PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 57


__ADS_3

Erland mengerjabkan matanya sebelum dirinya kini memutar tubuhnya kembali menghadap Maura.


"Tunggu sebentar kamu tadi bilang apa? Takutnya aku salah dengar tadi," ucap Erland meminta agar Maura mengulangi ucapannya tadi. Ia benar-benar sangat takut jika telinganya tadi salah mendengar ucapan dari Maura.


"Aku tadi menyatakan terimakasih ke kamu, Er," ulang Maura yang semakin membuat Erland percaya, tak percaya. Percaya karena ia tak salah dengar tapi ia juga tak percaya kalau apa yang ia alami saat ini adalah nyata bukan mimpi. Dan untuk membuktikan ketidak percayaannya itu ia sampai diam-diam menginjak kakinya sendiri. Namun yang ia rasakan adalah rasa sakit yang mendera kakinya tersebut. Dan dari situlah ia baru percaya jika apa yang tengah ia alami saat ini bukan mimpi namun kenyataan.


"Terimakasih untuk?" tanya Erland yang menahan rasa senangnya. Gimana tidak senang jika istrinya yang sombong itu ternyata mau mengatakan terimakasih kepadanya.


"Hmmmm untuk semuanya yang telah kamu lakukan ke aku. Kamu sudah baik sana aku, sudah sangat sabar menghadapi keras kepalaku ini ya walaupun kita sering kali bertengkar tapi kamu tetap saja yang akan mengalah. Pokoknya terimakasih atas kebaikan yang kamu berikan kepadaku. Dan aku juga mau mengatakan maaf atas apa yang aku katakan kemarin pagi kepadamu," ujar Maura dengan kepala yang ia tundukkan dengan tangan yang kini memainkan jari jemarinya untuk menghilangkan rasa gugup dirinya.


Erland yang mendengar kata maaf yang juga keluar dari bibir Maura, ia tak bisa lagi menyebunyikan senyumannya itu. Sehingga ia kini tengah tersenyum dengan lebar. Dan saking senangnya ia menaruh gelas dan piring yang tadi ada di tangannya. Kemudian ia memeluk tubuh Maura yang masih terduduk itu. Walaupun kata maaf, terimakasih dan tolong dulu sempat Maura berikan kepadanya saat pertemuan pertama mereka dulu. Tapi Erland sangat yakin Maura tidak ikhlas mengatakannya atau hanya sekedar ucapan saja dan tidak dari dalam hatinya. Namun kali ini Maura menyatakan dua perkataan limited edition itu dengan sangat-sangat tulus terlihat dari binar matanya.

__ADS_1


Sedangkan Maura yang mendapat pelukan secara tiba-tiba dari sang suami pun ia sangat terkejut bukan main. Dan ini adalah pelukan pertama bagi mereka berdua.


Sedangkan Erland, ia mengelus rambut sepunggung milik Maura itu masih dengan senyumannya. Sebelum ia berkata.


"Aku sudah memaafkanmu. Tapi aku harap kamu tidak mengulanginya lagi dan aku harap kamu berubah menjadi lebih baik lagi. Kurangi keras kepalamu ya Ra. Dan terimakasih karena kamu sudah mau mengatakan maaf dan terimakasih kepadaku," ujar Erland yang membuat Maura hampir menangis saja mendengarnya. Ia tak pernah menyangka jika ada seseorang yang berterimakasih kepadanya hanya karena dia mengucapakan kata maaf dan terimakasih saja. Ia pikir orang-orang hanya akan cuek jika dirinya mengatakan dua hal itu dan karena pikirannya tersebut ia dari kecil sangat jarang mengatakan hal tersebut. Apalagi kata maaf atau tolong kalau tidak dalam keadaan mendesak saja. Tapi setelah melihat respon dari Erland tadi mungkin dia akan membiasakan dirinya mengatakan tiga hal yang sangat jarang ia katakan itu.


Setelah beberapa saat Erland melepaskan pelukannya tersebut dengan mata yang menatap lekat tepat di manik mata sang istri.


"Sekali lagi makasih, Ra. Dan semoga harapanku supaya kamu bisa berubah bisa kamu kabulkan. Perlahan saja tidak apa asalkan kamu punya niat untuk berubah akan aku dukung," ucap Erland yang dibalas dengan senyum serta anggukkan kepala dari Maura. Dimana hal itu membuat Erland yang tadi berjongkok dengan menggunakan kedua lututnya itu kini ia berdiri dari duduknya dengan memberikan usapan lembut kepada sang istri tak lupa senyum manisnya itu sebelum akhirnya ia melanjutkan apa yang akan ia kerjakan tadi.


"Nanti kalau butuh apa-apa, panggil saja aku," ucap Erland kala dirinya sudah merebahkan tubuh Maura yang tadi ia bopong keatas ranjang didalam kamar perempuan tersebut.

__ADS_1


"Iya. Nanti aku panggil kamu. Terimakasih ya," tutur Maura dengan senyumannya.


Erland membalas ucapan dari Maura itu dengan senyuman di bibirnya tak lupa dengan ia menganggukkan kepala sembari salah satu tangannya bergerak untuk mengacak gemas rambut Maura.


"Ya sudah aku keluar dulu. Istirahat lah dan cepatlah sembuh," ujar Erland dimana setelah ia melihat Maura menganggukkan kepalanya, Erland berjalan keluar dari dalam kamar istrinya tersebut.


Dan saat ia sudah menutup kembali pintu kamar itu, Erland langsung melompat-lompat kegirangan. Padahal dia hanya mendengar dua kata limited edition dari Maura saja tapi kegembiraannya seperti dia tengah mendapat hadiah seisi dunia ini.


"Sumpah demi apapun aku gak nyangka kalau dia mau mengatakan dua kata itu. Ya Tuhan mimpi apa aku semalam. Arkhhhh aku senang sekali," guman Erland yang sengaja ucapannya itu ia lirihkan agar Maura yang ada didalam tidak mendengar ucapannya itu. Kalau sampai dengar malu sudah Erland nanti di buatnya.


Erland terus berjingkrak-jingkrak meluapkan kesenangannya itu bahkan saat dirinya sudah masuk ke dalam kamar pribadinya, ia sudah melakukan guling depan dan gulung belakang diatas ranjangnya. Ya Tuhan, siapa saja yang melihat tingkah Erland saat ini mereka pasti menganggap jika Erland adalah orang gila. Namun Erland mana peduli yang penting ia saat ini benar-benar sangat senang sekali. Dan sekarang dia percaya akan sebuah kalimat yang berbunyi, "Akan ada pelangi setelah hujan. Akan datang sebuah kebahagiaan setelah melalui banyaknya permasalahan."

__ADS_1


Dan hal itu yang Erland saat ini alami. Sudah mungkin satu minggu dia berumah tangga dengan Maura yang selalu diisi dengan keributan dan di puncaknya adalah kemarin. Akhirnya hari ini Erland bisa merasakan kebahagiaan itu juga. Bahkan Erland saat ini berdoa agar Maura menepati permintaannya tadi untuk berubah. Ia juga berharap agar kebahagiaan yang saat ini ia rasakan memulai kebahagiaan-kebahagiaan lainnya di hari-hari berikutnya mereka membina rumah tangga, yang artinya kebahagiaan itu tidak akan pernah sirna selamanya dan akan kekal menyelimuti rumah tangga keduanya.


Erland juga sudah tidak sabar menunggu perubahan dari diri Maura. Mungkin jika istrinya itu benar-benar berubah 100% pasti hubungan rumah tangga keduanya akan harmoni seperti hubungan rumah tangga para saudara-saudaranya yang sudah menikah lebih dulu darinya. Ahhhh membayangkan saja Erland sudah di buat senyum-senyum sendiri apalagi kalau hal itu kenyataan sudah dipastikan mungkin Erland akan melayang keudara setiap hari kala melihat indahnya rumah tangga dirinya nanti.


__ADS_2