini ia duduki juga, kode agar Maura duduk disampingnya.
Maura yang paham akan kode itu pun, ia mendudukkan tubuhnya tapi tak urung ia juga berkata, "Kenapa tadi bengong? Lagi mikirin apa? Apa ada masalah di kantor?"
Kecerewetan Maura adalah hal yang paling Erland suka karena tanpa di sadari hal tersebut merupakan sebuah perhatian dari sang istri untuknya. Sehingga Erland kini tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"Geleng kepala tuh artinya apa? Aku tadi tanya lho, setidaknya jawab dengan suara bukan dengan gerakan kepala," ucap Maura tak suka jika Erland hanya menjawabnya dengan anggukan atau gelengan saja.
Tanpa melunturkan senyumannya, Erland mengikis jarak antara dirinya dan Maura. Lalu setelahnya ia memeluk tubuh istrinya itu dari samping dengan kepala yang ia sandarkan di bahu Maura. Otomatis tangan Maura dengan refleks mengelus kepala suaminya itu.
Erland yang merasakan usapan lembut, ia memejamkan matanya tapi ia juga menyempatkan dirinya untuk menjawab ucapan dari Maura tadi sebelum istrinya murka.
__ADS_1
"Aku tidak kenapa-napa sayang. Tidak ada masalah sama sekali di kantor. Dan alasan kenapa aku bengong tadi, aku hanya flashback ke kenangan yang sudah kita buat selama ini. Tidak terasa pernikahan kita sudah satu tahun lebih bahkan hampir dua tahun dan di tahun ini juga anak pertama kita akan lahir ke dunia yang akan melengkapi rumah tangga kita," ucap Erland dengan mengelus perut buncit Maura.
Maura tersenyum kala mendengar perkataan dari Erland tadi.
"Hmmm mungkin kita tinggal menghitung hari saja untuk bertemu dengan baby. Dan aku mau berterimakasih sama kamu, sayang." Erland menegakkan posisi duduknya, memutar tubuhnya agar berhadapan sepenuhnya kearah Maura.
"Berterimakasih untuk apa?" tanya Erland penasaran.
Maura meraih kedua tangan Erland, menggenggamnya dengan erat. Tak lupa matanya tertuju kearah kedua mata tajam nan teduh milik Erland.
"Aku mau berterimakasih karena kamu sudah memilihku menjadi pendamping kamu. Sekaligus aku juga mau berterimakasih karena kamu sudah bertahan menghadapiku yang super tidak jelas ini. Apalagi waktu awal-awal kita nikah. Huftt perlakuanku ke kamu benar-benar tidak baik sama sekali. Untung saja kamu sabar, jika tidak mungkin aku sudah menjanda saat ini," ujar Maura yang membuat mata Erland melebar sempurna sebelum salah satu tangannya ia lepas dari genggaman tangan Maura, lalu ia menepuk pelan bibir istrinya itu.
"Tentu saja. Aku tidak akan kembali menjadi Maura yang dulu. Sudah cukup sikapku yang dulu banyak melukai hati orang lain terutama kamu. Jadi aku tidak mau lagi, aku akan menjadi Maura yang sebisa mungkin merubah diriku menjadi lebih baik lagi daripada Maura yang sekarang. Kamu mau membantuku kan?" ucap Maura dengan mata yang berkedip-kedip lucu.
Erland tersenyum. Kedua tangannya kini bergerak menangkup kedua pipi Maura hingga membuat bibir istrinya itu mengerucut lucu.
Erland dengan sengaja menggoyang-goyangkan kepala Maura yang berada di tangannya itu sembari berkata, "Aku akan selalu membantumu, sayang. Apapun yang kamu butuhkan aku akan maju paling depan."
Walaupun Maura sebal dengan aksi Erland saat ini, ia tetap tersenyum saat mendengar jawaban dari Erland tadi. Dan saat dirinya ingin menjauhkan tangan Erland dari kedua pipinya, Erland sudah lebih dulu mencium seluruh wajahnya. Maura yang menerima ciuman hanya bisa pasrah saja. Sampai akhirnya Erland berhenti menciumi Maura dan menjauhkan tangannya dari pipi Maura diakhiri dengan ia memberikan cubitan kecil di pipi Maura yang semakin chubby itu.
__ADS_1
"Menggemaskan," ujar Erland tak bohong sama sekali.
Sedangkan Maura yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya, ia mencebikkan bibirnya.
"Sudah dari dulu," ujar Maura dengan memeluk tubuh Erland. Tentunya Erland membalas pelukan dari Maura dengan mengusap punggung istrinya yang ia yakini punggung itu merasa pegal karena harus menahan perut buncit istrinya itu.
Sedangkan Maura, ia melanjutkan ucapannya.
"Sekali lagi terimakasih suamiku yang selaku menjadi suami siaga yang mau mengajariku banyak hal dan terimakasih karena berkat kamu, aku meninggalkan hal-hal yang tidak baik di masa lalu. Thank you so much, my husband," kata Maura dengan menengadahkan kepalanya agar ia bisa menatap wajah Erland.
Erland membubuhkan kecupan singkat di kening Maura.
"Sama-sama sweet heart. Aku akan berusaha semampuku untuk menjadi pemimpin rumah tangga, suami sekaligus Daddy yang baik untuk rumah tangga kita ini. Terimakasih juga karena kamu sudah memberikan banyak arti pelajaran hidup untukku," ujar Erland. Maura hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan dari suaminya tadi, sebelum ia mengeratkan pelukannya.
Keduanya hanyut dalam pelukan hangat yang mereka salurkan dengan rasa syukur dan rasa bahagia yang teramat besar.
...****************...
Sepertinya beberapa part lagi sudah tamat nih cerita. Kalau ini cerita udah tamat, kalian mau aku buat cerita baru atau nerusin sekuel dari My Bos CEO? Yang tentunya kalau sekuel giliran cerita babang Zico 🤭 tapi kalau cerita baru, aku juga udah punya beberapa list tinggal pilih aja🤭 Walaupun hanya beberapa part yang udah aku tulis. Jadi kalian pilih yang mana nih? Yukkk kasih tau lewat Komen ya. Aku tunggu. See you next eps ❤️
__ADS_1