PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 67


__ADS_3

Maura terus terisak. Ia tak perduli jika make-up yang ada di wajahnya luntur. Toh untuk apa juga ia mempertahankan make-up diwajahnya itu jika dia gagal pergi.


Sedangkan Erland yang baru saja sampai kembali di rumahnya itu, ia segera masuk kedalam. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Maura tengah menutup matanya dengan tubuh bergetar juga suara isakan. Erland dengan langkah lebarnya mendekati sang istri dan saat dirinya telah berada di depan Maura, ia berjongkok kemudian ia meraih tangan Maura, menjauhkan tangan itu dari wajah perempuan tersebut sembari berkata, "Heyyy kenapa nangis?"


Maura menghentikan tangisannya sesaat, ia mengerjab-ngerjabkan matanya untuk memastikan jika dirinya tak salah lihat saat ini.


"Er---Erland," ucap Maura setelah dirinya memastikan jika apa yang ia lihat itu benar bukan hanya ilusi saja.


Erland tersenyum dengan tangan yang kini terulur menghapus air mata Maura.


"Kenapa?" tanyanya yang justru membuat Maura kembali menangis lagi.


"Lho lho lho kenapa nangis lagi? Ada masalah kah? Kalau ada sini cerita, siapa tau aku punya solusi dalam permasalahanmu itu," ucap Erland.

__ADS_1


Maura menggelengkan kepalanya, namun beberapa saat setelahnya tangannya kini bergerak, memukul badan Erland.


Bugh! Bugh!! Bugh!


"Nyebelin nyebelin nyebelin! Kenapa kamu tega ninggalin aku sih? Kenapa kamu juga tega bohongin aku? Kalau kamu memang tidak mau mengajakku keluar, jangan bohong dengan mengatakan kalau kamu mau membawaku keluar. Sumpah itu tidak lucu sama sekali, Erland hiks. Aku sudah capek-capek dandan biar kamu tidak malu membawaku keluar. Kamu justru berbohong kepadaku dan berakhir kamu ninggalin aku gitu saja. Aku akui aku banyak salah sama kamu. Aku selalu buat kamu marah dan selalu bikin kamu kesal. Tapi jangan balas aku seperti ini Erland, hiks. Aku juga kan sudah janji sama kamu untuk merubah diriku ini menjadi lebih baik lagi. Tapi perubahan seseorang itu tidak bisa secara instan. Aku juga selalu berperang dengan diriku sendiri jika ada sesuatu yang dulu pernah aku lakukan dan saat ini ingin aku lakukan lagi, aku selalu berusaha untuk tidak melakukan keinginanku dari kebiasaan burukku itu tapi hal itu benar-benar tidak mudah. Aku juga tengah berusaha untuk melawan egoku sendiri, Erland. Aku juga sudah meminta maaf kepadamu atas semua yang aku lakukan selama ini ke kamu. Apa ucapan maaf ku ini kurang untukmu? Kalau begitu katakan apa maumu, Er? Apa maumu, sebisanya akan aku lakukan. Asalkan kamu tidak pernah berbohong dan ingkar janji seperti tadi. Aku mohon jangan bohongi aku Er dan jangan buat aku berharap kepadamu, hiks. Aku mohon," ucap Maura panjang lebar, meluapkan semua isi hatinya itu. Bahkan pukulan yang ia tadi berikan kepada Erland telah ia hentikan karena kedua tangannya ia gunakan untuk menutup wajahnya.


Erland yang tadi sempat terkejut kala mendapat serangan mendadak dari Maura pun, dirinya kini menghela nafas panjang. Ia tau saat ini kenapa Maura sampai nangis bombay seperti ini, apalagi kalau bukan perempuan itu tengah salah paham kepadanya.


Tangan Erland kembali bergerak untuk menjauhkan tangan Maura dari wajah istrinya tersebut. Dimana setelah wajah itu terlihat, Erland menatap lekat wajah tersebut sebelum ia bersuara.


"Ja---jadi kamu tadi pergi hanya untuk pinjam helm, hiks." Erland menganggukkan kepalanya.


Dimana hal itu justru membuat Maura kembali menangis sangat kencang dengan tangan yang kembali memukul tubuh Erland sembari berucap, "Hiks, kenapa kamu tidak ngomong dulu kalau mau pergi ambil helm? Kalau kamu ngomong dulu tadi, aku tidak akan sampai nangis seperti ini yang berakhir make-upku jadi luntur kayak gini. Wajahku jadi jelek Erland, hiks."

__ADS_1


Erland sedikit menjauhkan tubuhnya dari hadapan Maura, berusaha menghindari amukan dari istrinya itu. Jujur saja lama kelamaan, Erland juga merasakan sakit di tubuhnya akibat pukulan yang dilayangkan oleh Maura.


"Kan aku tadi sudah minta maaf karena lupa tidak izin kamu terlebih dahulu. Jadi maafin aku ya. Dan kalau kamu nangis kayak gini lagi kapan kita mau berangkatnya?" ucap Erland dengan sedikit bujukan yang ia berikan kepada Maura.


Ucapan dari Erland tadi berhasil membuat Maura meredakan tangisannya itu. Bahkan tangan Maura kini bergerak, menghapus air matanya sendiri. Tapi walaupun begitu kerucutan di bibirnya tetap saja terlihat.


"Kalau begitu kamu tunggu 10 menit. Aku mau memperbaiki make-upku yang sudah luntur ini," ucap Maura dan saat dirinya ingin beranjak dari duduknya, cekalan di pergelangan lengan Maura membuat pergerakannya itu ia hentikan. Jangan tanya lagi siapa pelaku yang sudah mencegah dirinya untuk pergi jika bukan Erland lah orangnya.


Erland kini berdiri dari posisi berjongkoknya tadi sebelum dirinya membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Maura yang saat ini tengah duduk diatas sofa. Erland kini mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga Maura kemudian ia membisikkan sesuatu tepat disamping telinga istrinya itu.


"Tidak usah perbaiki make-up kamu. Yakinlah Ra, kamu lebih cantik kalau kamu tidak pakai make-up sedikitpun," bisik Erland yang tentunya dari dalam hatinya yang paling dalam. Ia lebih suka wajah Maura tanpa make-up daripada bermake-up tapi sangat tebal seperti ini. Yang ada bukan memberikan kesan cantik malah seperti tante-tante kurang dimanja, pikir Erland. Tapi walaupun begitu Erland tetap mengakui Maura cantik, hanya saja pemilihan make-up perempuan itu yang salah.


Maura yang mendapat bisikan itu pun ia tersenyum malu-malu. Sumpah demi apapun ia merasa jika dirinya tengah gila saat ini. Tadi saja ia menangis, meraung-raung sekarang justru senyum-senyum hanya karena bisikkan Erland.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Erland menegakkan kembali tubuhnya sembari berkata, "Jadi pergilah untuk menghapus make-up kamu. Aku tunggu kamu disini. Aku juga tidak akan pergi kemana-mana lagi."


Maura tampak menganggukkan kepalanya lalu setelahnya ia baru pergi dari hadapan Erland menuju ke kamarnya kembali, namun kali ini pintu kamarnya tak ia tutup sama sekali. Karena kalau pintu itu tak ia tutup akan mempermudah dirinya berlari keluar kamar jika dia mendengar suara motor Erland lagi seperti tadi.


__ADS_2