PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 164


__ADS_3

"Tunggu! Tunggu sebentar, ini tadi aku tidak salah dengar kan? Kalian berempat juga mendengar apa yang aku dengar kan tadi?" tanya Odi sembari menunjuk kearah keempat sahabatnya yang lain. Tentunya keempat orang itu dengan serempak menganggukkan kepalanya.


"Ehhhh kalian juga dengar apa yang aku dengar, masalah Erland yang tanya gimana caranya bikin anak biar cepat jadi?" Lagi dan lagi pertanyaan dari Odi di jawab dengan anggukan kembali oleh keempat laki-laki tersebut yang sepertinya mereka masih tak percaya dengan pendengaran mereka.


Odi kini mengalihkan pandangannya kearah Erland yang sangat kentara jika laki-laki itu tengah risau sekaligus ada seklibat kekecewaan yang terpancar dari matanya.


"Er, kamu beneran tanya hal itu ke kita?" tanya Odi untuk memastikan lagi.


Erland tampak menghela nafas panjang.


"Hmmm. Jadi gimana? Kalian punya solusinya gak? Aku butuh banget solusi dari kalian," ujar Erland yang tentunya semakin membuat para sahabatnya shock berat. Namun hal itu hanya berselang sementara saja sebelum suara heboh memenuhi ruangan tersebut.


"Gila! Yang benar aja kamu, Er! Kamu mau hamilin anak orang? Gila gila gila!" seru Galuh dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Anjir emang kamu tuh Er. Otak kamu dimana sampai berpikiran mau hamilin anak orang, mana mintanya biar cepat jadi lagi. Kamu masih waras kan Er?" Kini giliran Septian yang mengumpati Erland.


"Kalau sudah punya niatan seperti ini jangan di tanya kewarasannya lagi, karena tanpa kamu tanya, kamu sendiri juga tau jawabannya jika orang yang bersangkutan alias Erland sudah gila. Mana ada laki-laki yang punya otak waras memiliki pikiran mau merusak anak orang!" timpal Odi.


"Sumpah Er, aku gak nyangka kamu bakal ngomong kayak gini ke kita. Kalau kamu sampai ngomong begini berarti kamu sudah pernah melakukannya? Iya kan?" tanya Hito menuntut pertanyaan-pertanyaan itu agar di jawab oleh Erland.


Tapi sayangnya Erland justru terdiam. Entah apa yang ada di pikiran laki-laki itu. Hingga sebuah tepukan kini ia rasakan mendarat di pundaknya.


Erland yang tadinya melamun tapi yakinlah ia sedikit mendengar ucapan para sahabatnya tadi kini menolehkan kepalanya kearah samping kirinya. Tepat kearah Virza berada.


Erland tampak menghela nafas sebelum ia menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu ingat sama ucapan kamu itu kenapa kamu malah melanggar perkataanmu itu?! Kamu sadar gak sih Er! Apa yang kamu inginkan ini akan menghancurkan beberapa orang yang ada di sekitarmu terutama Mommy Della dan Daddy Aiden. Aku yakin mereka akan merasa kecewa sama kamu dan mereka juga pasti akan menyalahkan diri mereka sendiri karena merasa gagal untuk mendidik kamu! Tidak hanya kedua orangtuamu saja yang kamu hancurkan hatinya tapi Kakak dan adik kamu juga pastinya akan kecewa sama kamu. Selain keluarga kamu yang hancur, kamu juga berhasil membuat satu keluarga dari pihak perempuan yang sudah kamu renggut mahkotanya! Dan satu lagi kamu juga sudah berhasil menghancurkan diri kamu sendiri juga menghancurkan masa depan perempuan yang kamu tiduri! Kamu sadar gak sih anjing! Kamu sadar gak!" Teriak Septian yang emosinya sudah berada di ubun-ubun. Bahkan dirinya ingin menghampiri Erland untuk memberikan bogeman kepada sahabatnya itu. Tapi untungnya dengan cepat Hito mencegah hal itu terjadi.

__ADS_1


Teriakan menggelegar dari Septian tadi membuat beberapa orang yang tadinya berada di luar markas tersebut berbondong-bondong untuk masuk, melihat apa yang tengah terjadi di dalam ruangan itu.


"Sep, tenangkan diri kamu. Jangan seperti ini. Dengan perkelahian tidak akan bisa menyelesaikan sebuah masalah. Kita tunggu Erland jelasin dulu apa yang dia maksud tadi. Siapa tau kan pertanyaan dia tadi itu mewakili kucing dia yang tidak hamil-hamil padahal sudah kawin sama kucing lain," ujar Hito mencoba untuk menenangkan Septian dengan menyelipkan candaan yang sangat garing itu di perkataannya tadi.


"Gak mungkin lah! Pertanyaan itu jelas-jelas untuk dirinya sendiri! Sialan emang si anjing satu ini!" teriak Septian dengan api amarah yang membara, menyorot tajam mata Erland yang juga menatapnya tanpa minat sedikitpun.


"Sep! Kalau kamu masih mau ngamuk-ngamuk seperti ini lebih baik kamu keluar!" ucap Virza penuh dengan penekanan. Ia sama emosinya dengan Septian atau mungkin dengan sahabat-sahabatnya yang lain, yang tengah merendam emosi mereka dengan kepalan tangan. Tapi Virza masih bisa mengontrol emosinya.


"Apa yang di katakan oleh Virza benar, Sep. Lebih baik kamu keluar dulu. Kalau tidak, kamu kontrol emosi kamu," timpal Hito yang membuat Septian dengan kasar melepaskan cengkraman tangan Hito tadi sebelum dirinya kembali mendudukkan tubuhnya di sofa yang tadi ia tempati. Ia tak ingin keluar, ia harus tetap disana agar ia tau siapa perempuan yang mau-maunya menjadi partner tidur Erland? Jika ia tau, maka Septian akan menyeret Erland menghadap ke kedua orangtua perempuan itu, memaksa agar Erland mengakui kesalahan dia di depan kedua orangtua perempuan tersebut. Bahkan kalau bisa ia akan membawa penghulu sekalian.


Erland yang melihat Septian sudah kembali duduk, untuk kesekian kalinya ia menghela nafas kemudian dirinya menatap kearah sekelilingnya. Dan saat ia melihat teman-temannya yang lain berdiri tak jauh dari ruangan tersebut, Erland berucap, "Kalian semua masuk saja. Aku mau meluruskan kesalahpahaman yang tengah terjadi ini biar kalian tidak penasaran."


Dengan keraguan orang-orang tersebut yang berjumlah sekitar 10 orang itu masuk dan ikut bergabung dengan keenam laki-laki yang dulunya merupakan inti dari sebuah geng motor yang sudah pensiun.

__ADS_1


Erland kini menatap satu persatu orang yang berada di dalam ruangan yang sama dengannya. Dan dengan mengambil nafas dalam-dalam Erland berucap, "Dengarkan baik-baik, aku tidak pernah melanggar apa yang sudah aku ucapkan! Aku tidak pernah melakukan hal menjijikan dengan merenggut mahkota perempuan manapun kecuali dia sudah sah menjadi istriku! Kalian memang tidak salah dengar dengan apa yang aku ucapkan tadi! Aku memang membutuhkan solusi tentang masalah itu ke kalian berlima karena aku, Erland Drake Abhivandya sudah menikah secara agama maupun negara dengan salah satu perempuan pilihanku yang artinya aku sudah memiliki seorang istri yang berhak atas diriku dan aku berhak atas dirinya yang apabila kita melakukannya kita mendapatkan pahala bukan dosa!"


Ketegasan yang keluar dari bibir Erland semakin dan semakin membuat orang-orang disana terutama ke-lima sahabatnya dibuat jantungan dengan fakta yang baru mereka ketahui. Dan yakinlah bukannya emosi mereka mereda, justru emosi mereka semakin meluap.


__ADS_2