
Sedangkan Maura, ia terus menggerutu tak ada habisnya dengan sesekali menghentak-hentakkan kakinya.
Sampai membuat si pengendara ojek online yang sedari tadi menunggunya tampak mengerutkan keningnya. Ada apa lagi dengan penumpangnya itu, batin si pengendara ojek online penasaran. Tapi ia tak akan bertanya kepada Maura, karena ia sangat yakin jika dirinya bertanya nanti bisa jadi dia yang akan di jadikan pelampiasan amarah oleh Maura. Dan dia tidak mau hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Jadi dirinya memilih untuk tetap diam hingga Maura kini telah berdiri di sampingnya dengan wajah tertekuk dan bibir yang mengerucut, sangat-sangat menggemaskan jika orang lain yang melihat raut wajah Maura saat ini. Tapi tidak dengan si pengendara ojek online, ia malah jijik melihatnya. Ingat, dia sudah tau tabiat Maura yang membuat dirinya harus banyak-banyak bersabar, jadi dia tidak mungkin merasa gemas dengan perempuan menyebalkan itu, berbeda dengan orang yang belum merasakan kesabarannya di uji langsung oleh Maura, pasti mereka akan merasakan hal yang sama, kecuali Erland tentunya. Mau bersikap seperti apapun Maura, di mata Erland, Maura tetap yang paling cantik dan yang paling menggemaskan.
"Jangan menampilkan wajahmu seperti itu. Sangat-sangat memuakkan," sarkas pengendara ojek online tersebut yang baru Maura tau jika namanya adalah Bayu. Tentunya Maura tau nama itu dari name tag yang ada di jaket laki-laki tersebut yang mungkin umurnya sepantaran dengan Erland tapi tetap saja Maura akan memanggilnya dengan sebutan Pak.
Entah untuk keberapa kalinya Maura memelototkan matanya. Mungkin jika matanya itu bukan ciptaan tuhan sudah rusak dan jatuh sedari tadi.
"Apa? Kamu mau marah-marah lagi sama saya? Marah saja, nanti akan saya tinggal kamu disini biar kamu cari ojek lain atau taksi yang belum tentu lewat di jalan ini. Karena jalan ini sangat jarang di lewati kendaraan umum," ancam Bayu.
"Tinggal saja kalau berani. Toh kamu juga tidak akan saya kasih uang ongkos kesininya tadi," balas Maura tak mau mengalah.
__ADS_1
"Tidak masalah. Hanya 25 ribu saja. Saya akan mengikhlaskan uang itu. Dan berhubungan kamu tidak keberatan, maka saya akan pergi. Bye," ujar si Bayu, kemudian menyalakan mesin motornya. Dimana hal tersebut membuat Maura menjadi kalang kabut sendiri. Dan karena dia tak ingin ditinggal, akhirnya Maura melakukan aksi nekatnya untuk yang kedua kalinya yaitu menghalangi jalan motor ojek online tersebut sehingga niat Bayu tadi harus tertunda.
"Heh, kamu apa-apaan sih? Kamu mau mati beneran atau apa? Kalau mau mati, bunuh diri saja sana lompat dari jembatan. Jangan nabrakin diri kamu ke motor saya. Karena kalau kamu mati saya juga yang akan bertanggungjawab. Kalau mau mati setidaknya jangan melibatkan orang dan jangan menjerumuskan orang dalam masalah besar. Sialan!" omel Bayu yang untung saja dia tak terjatuh dan menabrak tubuh Maura karena ia sudah mulai menjalankan motornya tadi.
"Siapa juga yang mau bunuh diri. Ini adalah cara efektif untuk menghentikan niatan kurang ajar kamu itu yang mau ninggalin saya sendirian disini," balas Maura. Sumpah demi apapun, dua orang itu saat ini menjadi pusat perhatian oleh orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka. Ini sudah kesekian kalinya Maura menjadi tontonan orang-orang hanya karena ulahnya sendiri yang benar-benar troublemaker, semua orang selalu salah dimatanya dan selalu ia ajak perang mulut hanya karena Erland lah yang memercikkan api di diri Maura sampai perempuan itu saat ini hilang kendali.
"Kan kamu sendiri tadi yang menantang saya. Kamu tadi juga bilang kalau saya berani ninggalin kamu, tinggalin saja kan? Ya sudah kalau begitu saya akan ninggalin kamu disini. Jadi awas jangan menghalangi jalan saya," usir Bayu yang langsung mendapat gelengan kepala oleh Maura dengan kedua tangan yang kembali ia rentangkan.
"Tadi kan saya hanya bercanda. Kamu baperan banget sih. Jadi jangan harap kamu bisa ninggalin saya. Dan lebih baik kamu sekarang anterin saya," ucap Maura dan dengan cepat ia berjalan mendekati motor tersebut. Dan untuk menghindari Bayu yang berniat akan kabur, Maura memegang jaket yang tengah Bayu kenakan saat ini dengan sangat erat.
Sedangkan Maura, ia langsung meraih helm yang berada di cantolan motor tersebut. Dan sebelum ia memakainya, ia berucap, "Awas saja kalau kamu berani kabur. Akan saya laporkan ke kepolisian."
__ADS_1
Setelah mengucapakan hal tersebut Maura melepaskan cekalannya di jaket Bayu, lalu kemudian ia memakai helm tadi.
Bayu yang mendapat ancaman untuk kesekian kalinya pun ia hanya bisa memutar bola matanya malas sembari ia bergumam, "Pihak kepolisian juga akan pilih-pilih untuk menangani kasus seseorang. Lihat dulu laporannya dan lihat dulu siapa orang yang melapor. Jika laporannya berbobot dan orang yang melapor itu waras pasti akan segara di tangani. Tapi aku yakin pihak kepolisian tidak akan pernah menangani kasus yang dilaporkan perempuan ini karena pasti mereka menganggap jika perempuan ini gila, padahal memang dia tidak waras, stress bin gila. Lagian dia akan melaporkan tentang tindak pidana apa? Ya kali melaporkan hanya karena aku ninggalin dia? Huh memang orang gila itu pikirannya sangat tidak bisa di tebak oleh orang normal."
Untung saja gumaman Bayu tadi tidak didengar oleh Maura. Jika sampai didengar oleh perempuan yang masih memakai helm tersebut pasti akan ada keributan selanjutnya yang akan terjadi.
Maura yang telah selesai dengan helmnya itu, ia segara naik keatas motor yang di kendarai Bayu. Dan dengan menepuk-nepuk pundak Bayu sangat keras hingga Bayu meringis kesakitan, ia berkata, "Pergi sekarang!"
Bayu mendengus kesal. Ia heran kenapa perempuan di belakangnya ini tidak merasa lelah karena sedari tadi sudah ribut dengannya dan sekarang dia justru berteriak-teriak tidak jelas kepadanya? Padahal jika Maura berbicara pelan pun Bayu akan mendengarnya. Tapi mengingat Maura yang selalu membikin ulah, Bayu memakluminya saja. Capek juga jika dirinya harus menimpali ucapan Maura atau sekedar mengingatkan perempuan itu, karena pasti ujung-ujungnya mereka berdua akan ribut lagi yang berakhir mereka tidak akan terpisah sampai malam hari.
Dan untuk menghindari hal tersebut, Bayu memilih untuk segara menjalankan motornya, meninggalkan depan toko buku yang terlihat banyak orang karena melihat keributan yang tercipta antara Bayu dan Maura tadi. Dan dari beberapa penonton tadi adalah karyawan toko buku tersebut juga pengunjungnya.
__ADS_1
Sampai-sampai si pegawai toko yang tadi sempat berdebat dengan Maura, ia berkata, "Dasar perempuan gila. Siapapun orangnya akan dia ajak berdebat. Semoga saja mulutnya itu dilaknat oleh Allah agar tidak bisa bicara selama seminggu. Biar dunia ini aman dari keributan yang dia ciptakan."
Dimana ucapannya tersebut diangguki setuju oleh beberapa orang yang mendengar ucapannya tersebut sebelum orang-orang itu kembali ke aktivitasnya masing-masing.