PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Eps 81


__ADS_3

Maura menjadi malu sendiri karena kebodohannya itu. Tapi tak urung ia kini mengalihkan pandangannya kearah anak laki-laki disampingnya tadi. Namun anak itu sudah tak ada di tempatnya sebelumnya. Dimana hal tersebut membuat Maura otomatis menatap kearah tempat Erland berada, yang ternyata anak laki-laki tersebut sudah bergabung dengan mereka.


Dan dari penglihatannya, Maura bisa memastikan jika anak laki-laki itu tengah membicarakan tentang kebodohannya tadi ke ketiga orang lainnya yang duduk disatu meja dengannya.


"Gawat. Aku harus pergi sekarang juga. Aku tidak boleh ketahuan. Perkara urusan dia yang sudah punya istri, aku akan tanyakan saat dia ada di rumah nanti. Dan tangan dia, arkhhhh akan aku patahkan nanti," gumam Maura. Dan setelah mengatakan perkataannya tadi, Maura dengan cepat merogoh uang seratus ribuan dan menaruhnya diatas meja sebelum dirinya langsung ngacir, berlari agar segara keluar dan tak ketahuan oleh Erland.


Aksi dari Maura tadi membuat semua orang yang ada di dalam cafe menatapnya heran. Namun tidak dengan Erland juga perempuan yang berada di sampingnya itu yang malah tampak tersenyum.


"Sepertinya istri kamu sangat lucu," ucap perempuan itu dengan menatap arah pergi Maura.


"Hmmmm, lebih tepatnya sih menyebalkan kerjaannya bikin ulah, cari gara-gara mulu. Tapi walaupun begitulah aku yang merupakan suaminya tetap sayang sama dia," ujar Erland dengan senyum yang merekah.

__ADS_1


Perempuan yang berada disampingnya itu memutar bola matanya malas. Apakah Erland sudah mulai tertarik dengan Maura? Dan apakah dia akan membucin lagi untuk kedua kalinya? Karena jujur saja perempuan yang sekarang bersama dengan Erland cukup prihatin mendengar cerita pernikahan yang di jalankan oleh Erland. Ia tau betul Erland tipikal orang yang sangat sulit untuk mengalah, tapi dengan Maura, ia bisa melawan egonya yang selalu ingin menang sendiri itu.


"Udah mulai sayang?" tanya perempuan tersebut dengan menatap lekat wajah Erland yang semakin bertambah umur, ia akui jika wajah Erland justru semakin tampan.


Erland mengalihkan pandangan yang tadi menatap kearah pintu keluar menjadi kearah perempuan disampingnya sebelum ia menggedikkan bahunya sendiri.


"Mungkin kalau cuma sekedar rasa sayang, Abang sudah bisa merasakannya. Tapi untuk rasa cinta, Abang masih terlalu takut untuk memastikannya. Kamu sendiri kan tau Re, gimana traumanya Abang dengan yang namanya cinta. Abang takut saat Abang sudah benar-benar cinta dengan Maura, dia akan mematahkan hati Abang seperti Kayla dulu. Apalagi Abang juga belum tau perasaan Maura seperti apa," ujar Erland dengan jujur. Memang ia akui jika dirinya sudah sayang dengan perempuan yang menyandang status sebagai istrinya itu hampir satu bulan ini. Bahkan ia juga sedikit merasakan kalau dia mulai jatuh cinta dengan Maura. Tapi karena dirinya masih trauma untuk jatuh cinta lagi, ia memilih untuk menahan perasaannya agar jika Maura memperlakukan dia seperti Kayla dulu, dia tidak akan merasakan sakit hati yang teramat dalam.


Dan ya, perempuan yang bersama dengan Erland adalah Edrea. Kalian masih ingatkan siapa Edrea? Dia anak bontot di keluarga Abhivandya, kembaran Erland. Dan untuk kedua anak yang mereka bawa adalah anak Edrea dengan Leon tentunya. Satu keluarga kecil itu baru sampai di negara tercinta mereka kemarin untuk liburan saja sekaligus ketemu kangen dengan keluarganya.


Erland meminta Bayu untuk berpura-pura seperti tukang ojek online sebelum dirinya pergi dan tidak lagi mengikuti Maura karena ia harus segara mengajak adiknya alias Edrea untuk berperan sebagai pasangannya.

__ADS_1


Tapi walaupun begitu Erland juga tetap mendapatkan informasi apa yang tengah Maura lakukan selama pergi dengan Bayu. Dan infomasi itu membuat Erland harus mengusap dadanya agar lebih bersabar lagi melihat sikap bar-bar dari sang istri. Oke back to topik...


Edrea yang melihat adanya ke tidak yakinan di mata Erland, ia meraih tangan Erland, memberikan elusan lembut di punggung tangan Kakak kembarnya tersebut.


"Bang, percaya sama Rea. Tidak semua perempuan itu sama bang. Mungkin Abang memang pernah dipatahkan oleh seorang perempuan, mungkin Abang juga pernah di manfaatkan oleh yang namanya perempuan. Tapi watak, sifat dan kepribadian perempuan itu tidak sama. Mungkin Abang mendapatkan kesakitan itu saat dengan Kayla dulu, tapi belum tentu dengan Kak Maura Abang merasakan hal yang sama. Dan menurut Rea nih ya bang, sebenarnya orang yang bar-bar seperti Kak Maura itu lebih baik karena apapun yang ada di dirinya tidak ia sembunyikan. Apa yang tengah dia perlihatkan, itulah dia aslinya. Beda dengan Kayla yang dulu sangat pendiam, lemah lembut bahkan perhatian tapi nyatanya semua sifatnya itu hanya palsu semata hanya untuk menutupi sifat aslinya yang kayak wanita murahan," ucap Edrea dengan perkataannya yang mulai tak bisa ia saring ketika mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Sedangkan Erland yang mendengar kata terakhir dari sang adik pun ia memelototkan matanya dan tangannya kini bergerak untuk memukul pelan bibir Edrea sembari berkata, "Heh mulutnya. Disini tidak hanya ada kita berdua tapi ada anak kamu juga. Gimana kalau anak kamu sampai meniru ucapanmu itu tadi."


Edrea yang mendapat teguran dari Erland, ia langsung nyengir dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hehehe maaf kelepasan bang. Lagian mereka juga tidak akan paham dengan apa yang aku katakan tadi. Jadi aku pastikan jika mereka tidak akan meniru ucapanku," balas Edrea penuh percaya diri. Dimana ucapan dari Edrea tadi membuat Erland memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Terserah kamu lah, Re. Yang punya anak juga kamu. Tapi kalau nanti tiba-tiba mereka tanya arti dari ucapanmu itu, jangan minta bantuan Abang atau suami kamu untuk menjelaskannya. Jelaskan saja sendiri," ujar Erland.


"Tenang-tenang, nanti Edrea yang akan menjelaskan ke mereka berdua kalau memang tanya masalah perkataanku tadi. Dan lebih baik kita tinggalkan masalah tidak penting ini, karena ada yang lebih serius dibandingkan dengan ucapanku tadi. Gini ya bang, aku mau kasih tau ke kamu sekali lagi kalau sifat perempuan itu tidak akan ada yang sama persis. Kamu bisa mengambil contoh dengan orang-orang disekitarmu atau lebih gampangnya dari keluarga kita saja. Abang tau sendiri kan, kalau karakter semua perempuan di keluarga kita beda-beda. Nah begitu juga dengan karakter Kak Maura juga Kayla. Kayla boleh menjadi wanita tidak benar, tapi Kak Maura, belum tentu. Jadi kalau boleh aku sarankan nih ya bang, jangan lepas Kak Maura. Walaupun dia memang sangat-sangat menyebalkan tapi yakinlah kalau hati dia itu sebenarnya sangat lembut. Jangan sampai Abang menyesal nantinya karena Abang sudah melepaskan dia hanya gara-gara trauma di masa lalu. Jangan sampai bang," ucap Edrea panjang lebar, memberikan pencerahan serta membantu Erland meyakinkan perasaan laki-laki itu.


__ADS_2