PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)
Bab 149


__ADS_3

"Tunggu sebentar. Saya takut salah dengar tadi. Jadi boleh diulangi lagi maksud dan tujuan anda datang kesini, Pak Jaya?" pinta Daddy Aiden.


Papa Jaya tidak marah sama sekali kala Daddy Aiden memintanya untuk mengulangi ucapannya tadi. Ia justru dengan senang hati akan mengabulkan permintaan Daddy Aiden.


"Jadi begini Pak Aiden dan Nyonya Della. Maksud dan tujuan kita kesini adalah ingin menyampaikan niat baik kita. Saya selaku wali dari Orla sekaligus untuk mewakili putri saya, ingin menyampaikan jika saya ingin melamar salah satu putra bapak Aiden dan nyonya Della yang bernama Erland untuk putri saya. Menjadikan Erland sebagai suami putri saya," ulang Papa Jaya yang membuat Daddy Aiden kini menghela nafas. Ternyata dirinya memang sedang tidak salah dengar. Lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah sang istri, menyuruh istrinya saja yang menjelaskan. Ia sudah terlalu pusing hanya mendengar maksud dan tujuan dari keluarga Jaya itu.


Mommy Della hanya bisa menganggukkan kepalanya kepada sang suami sebelum tatapan matanya menyapu ke arah ke-tiga orang yang ada di hadapannya itu yang sepertinya tengah tegang menunggu balasan dari mereka berdua.


"Tanpa mengurangi rasa hormat saya ke keluarga bapak Jaya, saya selaku orangtua Erland, laki-laki yang kalian lamar, meminta maaf jika kita menolak niat baik kalian untuk lamaran putra kita."


Ucapan dari Mommy Della itu bagaikan bom yang menghantam ketiga orang yang dari tadi sudah sangat yakin jika lamaran mereka akan di terima oleh mereka. Tapi lihatlah, niat baik mereka malah di tolak mentah-mentah oleh mereka berdua. Tentu saja balasan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka membuat Papa Jaya juga Mama Rina meradang. Sedangkan Orla, ia sudah berkaca-kaca.


Dan dengan menahan sesak di dadanya juga air mata yang sebentar lagi akan menetes, Orla angkat suara.


"Kenapa Tante menolak lamaran kita?" tanya Orla.


"Ya benar. Kenapa kalian menolak niat baik kita? Padahal Orla cukup cantik jika bersanding dengan Erland. Dia juga sangat pintar, sudah bisa mengendalikan perusahaan di usia dia yang masih terbilang muda dan sangat cocok jika berpasangan dengan Erland. Harta kita juga lumayan banyak walaupun tidak sebanyak harta kalian tapi setidaknya tidak sampai mempermalukan kalian jika harus ber-besan dengan kita," ucap Mama Rina yang tak bisa menahan unek-unek didalam hatinya untuk tidak bertanya, kenapa mereka menolak lamaran mereka ini.


"Bukan karena paras, kepintaran ataupun harta alasan kita menolak lamaran ini Nyonya Rina," ucap Daddy Aiden yang niatnya ingin diam saja tadi tapi berujung ia harus membantu sang istri untuk membalas ucapan dari ketiga orang di hadapan mereka.


"Jika memang bukan masalah itu terus apa? Tolong katakan alasannya dengan jelas!" Marah Papa Jaya.

__ADS_1


"Kita tidak bisa memberitahu alasan kenapa kita menolak lamaran kalian yang jelas bukan masalah fisik atau apapun itu apalagi harta. Karena kita tidak pernah memandang semua itu atau mematokkan kriteria calon menantu harus ini lah atau harus itu. Kita membebaskan putra dan putri kita untuk memilih calon pasangannya sendiri. Jadi---"


Penjelasan dari Mommy Della yang sebenarnya belum selesai itu, harus terhenti kala Mama Rina memotong ucapannya.


"Nah kalau kalian membebaskan anak-anak kalian untuk memilih pasangan mereka sendiri kenapa kalian tidak tanya dulu sama Erland. Malah langsung menolak begitu saja. Kalian ini gimana sih. Jadi jika memang kalian tidak mematokkan kriteria untuk calon menantu kalian, panggil Erland sekarang juga untuk kesini. Kita mau dengar langsung jawaban Erland tentang lamaran yang kita layangkan untuk dia. Kalian boleh menolak lamaran kita, tapi Erland belum tentu menolak," ucap Mama Rina masih meneguhkan harapan jika Erland akan menerima putrinya.


"Percuma saja kita memanggil dia untuk datang kesini karena saya yakin jawaban Erland akan sama dengan jawaban kita yang menolak lamaran kalian karena dia sudah memiliki seorang istri yang tidak mungkin ia poligami," timpal Daddy Aiden yang membuat Mommy Della langsung menolehkan kepalanya kearah sang suami.


"Sayang kamu apa-apaan sih. Kenapa kamu membongkar rahasia Erland didepan mereka?" protes Mommy Della yang hanya dibalas genggaman tangan oleh Daddy Aiden. Kode agar Mommy Della tak perlu khawatir dengan langkah yang sudah ia ambil ini.


"Jangan karena kalian tidak menerima lamaran dari kita sampai kalian melakukan suatu kebohongan. Saya tidak percaya sama sekali jika Erland sudah menikah. Itu pasti hanya akal-akalan kalian saja. Jadi cepat! Telepon Erland sekarang agar dia segara kesini!" ucap Papa Jaya kekeuh ingin mendengar langsung pendapat Erland tentang lamaran mereka.


Daddy Aiden menghela nafas panjang, menghadapai orang-orang yang bebal seperti mereka ini harus memiliki kesabaran yang melimpah karena kalau tidak sudah dipastikan pasti mereka akan adu jotos saat ini juga.


Mommy Della menganggukkan kepalanya dan dengan cepat ia meraih ponselnya yang untung saja sempat ia bawa tadi. Kemudian ia langsung mencari nomor telepon Erland.


Satu kali panggil tak dijawab oleh Erland. Tapi untuk yang kedua kalinya, telepon itu terangkat. Mommy Della langsung me-loudspeaker teleponnya tersebut agar semua orang disana mendengar percakapan antara dirinya dan Erland.


📞 : "Halo, assalamualaikum Mom. Ada apa?" ucap Erland yang justru membuat Orla mengeratkan genggaman tangannya ke tangan sang Mama.


"Waalaikumsalam nak. Kamu sekarang ada dimana?" tanya Mommy Della dengan mengabaikan pertanyaan Erland tadi.

__ADS_1


📞 : "Erland lagi dijalan mau pulang."


"Baru pulang ya?"


📞 : "Iya nih. Memangnya kenapa sih Mom gak biasanya Mommy telepon Erland tanya-tanya Erland dimana, lagi apa dan sebagainya."


"Tanya saja masak tidak boleh sih Er."


📞 : "Ya boleh dong. Tapi kalau Mommy telepon Erland hanya untuk bertanya seperti tadi, Erland matikan dulu saja teleponnya ya karena Erland harus fokus kejalan nih," ucap Erland.


"Ehhhh jangan di tutup dulu sayang. Mommy sebenarnya telepon kamu itu mau minta kamu datang ke sini."


📞 : "Ke rumah keluarga besar?" tanya Erland.


"Iya. Hanya sebentar saja kok sayang karena ada hal yang perlu kamu luruskan," ucap Mommy Della yang membuat Erland kini mengerutkan keningnya.


📞 : "Hal apa sih Mom?" tanya Erland penasaran.


"Kamu kesini saja lah biar kamu tau sendiri apa yang Mommy maksud tadi. Mommy tunggu ya sayang. Hati-hati dijalan. Bye assalamualaikum," ucap Mommy Della dan tanpa menunggu balasan dari Erland, ia memutus sambungan telepon itu secara sepihak.


Dan dengan menaruh ponselnya keatas meja kembali, Mommy Della berkata, "Erland sudah saya hubungi seperti yang kalian inginkan. Kalian tidak perlu khawatir jika dia tidak akan datang kesini karena saya pastikan Erland tidak pernah tidak menuruti perintah dari saya ataupun Daddy-nya. Jadi kita tunggu saja dia datang, mungkin sekitar 10 sampai 20 menit lagi. Dan biar dia menjelaskan semuanya ke kalian bertiga secara detail, biar kalian mengerti dan tidak menuduh kita hanya beralibi atau berbohong ke kalian."

__ADS_1


Ucapan dari Mommy Della tadi tak mendapat respon apapun dari ketiga orang dihadapannya itu. Ketiganya tampak hanyut kedalam pikiran mereka masing-masing tapi tak urung wajah penuh emosi masih terlihat jelas di wajah Papa Jaya dan Mama Rina.


__ADS_2