PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 48


__ADS_3

Semua pembalap telah berkumpul namun ada satu pembalap yang sedari tadi sudah di tunggu-tunggu tapi tak kunjung ikut bergabung juga. Dimana hal tersebut membuat semua pembalap kecuali Erland menggerutu. Terlihat jelas jika tak ada seorang pun dari pembalap tersebut yang suka dengan Hazel karena gerutuan mereka selalu mencemooh laki-laki tersebut.


Gerutuan para pembalap tersebut berhenti kala Hazel telah bergabung dengan mereka dengan berucap, "Sorry lama."


Semua orang tak menanggapi ucapan dari laki-laki tersebut mereka memilih untuk menatap kearah depan. Sedangkan Hazel yang sudah berada di posisi tepat di samping Erland, ia mengerutkan keningnya saat baru melihat satu lawannya yang belum pernah ia temui sebelumnya.


Dimana setelah ia menatap lekat kearah Erland yang hanya diabaikan begitu saja oleh Erland, Hazel kini beralih menatap kearah tim-nya untuk bertanya kepada mereka tentang Erland dengan memberikan kode lewat gerakan kepalanya itu.


Salah satu timnya kini mendekati dirinya dan saat mereka sudah benar-benar dekat barulah Hazel berbisik.


"Lo tau siapa orang yang ada disamping gue saat ini?" Orang yang mendapat bisikan dari Hazel, ia kini menatap kearah Erland sesaat sebelum ia menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia orang baru yang ingin menguji kemampuan sekaligus nyali dia."


"Berarti Lo gak tau siapa dia kan?" Orang itu menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu kalian---"


"Hmmmm. Kita gak ngelakuin apa-apa sama dia. Karena kita saja juga baru tau dia sekarang. Jadi gunakan yang lain saja. Kita juga tidak bisa memundur waktu balapan ini lagi jika tim harus bergerak. Jadi Lo sekarang terpaksa harus bergerak sendiri," ujarnya. Dimana hal tersebut membuat Hazel tampak menghela panjang. Dan saat dirinya ingin kembali berucap, terlihat seorang perempuan cantik dengan pakaian seksinya berjalan menuju ke tengah-tengah area balapan tersebut. Dimana hal itu otomatis membuat tim Hazel memundurkan tubuhnya. Sedangkan Hazel, ia menutup kaca helm full facenya itu kemudian menatap kearah Erland sekilas dengan bibir yang tersenyum miring dibalik helmnya itu sebelum tatapannya berpindah kearah perempuan dihadapannya yang tengah mengibar-ngibarkan bendera ditangannya.

__ADS_1


Hingga beberapa saat terdengar suara MC menggema di seluruh area itu.


"Oke, balapan malam ini akan kita mulai dengan hitungan mundur!"


"Siap!" Lagi-lagi suara MC itu kembali terdengar. Dimana bertepatan dengan hal itu suara deruman motor para pembalap juga berbunyi nyaring.


"Tiga!"


"Dua!" Suara deruman motor itu saling bersaut-sautan.


"Satu! Go!" Perempuan yang membawa bendera di tangannya tadi melempar bendera tersebut keatas kala kata satu ia dengar. Dan lemparan bendera itu menandakan jika pertunjukan tersebut telah dimulai.


"Gue kira kemampuan dia jauh lebih jago dari pembalap tidak berguna disini. Tapi ternyata dia sama seperti mereka, selain tidak berguna dia juga sangat payah," gumam Hazel yang tentunya ia tujukan kepada Erland. Ia pikir laki-laki itu tidak sebanding dengannya jadi dia tidak perlu repot-repot bukan untuk melakukan aksinya selain fokus ke lintasan sirkuit disana. Toh tanpa dia melakukan hal licik kepada Erland, ia sangat yakin dirinya akan menang telak dari laki-laki itu.


Padahal tanpa ia sadari Erland memilih untuk berada di urutan ke empat karena dirinya ingin tau kejadian apa yang akan di alami oleh pembalap lainnya. Dan benar saja saat mereka ingin berbelok pada belokan pertama, pembalap yang berada tepat di belakang Hazel hilang kendali dan berakhir pembalap itu menabrak pembatas jalan. Entah apa yang sebenarnya terjadi, Erland tidak tau pastinya.


Dan setelah beberapa saat setelah pembalap nomor dua itu terjatuh, kini pembalap yang nomor tiga yang artinya tepat di depan Erland, sehingga kali ini ia bisa tau penyebab pembalap itu terjadi. Dan penyebabnya kerena saluran oli yang ada di motor pembalap itu sudah disabotase hingga berakhir menetes ke jalan yang membuat si pengendara itu sendiri terjatuh.


Bahkan tidak hanya dua pembalap itu saja yang entah itu jatuh atau tiba-tiba berhenti begitu saja melainkan seluruh pembalap yang ikut dalam acara tersebut terkecuali Erland yang saat ini tengah menghela nafasnya. Tidak perlu bertanya lagi kenapa semua ini bisa terjadi jika bukan karena ulah tangan-tangan nakal tim Hazel.

__ADS_1


Erland yang sudah cukup kesal melihat adegan tiap adegan yang terjadi tadi pun ia kini menambah laju motornya. Sudah cukup dirinya membiarkan Hazel senang kali ini. Dan kini saatnya Erland memberikan pelajaran kepada laki-laki itu.


Hazel yang sedari tadi terus tersenyum, senyumannya itu luntur kala dari arah belakang ia sudah melihat Erland yang mengikis jarak antara mereka berdua yang tadinya sangat jauh sekali.


"Sial," umpat Hazel sembari menambah kecepatan motornya. Namun kali ini kecepatan motornya itu bisa di susul oleh Erland bahkan laki-laki itu sekarang sudah mengambil alih tempat Hazel tadi.


Hazel yang kedudukannya diambil alih pun ia menggeram kesal. Ia tidak boleh membiarkan lawannya itu berada di posisi itu terus menerus sampai finish. Hingga akhirnya, Hazel semakin menambah kecepatan motornya itu sampai ia bisa menyalip motor Erland.


Erland tak tinggal diam, ia kembali menyalip motor Hazel. Mereka terus saling berebut di posisi pertama. Dimana hal itu membuat Hazel kesal setengah mati.


"Gue sepertinya sudah salah meremehkan dia," gumam Hazel yang sudah mulai kewalahan dengan aksi Erland saat ini.


"Gue gak bisa diam terus seperti ini dan mencoba untuk mengimbangi dia sampai garis finish karena jika gue hanya mengimbangi dia belum tentu gue yang memang nanti. Jadi sudah saatnya gue melumpuhkan dia," sambung Hazel kembali menambah kecepatan motornya itu sampai dirinya berada di samping Erland.


Erland tampak melirik sekilas kearah Hazel sebelum ia menambah kecepatannya. Namun lagi-lagi Hazel bukannya menyalip, laki-laki itu justru kembali berada di posisi sampingnya. Dimana hal tersebut membuat Erland mulai was-was dengan dia. Bahkan ucapan yang Odi tadi katakan terlintas kembali di otaknya.


Hingga hal tersebut membuat Erland memutuskan untuk mengurangi kecepatannya. Bukannya dia membiarkan Hazel untuk memimpin tapi ia hanya ingin melihat apakah laki-laki itu juga menurunkan kecepatan motornya. Dan jika iya, sudah dipastikan jika Hazel memilik niat buruk kepada Erland. Dan niatan itu apalagi jika bukan untuk melukai Erland.


Sesuai dengan tebakan Erland tadi, Hazel ikut menurunkan kecepatannya. Dan tanpa aba-aba sama sekali, Hazel dengan berani memepet motor Erland hingga hampir mepet pembatas jalan jika saja Erland tidak melakukan perlawanan tadi dengan memberikan tendangan kearah Hazel yang membuat motor itu oleng sesaat dan terdengar umpatan dari Hazel setelahnya. Namun tak urung, Hazel kembali menyusul laju Erland yang sudah jauh didepannya itu.

__ADS_1


__ADS_2