PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 148


__ADS_3

Ketukan pintu membuat sepasang suami-istri yang tengah bercanda gurau itu menghentikan tawa mereka. Dan keduanya saling pandang satu sama lain sebelum Daddy Aiden memberikan kode lewat matanya agar Mommy Della segara membukakan pintu kamar tersebut untuk orang yang berada di luar.


Mommy Della menganggukkan kepala, lalu ia melangkahkan kakinya mendekati pintu kamarnya. Dimana saat ia membuka pintu, ia melihat salah satu maid di belakang pintu tersebut.


"Ada apa, Mbak?" tanya Mommy Della.


"Maaf mengganggu waktu nyonya dan tuan. Saya kesini ingin memberitahu jika dibawa ada tamu yang ingin bertemu dengan nyonya serta tuan," jawab maid itu yang membuat Mommy Della mengerutkan keningnya.


"Siapa?" tanyanya.


"Saya juga kurang tau mereka siapa nyonya karena saya baru melihatnya juga." Mommy Della tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu suruh menunggu sebentar."


"Baik Nyonya. Kalau begitu saya permisi. Mari nyonya," ucap maid tersebut yang tentunya hanya dibalas anggukkan kepala oleh Mommy Della.


Dan setelah maid tadi pergi, Mommy Della baru masuk kembali kedalam kamarnya.


"Sayang kata mbak Jan, dibawah ada tamu yang mencari kita," ucap Mommy Della memberi tahu sang suami. Dimana hal tersebut membuat Daddy Aiden memincingkan salah satu alisnya.


"Siapa?" tanya Daddy Aiden penasaran. Karena tidak biasanya ada tamu yang datang ke kediamannya tanpa membuat janji terlebih dahulu dengannya ataupun dengan sang istri.


"Entahlah. Mbak Jan juga tidak tau mereka siapa. Dan lebih baik kita turun sekarang, biar kita tau siapa tamu kita itu," ucap Mommy Della yang tentunya disetujui oleh Daddy Aiden.


Dan setelah mengganti pakaian mereka menggunakan pakaian yang lebih rapi, sepasang suami-istri itu keluar dari dalam kamar mereka, melangkahkan kakinya menuju ke lantai satu dengan saling bergandengan tangan.

__ADS_1


Saat keduanya sudah berada di lantai bawah, mereka dibuat melongo dengan apa yang baru saja mereka lihat.


Hingga Mommy Della berucap, "Ini siapa yang mau lamaran, sayang? Mana banyak banget seserahannya."


"Entahlah. Aku pun juga tidak tau," balas Daddy Aiden.


Saat Mommy Della dan Daddy Aiden tengah bertanya-tanya tentang apa yang tengah terjadi saat ini di kediaman mereka, ketiga orang yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka langsung menampilkan senyuman manisnya sembari berdiri menyambut kedatangan Mommy Della dan Daddy Aiden yang semakin lama semakin mendekati mereka namun mata mereka tak lepas melihat banyaknya seserahan itu.


Dimana saat mereka berdua merasa sudah berada di ruang tamu, dengan kebetulan kedua orang itu menegakkan kembali kepala mereka hingga mereka bisa melihat dua orang yang wajahnya tak asing lagi bagi mereka dan satu perempuan lain yang belum pernah keduanya lihat sebelumnya.


"Pak Jaya?" ucap Daddy Aiden mulai resah ketika tamu yang tengah mendatangi kediamannya adalah Papa Jaya mana bawa istri dan perempuan lain yang ia yakini adalah anaknya.


Sedangkan Papa Jaya, ia tersenyum sebelum menyodorkan tangannya ke hadapan Daddy Aiden.


"Selamat sore Pak Aiden. Maaf saya datang kesini tanpa memberitahu anda terlebih dahulu," ucap Papa Jaya.


Mereka semua yang ada di ruang tamu saat ini tengah duduk seperti yang dikatakan oleh Daddy Aiden tadi. Dan baru saja mereka duduk, Mama Rina angkat suara, "Hay Del, bagaimana kabarmu? Lama sekali kita tidak bertemu setelah kamu tidak ikut arisan lagi."


Mommy Della tersenyum, "Alhamdulilah saya baik-baik saja, seperti yang kamu lihat ini. Ahhh dan apakah ini putri kamu yang dulu sering kamu ceritakan ke semua orang?" tanya Mommy Della hanya sekedar basa-basi saja.


"Iya, ini putriku," ucap Mama Rina bangga.


"Cantik ya," puji Mommy Della tentunya jujur. Karena Orla memang terlihat cantik saat ini.


Orla yang mendapat pujian dari ibu sang pujaan hati pun ia tersenyum malu, tapi tak urung ia mengucapakan, "Terimakasih atas pujiannya Tante."

__ADS_1


Mommy Della hanya membalas ucapan Orla tadi dengan anggukkan serta senyuman saja.


Sedangkan Mama Rina, ia menyenggol lengan Orla.


"La, perkenalkan diri kamu," bisik Mama Rina yang membuat Orla sadar jika dirinya belum berkenalan dengan calon mertuanya itu.


"Ah ya Tante, Om. Perkenalan saya Orla, putri Papa Jaya dan Mama Rina." Orla menyodorkan tangannya kearah Mommy Della yang langsung disambut oleh wanita yang sudah tidak muda lagi itu yang otomatis langsung di cium punggung tangannya oleh Orla.


Sebelum tangannya itu berpindah ke tangan Daddy Aiden. Dan ia melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Mommy Della tadi yaitu mengatakan namanya sebelum mengecup punggung tangan Daddy Aiden. Lalu setelahnya barulah Orla duduk tegak di tengah-tengah kedua orangtuanya.


"Senang berkenalan denganmu, Orla. Saya Della dan suami saya bernama Aiden. Tidak perlu saya menyebutkan satu persatu anak kita ya, karena terlalu banyak soalnya," ucap Mommy Della tanpa melunturkan senyumannya.


"Tidak apa-apa kok Tan. Saya juga sudah tau putra dan putri Tante sama Om," ucap Orla yang diangguki oleh Mommy Della maupun Daddy Aiden.


Sesaat setelahnya tak ada yang angkat suara, hingga Daddy Aiden berdehem sesaat untuk menghilangkan suasana sunyi yang tengah melanda ruang tamu itu. Kemudian Daddy Aiden melanjutkan dengan berkata, "Maaf sebelumnya jika saya tidak sopan. Tapi apa boleh tau ada hal apa ya yang membuat Pak Jaya sekeluarga datang kesini?"


Papa Jaya yang menunggu pertanyaan itu sedari tadi pun ia tersenyum merekah.


Orla langsung menundukkan kepalanya tapi tak urung ia juga tersenyum walaupun jantungnya tengah berdisko didalam dadanya.


Sedangkan Mama Rina, ia menggenggam tangan putrinya.


Papa Jaya tampak mengambil nafas dalam-dalam sebelum ia mengucapakan maksud dan tujuannya datang ke kediaman keluarga Abhivandya.


"Jadi begini Pak Aiden dan Nyonya Della. Maksud dan tujuan kita kesini adalah ingin menyampaikan niat baik kita. Saya selaku wali dari Orla sekaligus untuk mewakili putri saya, ingin menyampaikan jika saya ingin melamar salah satu putra bapak Aiden dan nyonya Della yang bernama Erland untuk putri saya. Menjadikan Erland sebagai suami putri saya," ucap Papa Jaya mengucapakan perkataannya tadi dengan lantang.

__ADS_1


Sedangkan Mommy Della yang mendengar perkataan itu ia sampai tersedak ludahnya sendiri dan dengan cepat ia meraih salah satu gelas yang berada dihadapannya.


Daddy Aiden, laki-laki paruh baya itu mengerjabkan matanya berkali-kali. Terkejut, tentu saja. Siapa yang tidak terkejut coba jika ada seseorang yang tiba-tiba datang kerumahnya tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu dengan membawa begitu banyak seserahan, mana niat kedatangan mereka ingin melamar salah satu putranya yaitu Erland. Dimana Erland sudah memiliki seorang istri yang sangat ia yakini jika anaknya itu sangat bucin sekali dengan istrinya itu. Dan yakinlah niat keluarga Jaya itu begitu gila menurut Daddy Aiden. Keberanian mereka pun perlu Daddy Aiden acungi jempol. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika ia akan mengalami yang namanya didatangi oleh pihak keluarga dari seorang perempuan untuk melamar salah satu putranya. Padahal dimana-mana dan secara umum yang harusnya melamar adalah pihak laki-laki tapi ternyata keluarga Jaya ini sangat berbeda dan cukup membuat Daddy Aiden serta Mommy Della terkejut dibuatnya.


__ADS_2