
Erland yang sudah sampai di ruang kerjanya, melonggarkan dasi yang seakan melilit lehernya. Jika di tanya kesal, tentu saja. Siapa yang tidak kesal jika bertemu dengan wanita yang secara terang-terangan ingin merebut dirinya dari Maura. Ohh tentu saja tanpa Maura tau terlebih dahulu tentang hal tersebut, Erland dengan tegas selalu menolaknya. Enak saja, ia sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya dengan Maura malah ingin di jauhkan dan berubah haluan dengan wanita kurang belaian itu. Yang benar saja, jika ia bisa berubah haluan pasti ada yang salah dengan kesehatan mentalnya. Tapi Erland bisa menjamin jika hal tersebut tak akan pernah terjadi. Hatinya sudah beku dengan nama Maura di dalamnya.
"Sampai kapan aku harus menghadapi wanita gila itu?" gumam Erland dengan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Mengusap wajahnya dengan kasar. Ia pernah berembuk dengan sang Daddy tentang kerjasama antara AWA Grup dengan Od's Grup untuk dihentikan saja karena ia sudah tidak sanggup menghadapi Orla yang sangat gila. Bahkan Erland dulu pernah gonta-ganti nomor ponselnya karena selalu saja di teror oleh Orla dan lebih gilanya lagi, Erland hampir di jebak oleh Orla di suatu acara dengan memasukkan obat perangsang kedalam minuman Erland saat itu. Tak hanya sampai di situ saja Orla juga pernah memerintahkan sekertarisnya untuk memanggil para wartawan untuk semakin melancarkan aksinya jika Erland sudah terperangkap dalam permainannya. Tapi berhubung Erland pintar dan cukup curiga dengan gerak-gerik Orla, ditambah Afif yang melihatnya sendiri wanita itu sudah memasukkan obat tersebut dan langsung memberitahu dirinya, ia sama sekali tak menyentuh minuman ataupun makanan yang tersaji di acara tersebut. Tak segan-segan ia meminta Afif untuk membelikan air mineral yang bisa ia bawa kemana-mana dan terjamin keamanannya.
Orla yang sudah merencanakan semuanya secara matang namun berakhir gagal, tentu saja ia sangat marah besar. Tapi hanya bisa melampiaskannya saat dirinya sudah pergi dari acara tersebut sesudah Erland pergi dari sana juga. Maka dari itu Erland sangat kekeuh meminta sang Daddy untuk membatalkan kerjasama mereka. Namun sayangnya, Daddy Aiden tidak mau karena jika membatalkan kerjasama mereka secara sepihak tanpa ada alasan yang memberatkan pihak lawan, maka mereka yang akan rugi sendiri. Dan Daddy Aiden saat itu bilang, "Dunia bisnis memang gelap. Selain bersaing secara tidak sehat dengan trik memusnahkan pemilik perusahaan yang ia rasa saingannya, mereka juga tidak akan segan-segan menjodohkan anak mereka dengan anak saingannya agar perusahaan dirinya semakin berkembang dengan dukungan dari perusahaan milik besannya dengan cara apapun akan mereka lakukan asalkan mereka mencapai tujuan yang mereka inginkan. Dan karena kamu sudah pernah mengalaminya entah yang ingin di musnahkan oleh lawan atau ingin di jebak, kamu harusnya belajar dari pengalamanmu itu. Jangan pernah lengah sedikitpun dengan orang-orang yang di dekatmu entah orang itu sudah kamu kenal sekalipun karena belum tentu orang itu baik di belakangmu seperti yang kamu kenal. Tapi dibalik semua kejadian yang telah kamu alami, tetap profesional saat di jam kerja. Jika mereka yang sudah bekerjasama dengan kita maka jangan campurkan urusan luar kalian dengan pekerjaan selagi tidak membahayakan nyawa kamu. Ingat Er, jika kamu gegabah untuk memutus kerjasama antar perusahaan hanya karena kamu tidak suka dengan si pemilik perusahaan maka nasib karyawan yang di bawah pimpinan kamu yang kamu taruhkan. Perusahaan kita memang sudah cukup besar tapi tidak menutup kemungkinan jika kita juga akan mengalami kebangkrutan. Jadi jangan gegabah, sekali lagi ingat ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di tangan kamu. Kamu sekarang yang menggantikan Daddy menjadi nahkoda, jika nahkodanya tidak becus menjalankan pekerjaannya maka semua penumpang akan tenggelam karena ulahnya."
Dan setelah mendapat petuah dari Daddy Aiden, Erland tidak lagi memaksa Daddy Aiden untuk memutus kerjasama dengan perusahaan Od's Grup karena ia pikir-pikir benar apa kata Daddy Aiden tadi. Jika ia tidak boleh gegabah memutuskan sesuatu hanya karena kepentingan dirinya sendiri tanpa memikirkan nasib karyawannya. Dan dari situlah Erland mulai bisa mengambil sikap seperti apa yang akan ia berikan kepada klien yang sebenarnya sangat menggangu hidupnya contohnya seperti Orla tadi. Tentunya ia akan bersikap tegas dan tak tersentuh.
Erland menghela nafas panjang kala matanya yang tadi ia tutup untuk meredakan emosinya yang tadi memuncak hanya karena melihat wajah Orla. Dimana saat ia sudah merasa mendingan, ia menegakkan kembali tubuhnya, meraih ponselnya yang sedari tadi ia letakkan di atas meja kerjanya. Mungkin dengan mendengar suara Maura, emosinya akan menghilang sepenuhnya.
Dengan gerakan lincah, jari Erland mencari nama Maura di kontak ponselnya. Namun saat jarinya ingin menekan ikon telepon sebuah pesan masuk kedalam ponselnya yang langsung membuat kedua sudut bibir Erland terangkat keatas. Tentu saja pesan itu dari Maura, memangnya siapa lagi yang bisa membuat Erland saat ini tersenyum jika bukan istrinya tercinta.
__ADS_1
Erland dengan cepat membuka pesan dari sang istri, membaca pesan itu tanpa melunturkan senyumannya.
📨 : My Lovely Wife
"Semangat bekerjanya sayang. Jangan sampai telat makannya ya. Love you ❤️"
Senyum Erland semakin lebar saja. Dan berkat pesan dari Maura tadi, ia melupakan amarahnya yang meluap-luap. Tapi bukannya Erland membalas pesan dari Maura, ia melanjutkan niatnya tadi untuk menelepon sang istri.
📞 : "Halo assalamualaikum. Ada apa?" ucap Maura. Lidahnya yang dulu kelu untuk sekedar mengucapakan kata salam kini sudah terbiasa mengucapkannya tentunya dengan ajaran Erland.
"Waalaikumsalam. Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tau kamu lagi apa? Karena aku sangat merindukanmu saat ini," ujar Erland tentunya dengan jujur.
__ADS_1
Maura yang mendengar kalimat terakhir yang Erland ucapkan tadi, ia memutar bola matanya malas.
📞 : "Kita baru berpisah belum ada dua jam, sayang. Dan nanti sore kita juga akan ketemu lagi. Aku sekarang lagi lihat tutorial cara bikin kue kering. Aku mau mencoba membuatnya kalau ada uang lebih nanti buat beli bahan. Hehehe," ujar Maura.
"Kamu mau bikin kue?"
📞 : "Pengennya sih gitu."
"Untuk apa sih? Kan bisa beli yang sudah jadi kalau kamu mau." Maura tampak menggigit bibir bawahnya. Niatnya selain ia ingin ada kegiatan saat ia sendirian di rumah. Ia juga ingin menjual kue kering yang sudah ia buat nanti untuk membantu finansial di dalam rumah tangganya.
📞 : "A---Aku mau coba-coba ketrampilan dulu sayang. Nanti kalau memang aku sudah berhasil, aku berniat buat jual kue-kue itu. Lumayan lho penghasilannya buat bantu kamu memenuhi finansial kita," ujar Maura yang membuat Erland diam membeku di tempatnya. Saat Maura berkata ingin membantu dirinya mengais pundi-pundi rupiah, saat itu juga ingin sekali Erland bilang jika dirinya sudah kaya jadi Maura tidak perlu memikirkan tentang uang finansial mereka.
__ADS_1