PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 124


__ADS_3

Erland tertegun mendengar jawaban yang di lontarkan dari bibir Maura. Masih sangat jelas sekali diingatannya saat Maura mengajukan point-point yang saat ini sudah di coret oleh istrinya. Dimana saat itu ada kobaran api amarah terlihat jelas di mata Maura seakan-akan perempuan itu tengah balas dendam dengan memberikan point yang sangat berat untuk Erland saat itu. Tapi sekarang lihatlah tanpa pikir panjang Maura malah mencoret apa yang dulu ia inginkan. Namun walaupun begitu, Erland harus tetap bertanya tentang keyakinan Maura ini, takutnya ada penyesalan di kemudian hari dan Erland tidak ingin hal tersebut terjadi.


"Kamu yakin semua point ini tidak penting? Kamu gak ingat semua point yang kamu coret ini kamu sendiri yang ngajuin? Dan kamu yakin di kemudian hari kamu tidak menyesal dengan keputusanmu ini? Ingat sayang, ini keputusan yang menyangkut masa depanmu juga. Aku tidak masalah jika point-point yang kamu coret tadi masih tetap berlaku karena aku tidak mau membebani kamu nantinya," tanya Erland.


"Iya aku ingat kok. Terus memangnya kenapa kalau aku coret point yang dulu aku ajukan? Toh aku tadi juga sudah bilang kalau point-point itu tidak penting sama sekali setelah aku pikir-pikir ribuan kali. Gini ya sayang, dengar baik-baik untuk apa aku mengajukan perjanjian tidak tidur dalam satu kamar yang sama padahal kita sekarang sudah melakukannya bahkan kita tidur satu ranjang dan dari sini kita sudah melanggar perjanjian kita ini. Point kedua yang aku ajukan juga tidak masuk akal dimana tidak ada skinship diantara kita sedangkan kita saja sudah lebih dari melakukan skinship, kita juga sudah melanggarnya. Point ketiga menurutku juga tidak penting, untuk apa kita menyembunyikan pernikahan kita sedangkan semua orang yang ada di sekitar rumah kita sudah tau jika kita suami-istri. Toh walaupun semua orang tau tentang pernikahan kita ini juga tidak akan terjadi apapun, kita kan hanya orang biasa, beda cerita jika kita orang kaya. Nah dan points terakhir, kenapa aku coret karena aku tidak mau menduakanmu. Aku tidak berniat untuk menikah lagi ataupun dekat dengan laki-laki lain. Aku sudah berubah pikiran karena semua duniaku sekarang ada di kamu. Aku sangat yakin jika aku tidak akan menyesal di kemudian hari. Keputusan yang aku ambil ini sudah benar. Dan mengenai masa depanku, kan sudah jelas masa depanku itu kamu. Jadi untuk apa aku mengkhawatirkan masa depanku selagi kamu masih ada di sisiku," jelas Maura dengan senyuman di bibirnya tak lupa tangannya bergerak, menggenggam kedua tangan Erland.


Senyuman Maura tadi tak urung membuat Erland juga tersenyum sangat-sangat manis. Ia juga cukup lega karena tanpa pernah ia pikirkan sebelumnya jika Maura akan mengambil keputusan yang Erland pikir ini keputusan terbesar Maura yang artinya saat Maura mencoret semua point yang dulu ia ajukan maka Maura siap untuk menjadi istri Erland selamanya.


"Ah satu lagi," ucap Maura tiba-tiba yang membuat Erland mengerutkan keningnya.


"Satu lagi?" beo Erland yang diangguki oleh Maura.

__ADS_1


"Begini. Kan di point tentang skinship tertuang juga jika seseorang yang sudah memancing salah satu dari kita berdua untuk melakukan skinship maka orang itu akan di hukum. Dan selama kita tinggal bersama hampir dua bulan ini aku rasa, aku lah orang yang sudah melanggar janjiku sendiri. Jadi kamu berhak untuk menghukumku. Tapi aku mohon jangan beri aku hukuman berat ya." Maura menangkupkan kedua tangannya tepat di depan dadanya dengan wajah memelas, kedua matanya pun turut mengerjab-ngerjab lucu. Ekspresi yang di perlihatkan oleh Maura saat ini benar-benar sangat menggemaskan di mata Erland. Sampai Erland yang sudah tidak tahan lagi, kedua tangannya bergerak, mencubit pelan kedua pipi Maura dan ia melakukannya hanya sesaat saja sebelum ia melepaskan cubitannya dan tangannya kini mengelus kedua pipi istrinya tersebut.


"Aku tidak akan menghukummu. Bukannya point perjanjian ini sudah kamu coret yang artinya point sudah terhapus. Jadi untuk apa aku menghukummu? Lagian kalaupun perjanjian ini masih kita jalankan aku tidak akan memberimu hukuman sayang, karena aku juga mendapatkan keuntungan saat kita melakukan skinship selama ini apalagi tadi malam dan pagi ini jadi tak masalah aku tidak menghukummu, toh yang aku dapatkan bukan sebuah kerugian, jadi amanlah," ucap Erland dengan kalimat terakhir yang hanya bisa ia ucapkan didalam hatinya. Tak berani berkata langsung, takut Maura nanti tak akan memberikan jatah lagi untuknya.


Sedangkan Maura, perempuan itu mengerutkan keningnya cukup heran dengan ucapan Erland yang tetap tak mau memberikan hukuman kepadanya walaupun perjanjian masih berlaku.


"Kenapa kamu tidak mau menghukumku?" tanya Maura penasaran.


"Aku sedang tidak bercanda Erland. Aku tanya beneran lho tadi."


"Memangnya siapa yang sedang bercanda sih sayang. Aku juga mengatakan yang sebenarnya. Aku menyayangimu sampai aku tidak mau melukaimu atau membiarkan kamu terluka sedikitpun," ujar Erland dan dengan sekali ayunan, tangannya yang tadi sudah berada di pinggang Maura tanpa perempuan itu sadari, tubuh Maura kini sudah berpindah lagi menjadi duduk di pangkuan Erland. Tentunya Maura yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari sang suami, sangat terkejut.

__ADS_1


Maura mendelik kedua matanya, ia juga bersiap untuk memberikan omelan kepada Erland karena sudah mengagetkan dirinya sekaligus secara tidak langsung Erland sudah menghancurkan suasana romantis yang sempat terjadi tadi. Padahal Maura masih ingin menikmati suasana romantis itu. Tapi ahhhh sudahlah, suaminya itu memang sangat-sangat menyebalkan. Niatan Maura yang ingin mengomel itu ternyata kalah cepat dengan bibir Erland yang sudah lebih dulu mendarat di bibir Maura, membuat bibir cherry tersebut terkatup sempurna hingga tak jadi melakukan apa yang ingin ia lakukan tadi.


Sedangkan Erland yang sudah menjauhkan bibirnya dari bibir Maura terkekeh geli melihat Maura yang kembali diam. Ia yang pintar membaca situasi saat melihat tatapan mendelik dari Maura, ia sudah tau pasti istrinya itu ingin memberikan protesan kepadanya. Tapi berhubung otak pintar sedikit mesumnya itu bekerja dengan baik maka ia bergerak cepat untuk membungkam bibir Maura tentunya kesempatan itu tak Erland sia-siakan, alhasil ia gunakan bibirnya untuk membungkam bibir manis tersebut. Lagian tangannya kan sekarang tengah menahan tubuh Maura, kalau ia lepaskan salah satu tangannya, ia takut Maura nanti akan jatuh dan mencium lantai, Erland tidak tega jika hal itu terjadi.


"Jangan berniat mengomeli suamimu ini sayang. Dan lebih baik kita melakukan makan bersama yang tertunda tadi." Maura tampak mendengus. Saat dirinya ingin turun dari pangkuan Erland, tangan Erland justru semakin erat memeluknya.


"Mau kemana?" tanya Erland.


"Katanya tadi suruh makan. Ya aku pindah ke kursiku lah," jawab Maura.


"Gak, gak boleh. Kamu tetap duduk di atas pangkuanku dan aku akan menyuapi kamu. Tidak ada bantahan atau penolakan sama sekali. Jika kamu masih mau membantah, siap-siap nanti malam melanjutkan ronde kita tadi di dalam toilet," ujar Erland dengan menaik-turunkan alisnya. Sedangkan Maura, ia melongo mendengar ancaman dari Erland. Walaupun dirinya sangat yakin suaminya itu tidak akan menyiksanya dengan cara tidak membiarkan ia istirahat dalam melakukan hubungan badan, tapi tetap saja Maura ngeri di buatnya. Jujur saja badannya saat ini terasa remuk. Dan tidak bisa ia bayangkan jika nanti malam ia melayani Erland lagi, bisa-bisa tulang iganya patah nanti. Jadi untuk menghindari hal itu terjadi, Maura memilih untuk pasrah dengan menuruti kemauan Erland.

__ADS_1


__ADS_2