PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 193


__ADS_3

📞 : "Sayang! Maura hamil!"


Teriakan menggema dari sebrang telepon itu membuat Erland menjauhkan ponselnya dari samping telinganya.


Sedangkan di kediaman keluarga Abhivandya, Mommy Della yang baru menyikat giginya, ia hampir tersedak mendengar teriakan dari sang suami. Ingin sekali ia marah dan menegur Daddy Aiden tapi setelah ia mendengar informasi jika istri dari putra terakhir mereka alias Maura tengah mengandung, tanpa pikir panjang lagi, Mommy Della langsung berlari keluar dari dalam kamar mandi, masih dengan sikat gigi yang berada di dalam mulutnya. Dan saat ia sudah berada di hadapan Daddy Aiden, ia mengeluarkan sikat giginya tadi sebelum ia berucap, "Coba katakan sekali lagi, kamu tadi bilang apa?"


Masih dengan senyum yang merekah Daddy Aiden menjawab, "Maura hamil sayang. Maura hamil. Kita sebentar lagi akan mempunyai cucu baru. Kita akan menjadi grandpa dan grandma dari hmmmm berapa ya? Cucu kita berapa sih sayang?" tanya Daddy Aiden.


Mommy Della yang juga turut tersenyum, senyuman itu kini luntur kala ia ikut mengingat berapa jumlah cucu yang sudah mereka miliki. Jangan heran, pasangan yang sudah tak muda lagi ini sedari dulu sampai sekarang memiliki pikiran absurd.


"Bentar-bentar, kita hitung dulu dari pasangan Adam punya 2 anak, Vivian baru 1, Zico 1 juga, Azlan 2, Rea juga 2. Hmmm berarti kita sudah punya 8 cucu dan akan tambah anak Erland yang masih di dalam perut," ujar Mommy Della dengan mengingat-ingat para cucu-cucunya.


"Wahhhhh gak sadar kalau kita udah punya keluarga sebanyak itu," timpal Daddy Aiden yang diangguki oleh Mommy Della.


"Ehhh tapi tunggu dulu, kamu tadi bilang kalau Maura saat ini tengah hamil, kamu tau darimana memangnya?" tanya Mommy Della penasaran.


Daddy Aiden yang di beri pertanyaan pun tangannya refleks menepuk keningnya sendiri, ia hampir lupa jika saat ini ia masih berteleponan dengan Erland.


Tangan Daddy Aiden kini bergerak, menghidupkan layar ponselnya yang ternyata masih memperlihatkan nama Erland di sana. Daddy Aiden kini menunjukkan layar ponselnya tersebut sembari berkata, "Erland sendiri yang bilang."

__ADS_1


Mommy Della yang sedari tadi menatap wajah sang suami, kini tatapan katanya berpindah ke ponsel Daddy Aiden. Dan saat ia melihat nama Erland, ia langsung menyaut ponsel tersebut dari tangan Daddy Aiden, lalu setelahnya, sikat gigi yang sedari tadi ia pegang kini ia serahkan ke tangan Daddy Aiden. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Mommy Della langsung kabur ke balkon kamar mereka, meninggalkan Daddy Aiden yang melongo melihat kepergian Mommy Della dan sikat gigi yang saat ini berada di tangannya.


"Ini maksudnya apa coba? Main rebut ponsel orang habis itu suaminya di kasih sikat gigi, mana masih ada busanya lagi. Ck, untung sayang kalau gak, sudah aku tendang," gumam Daddy Aiden sebelum ia berjalan menuju ke kamar mandi untuk meletakkan sikat gigi istrinya dan setelahnya barulah ia akan menyusul Mommy Della.


Mommy Della yang sudah anteng di salah satu kursi balkon pun ia kini angkat suara.


📞 : "Halo Er. Kata Daddy kamu tadi, kamu bilang kalau Maura sekarang tengah hamil? Benar kah? Kamu tidak bohong dengan Mommy sana Daddy kan?" tanya Mommy Della.


Erland yang sedari tadi menguping pembicaraan kedua orangtuanya dengan sesekali tersenyum karena menganggap tingkah orangtuanya itu tidak pernah berubah, mereka sangat-sangat lucu, menurut Erland. Laki-laki itu kembali tersenyum lebih lebar lagi kala mendengar pertanyaan beruntun yang Mommynya itu layangkan.


"Apa yang Daddy tadi katakan memang benar Mom kalau Maura saat ini tengah hamil. Erland juga sedang tidak bercanda. Dan usia kehamilan Maura baru 4 minggu alias satu bulan. Jadi Erland minta doanya sama Mommy dan Daddy, semoga baby-nya selalu sehat di dalam perut Maura sampai baby-nya lahir ke dunia. Begitupun Maura, doakan Maura selalu sehat dan proses kehamilan maupun proses persalinannya nanti lancar semua," ujar Erland.


"Iya Mommy," jawab Erland.


📞 : "Aaaaaa! Akhirnya keinginan kamu terkabul juga nak. Alhamdulillah. Di jaga ya nak, entah itu baby-nya ataupun Maura. Jangan sampai kamu kecolongan karena ingat, kamu itu keturunan Abhivandya yang entah akan sampai kapan orang-orang yang punya sifat iri dengki itu musnah di dunia ini dan tidak lagi berniat untuk menyakiti kita semua. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita semua inginkan. Jika sampai terjadi sesuatu entah itu pada calon cucu Mommy ataupun dengan menantu Mommy, Mommy akan pertanyaan tentang pertanggungjawaban kamu sebagai suami yang selalu siaga menjaga keluarga kecil kamu. Dan tentunya kamu yang akan Mommy salahkan. Kamu paham kan?!" tutur Mommy Della.


"Iya Mom, Erland paham kok. Erland tidak akan membiarkan orang-orang jahat di luar sana menyentuh seujung rambut Maura. Erland tidak akan membiarkan Maura terluka," kata Erland penuh dengan keyakinan.


📞 : "Bagus dan jangan mengingkari ucapan kamu itu."

__ADS_1


"Tidak akan Mom. Oh ya Mom, Erland tutup dulu ya teleponnya, soalnya Erland mau benerin posisi tidur Maura. Kasihan kalau terus-terusan tidur dalam posisi miring dan paham Erland yang dia jadikan bantalan kepada dia," ucap Erland.


📞 : "Baiklah-baiklah, tutup saja teleponnya dan jangan sampai lupa dengan ucapan kamu dan ucapan Mommy tadi."


"Iya Mom, Erland akan ingat selalu kok. Ya sudah ya Mom nanti lagi. See you, Mom. Love you, Assalamualaikum," pamit Erland.


📞 : "Love you too sayang. Waalaikumsalam," balas Mommy Della sebelum sambungan telepon tersebut di putus oleh Erland.


Dan bertepatan dengan sambungan telepon itu terputus, Daddy Aiden mendudukkan tubuhnya di kursi tepat disamping sang istri.


Mommy Della yang melihat keberadaan Daddy Aiden, tangannya yang membawa ponsel tadi ia ulurkan ke hadapan Daddy Aiden sembari berkata, "Nih ponsel kamu, aku kembalikan."


Daddy Aiden menganggukkan kepalanya dengan tangan yang menerima ponsel dari tangan Maura.


Dan bertepatan dengan pindahnya ponsel tadi ke si pemilik aslinya, dering notifikasi sebuah pesan masuk kedalam ponsel Daddy Aiden yang tentunya membuat Mommy Della yang penasaran, diam-diam ia melirik kearah ponsel Daddy Aiden yang untungnya karena Daddy Aiden cukup peka, ia sedikit menjauhkan ponselnya itu agar Mommy Della juga bisa membaca pesan yang baru saja ia terima itu sebelum tangannya bergerak, menekan notifikasi pesan tersebut. Hingga deretan kata kini memenuhi layar ponsel Daddy Aiden.


Tak ada satu orangpun dari mereka berdua yang angkat suara kala sedang membaca isi pesan tersebut. Hingga sampai di paling bawah, terdapat satu video yang tak menunggu lama lagi langsung Daddy Aiden putar.


Awalnya mereka masih tenang sampai ketika video tersebut menunjukkan sebuah adegan, darah keduanya langsung mendidih seketika, kepalan tangan pun semakin erat dengan tatapan keduanya yang menajam, menandakan jika mereka tengah murka.

__ADS_1


__ADS_2