PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 45


__ADS_3

"Er, Lo benaran mau kita cari tau area balapan malam ini?" tanya Odi yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar tadi.


Mereka dulu memang sangat gemar dengan yang namanya balapan entah itu motor atau mobil sekalipun. Tapi setelah mereka disibukan dengan pekerjaan mereka masing-masing dan jika Erland di tawari untuk melakukan aksinya itu, laki-laki itu selalu menolak. Nah dari situ mereka semua sudah tidak lagi melakukan yang namanya balapan motor atau mobil. Tapi setelah bertahun-tahun, hari ini mereka akan melakukannya lagi dengan keinginan Erland sendiri yang tak pernah mereka duga.


"Telinga lo masih berfungsi dengan baik kan? Jadi tidak perlu gue ulangi lagi pasti kamu sudah mendengar dan paham apa yang gue katakan tadi," ujar Erland dengan menolehkan kepalanya kearah Odi yang duduk tepat di depannya. Dimana hal tersebut membuat laki-laki itu tampak menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari memberikan cengiran kudanya.


"Ya kan untuk memastikan saja, Er. Tapi kalau Lo benaran mau. Gue akan cari informasi mengenai area balapan malam ini ke kenalan gue," ujar Odi.


"Ya sudah kalau gitu lakukan saja," tutur Erland.


"Siap, gue chat mereka dulu." Odi dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan dengan jari tangannya yang bergerak lincah, dirinya mulai mengetik kata demi kata yang akan ia kirimkan ke kenalannya tersebut.


Dan saat mereka tengah menunggu kabar dari Odi yang masih sibuk dengan ponselnya itu, Virza yang tadi sempat beranjak dari tempat duduknya kini laki-laki itu telah kembali dengan membawa sebuah minuman kaleng dingin lalu ia lempar kearah Erland.


Erland yang membaca pergerakan dari Virza itu dengan sigap dirinya bisa menerima minuman kaleng yang telah dilempar oleh Virza tadi.


Sedangkan Virza, ia kini bersuara, "Minum dulu biar kepala Lo jadi dingin."


"Thanks," balas Erland yang diangguki oleh Virza.

__ADS_1


Erland dengan cepat menenggak minuman kaleng tersebut hingga tandas. Dan bertepatan dengan itu, Odi berucap, "Gue udah dapat informasi mengenai area balapan malam ini."


"Katakan. Dimana area itu berada," ujar Erland yang diangguki Odi.


"Area balapan yang pertama di sirkuit Haider. Kalian perlu tau lawan kita siapa, kalau bukan mantan rival kita dulu saat masih SMA, anak Vegantos. Kalau kita menang balapan disana hadiahnya lumayan lah sekitar 50 juta," jelas Odi memberitahu lokasi balapan yang akan di selenggarakan nanti malam.


Erland tampak mengangguk-anggukkan kepalanya yang membuat ke-lima sahabatnya itu beranggapan jika Erland akan memilih tempat itu. Namun ternyata...


"Skip, dan katakan area yang lainnya." Kelima sahabatnya itu tampak melongo dibuatnya. Tapi tak urung, Odi melanjutkan untuk memberikan informasi kepada Erland di tempat kedua.


"Area kedua ada di sirkuit Fantilato. Lawan kita hanya orang-orang biasa yang dulu pernah kita lawan dan berakhir mereka kalah telak dari kita. Lokasi kedua ini lawannya memang tidak terlalu menantang tapi hadiahnya sampai 70 juta."


Dimana hal tersebut membuat Odi menghela nafas panjang.


"Gue lagi dapat informasi mengenai dua tempat itu aja untuk saat ini. Jadi Lo mau gimana Er, mau milih salah satu dari tempat itu biar gue daftarin sekalian atau nunggu informasi lain dari kenalanku? Siapa tau ada area balapan lain selain dua itu tadi," ujar Odi dengan mengecek-ngecek ponselnya siapa tau ada pesan masuk lagi dari kenalannya itu. Tapi ternyata ia tak menemukan ada pesan masuk di ponselnya.


"Tunggu saja kenalan Lo yang lain kasih informasi mengenai area balapan selain dua tempat tadi. Toh ini masih jam 10. Masih banyak waktu untuk kita menunggu informasi lainnya. Tapi jika sampai jam 5 sore tidak ada informasi lain, pilih balapan yang ada di area sirkulasi Haider," ujar Erland yang membuat teman-temannya langsung menatap kearahnya secara serempak.


"Lo milih di area Haider, Er bukan di Fantilato? Padahal hadiahnya lebih besar di Fantilato lho," ucap Hito.

__ADS_1


"Buat apa hadiahnya banyak jika lawannya tidak seimbang. Gue mau balapan untuk kesenangan gue doang bukan untuk mengejar hadiah itu," jawab Erland yang diangguki oleh kelima sahabatnya itu. Dimana setelah percakapan itu selesai tak ada lagi yang bersuara. Mereka disibukan dengan aktifitas mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Erland yang saat ini tengah membuka ponselnya dan jari tangannya langsung bergerak menuju ke sebuah aplikasi yang bisa melihat rekaman CCTV yang terhubung di CCTV rumahnya.


Jangan tanya ia membuka aplikasi itu untuk apa jika bukan untuk mengawasi Maura. Ingat ya untuk mengawasi bukan untuk memandangi tubuh ataupun wajah istrinya. Karena terus terang saja Erland ketar-ketir sendiri meninggalkan Maura yang tengah belajar membersihkan rumah. Takut-takut perempuan itu bukannya berberes, tapi justru memberantaki rumah mereka seperti pertama kali mereka pindah rumah yang berakhir Erland jugalah yang akan membersihkannya nanti.


Erland terus mengamati pekerjaan Maura yang menurutnya tak buruk juga. Perempuan itu masih terlihat tengah mengepel lantai di ruang tamu dengan sesekali mengusap peluhnya. Namun hal itu bukannya membuat Erland iba sama sekali dan memutuskan untuk menghentikan hukumannya tersebut karena ia tau pasti apa yang di lakukan oleh Maura tadi hanya gimik saja.


Disela Erland memperlihatkan cara kerja Maura, tanpa ia sadari ada salah satu temannya yang duduk tak jauh darinya mengintip tepat di layar ponselnya. Galuh, si manusia kepo itu, ia mencebikkan bibirnya kala tak melihat isi didalam ponsel Erland saat ini. Tapi berhubung dia itu terkenal sebagai Mister kepo, ia beranjak dari tempat duduknya. Dan secara perlahan namun pasti dirinya melangkahkan kakinya sampai di belakang tubuh Erland. Diposisinya saat ini lah ia bisa melihat dengan jelas tampilan layar Erland yang masih memperlihatkan rekaman CCTV tersebut.


Dimana hal itu membuat Galuh menjadi heboh sendiri, terbukti dengan ia berkata, "Woyyyy kalian semua harus tau kalau Erland saat ini tengah melihat video seseorang!"


Teriakan dari Galuh itu berhasil membuat Erland yang berada di depannya terperanjat kaget. Untung saja ponsel mahalnya itu tak jatuh ke lantai. Kalau sampai jatuh dan rusak, mubasir, kata Erland.


Selain Erland yang dibuat terkejut atas aksi Galuh tadi, keempat orang lainnya pun juga sama.


"Luh, Lo apaan sih?! Ngagetin orang tau gak!" semprot Odi dengan mengelus dadanya yang berdegup sangat kencang.


Dimana hal itu membuat Galuh hanya menampilkan deretan gigi rapinya tersebut sebelum ia berucap, "Sorry sorry. Gue gak sengaja. Lagian gue tadi juga kaget saat lihat apa yang tengah Erland lakukan. Dia tengah melihat video seorang perempuan di ponselnya."

__ADS_1


Galuh kembali menekankan apa yang baru saja ia lihat tadi yang kini membuat keempat orang lainnya mengerutkan keningnya namun beberapa saat setelahnya mereka dengan serempak menatap kearah Erland yang justru tengah memutar bola matanya malas saat melihat tatapan para sahabatnya itu.


__ADS_2